Kabar Sejarah

Kabar Sejarah "Kabar Sejarah" adalah saluran YouTube yang menawarkan konten sejarah yang informatif dan menghibur. Menyediakan Minum Gratis

Pak Trimo masih menunggu bus jurusan alaska ternyata...Jangkrik wiss
17/08/2025

Pak Trimo masih menunggu bus jurusan alaska ternyata...

Jangkrik wiss

14/07/2023

R.A Kartini: Perjuangan dan Inspirasi Seorang Pahlawan Wanita



Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat atau sering disebut Raden Ajeng Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini adalah seorang pejuang kemerdekaan dan kedudukan kaumnya, pada saat itu terutama wanita Jawa. Ia mempunyai tanggal lahir yang sama seperti dr. Radjiman Wedyodiningrat, yakni sama-sama lahir pada 21 April 1879.

Ia dilahirkan dalam keluarga bangsawan Jawa di Hindia Belanda . Setelah bersekolah di sekolah dasar berbahasa Belanda, ia ingin melanjutkan pendidikan lebih lanjut, tetapi perempuan Jawa saat itu dilarang mengenyam pendidikan tinggi. Ia bertemu dengan berbagai pejabat dan orang berpengaruh, termasuk J.H. Abendanon, yang bertugas melaksanakan Kebijakan Etis Belanda.

Setelah kematiannya, saudara perempuannya melanjutkan peerjuangan untuk mendidik anak perempuan dan perempuan. Surat-surat Kartini diterbitkan di sebuah majalah Belanda dan akhirnya, pada tahun 1911, menjadi karya: Habis Gelap Terbitlah Terang, Kehidupan Perempuan di Desa, dan Surat-Surat Putri Jawa. Ulang tahunnya sekarang dirayakan di Indonesia sebagai Hari Kartini untuk menghormatinya, serta beberapa sekolah dinamai menurut namanya dan sebuah yayasan didirikan atas namanya untuk membiayai pendidikan anak perempuan Indonesia.

13/07/2023

Cerita Wayang "Kisah Parikesit: Kepemimpinan Bijaksana dan Perjuangan Menyatukan Bangsa"

Sosoknya masih muda namun sudah berkuasa. Lahir sebagai anak yatim dialah Parikesit putera Abimanyu dengan Dewi Utari. Saat Parikesit masih dalam kandungan, ayahnya yang bernama Abimanyu, turut berperang dalam Baratayuda melawan Kurawa. Abimanyu gugur dalam serangan musuh yang dilakukan secara curang.

Parikesit lahir di istana Astina setelah keluarga Pandawa kembali dari Amarta ke Astina usai menang Baratayuda. Parikesit sangat disayangi oleh keluarga Pandawa. Ketika masih bayi, secara tidak sengaja Parikesit telah membunuh Aswatama. Diceritakan Aswatama berhasil menyusup ke kemah Pandawa untuk membalas dendam kematian Begawan Drona, ayahnya. Aswatama berhasil membunuh Drestajumna, Pancawala, dan Dewi Srikandi. Ketika menemukan bayi Parikesit Aswatama memandangi dengan penuh kebencian, karena Pancawala sudah terbunuh, maka bayi ini adalah pewaris tahta Astinapura. Segera Aswatama berusaha menikam bayi itu. Tiba-tiba bayi Parikesit bangun dari tidur secara tidak sengaja kakinya menendang keris Pulanggeni yang terletak dibawahnya terpental menembus dada Aswatama hingga tewas.

Menurut versi lain saat Baratayuda di akhir hari kedelapan belas, Aswatama bertarung dengan Arjuna. Keduanya sama-sama memiliki kesaktian. Aswatama mengeluarkan cundamaik dan Arjuna mengeluarkan panah pasopati. Sebelum kedua pusaka tersebut berbenturan Resi Abiyasa datang menahan kedua pusaka yang terlanjur dilepaskan tersebut "Cepat tarik senjata kalian, kalau sampai beradu, bukan hanya kalian yang hancur, tapi seluruh dunia" kata Abiyasa. Arjuna segera menarik kembali panah pasopatinya, tapi Aswatama tidak bisa melakukan. Karena Aswatama memiliki hati yang jahat dan pendendam sehingga pusaka cundamanik tidak mau kembali. Aswatama timbul pikiran jahat, dia mengarahkan cundamanik ke kandungan Dewi Utari. Senjata tersebut membunuh Parikesit yang masih berada dalam kandungan. Atas pertolongan Kresna, Parikesit dihidupkan kembali. Aswatama kemudian dikutuk akan mengembara di dunia selamanya.

Beberapa bulan kemudian setelah kelahiran perikesit. Di Astina diadakan acara pemberian nama jabang bayi. Parikesit yang baru berumur beberapa bulan baru bisa merangkak. Dia sedang dipangku oleh Nakula. Kelihatannya dia gelisah sekali, ingin turun dari pangkuan Nakula. Nakula kemudian melepasnya. Beberapa saat kemudian dia mulai merangkak. Sri Krisna memberi isyarat supaya parikesit dibiarkan merangkak kemanapun yang dia mau. Parikesit mengamati setiap orang yang dilihatnya. Sri Krisna sadar akan hal ini. Dia kemudian bersembunyi di balik salah satu pilar. Parikesit berusaha mencari wajah yang pernah menyelamatkannya. Wajah itu Krisna, yang penuh kasih sayang, senyum yang selalu tersungging dari wajah beliau, begitu manis, mempesona setiap orang yang melihatnya. Krisna kemudian memangku dan memberi nama Parikesit.

Setelah dewasa Parikesit menjadi raja negara Yawastina menggantikan kakeknya yakni Prabu Kalimataya, dengan gelar Prabu Krisnadwipayana seperti nama buyut, Prabu Kresnadipayana (Abiyasa). Sedang Baladewa ditunjuk sebagai penasehat kerajaan bergelar Resi Curiganata.
Setelah menjadi raja negara Astina, ia memerintah dengan bijaksana, jujur, dan adil. Parikesit berusaha menyatukan kembali rakyat Yawastina negara yang terpecah-pecah akibat komplik yang terjadi sebelumnya.

Walau Parikesit tidak mengalami perjuangan sebagaimana dialami ayah maupun para leluhurnya, namun ia bertekat untuk melanjutkan perjuangan para leluhurnya dengan membagun negara Yawastina dengan adil, makmur dan sejahtera. Parikesit juga berusaha menyatukan kembali berbagai laskar, kelompok maupun golongan yang masih berusaha merongrong kewibawaan negara Yawastina. Jangan sampai berbedaan antar golongan, suku dan ras yang mendiami negara Yawastina menghambat jalannya pembangunan negara. Parikesit juga sangat dekat dengan rakyatnya. Berbagai persoalan negara yang tidak bisa dipecahkan sendiri tidak lupa selalu minta petunjuk pada Kyai Semar.

Berbagai hambatan dan rintangan yang mengganggu ketentraman negara Yawastina dapat diatasi dengan baik. Seperti yang dilakukan oleh Pancakusuma cucu Puntadewa yang ingin mengambil alih kekuasaan Yawastina, namun dengan kebijakan Parikesit dan nasehat dari Kyai Semar akhirnya Pancakusuma dapat disadarkan. Tindakan Pancakusuma mengganggu stabilitas negara Yawastina tersebut akibat terkena bujuk rayu Kertiwindu, cucu Patih Sengkuni. Dengan kesigapan seluruh prajurit Yawastina akhirnya Kertiwindu dapat ditumpas dan Yawastina kembali aman tentram.

Pada suatu hari Parikesit ingin meninjau secara langsung kehidupan rakyatnya. Untuk mengetahui hasil-hasil pembagunan yang telah dilaksanakannya dan untuk menyerap aspirasi dari rakyatnya. Perjalanan Parikesit dilakukan secara diam-diam sehingga tidak diketahui para pengawalnya. Perjalanan Parikesit tiba di puncak Gunung Lodra melihat seorang pertapa yang berdiri tegak tanpa bergerak dan berbicara juga tidak menjawab pertanyaan Parikesit, maka hilang kesabaran Parikesit, pertapa itu ditusuk dengan senjata. Setelah jenazahnya hilang munculah Batara Basuki yang memberi nasehat Parikesit supaya sesalu amanah dalam memerintah negara Yawastina.

Parikesit melanjutkan perjalanannya, ia bertemu orang naik sapi liar yang akan menubruknya, dengan sigap parikesit melepaskan anak panahnya, dan berubahlah sapi tersebut menjadi Batara Gana lalu memberikan nasehat supaya seorang raja itu tidak ragu-ragu dan harus berani memutuskan sesuatu yang dianggap benar untuk kepentingan masyarakat.

Dalam meneruskan perjalanan Prabu Parikesit menyelamatkan orang yang dikejar ular besar, orang itu adalah Prabu Praswati dari Gilingwesi, yang mempunyai putri bernama Dewi Sritatayi. Putri ini bermimpi kawin dengan Parikesit. Setelah Praswati mengutarakan maksudnya, Parikesit menerima Dewi Sritatayi untuk menjadi istrinya.

Dalam melanjutkan perjalannnya Parikesit bertemu dengan raksasa Srubisana dari Manimantaka yang diutus Prabu Niradakawaca untuk balas dendam pada Parikesit atas kematian ayahnya Niwatakawaca yang terbunuh oleh Arjuna. Terjadilah peperangan. Parikesit terlempar ke udara dan jatuh di Pertapaan Manikmaya ditemukan oleh Begawan Sidiwacana serta putrinya bernama Rara Setapi. Prabu Parikesit tertarik panah milik Rara Setapi dan menginginkannya. Rara Satapi bersedia memberikan senjatanya dengan syarat sudi mengawininya, Parikesit tidak keberatan. Akhirnya Parikesit dapat membunuh Srubisana dan mengawini Dewi Setapi lalu kembali ke Istana.
Dikisahkan negara Yawastina mendapat serangan dari Manimantaka Prabu Niradakawaca. Resi Curiganata memimpin pertempuran itu tetapi tidak kuat menahan kesaktian raja raksasa, sehingga negara Yawastina porak poranda. Setelah Parikesit tiba di Istana lalu menghadapi musuh yang menyerang. Prabu Niradakawaca dapat dibunuh Prikesit.

Dari perjalanan Prabu Parikesit tersebut banyak mendapat pelajaran dan hikmah, sebagai seorang raja maupun pejabat negara tidak boleh hanya berpangku tangan duduk di kursi Istana. Namun harus mengetahui aspirasi dan penderitaan rakyat, problematika yang ada di masyarakat harus segera diatasi secepatnya.

Dalam kitab Adiparwa, diceritakan akhir riwayat Prabu Parikesit yang meninggal karena digigit ular yang bersembunyi di dalam buah jambu. Namun cerita ini berbeda dengan kisah Srimad Baghavatam yakni kumpulan kisah yang disampaikan Resi Shuka kepada Prabu Parikesit. Srimad Baghavatam ditulis oleh Resi Abiyasa. Pada suatu hari, Raja Parikesit mengembara ke tengah hutan. Karena kecapekan lalu berhenti untuk beristirahat di sebuah pertapaan di mana tinggal Bagawan Samiti. Ketika itu sang Resi sedang duduk bertapa dan membisu. Tatkala Parikesit bertanya, Bagawan Samiti hanya diam membisu karena pantang berkata-kata saat sedang bertapa. Karena pertanyaannya tidak dijawab, Parikesit kesal, pikiran jernih sang raja sedikit terkesampingkan, lalu mengambil bangkai ular yang ada di dekatnya lalu meletakkannya di leher sang resi.

Saat Dewi Srenggi pulang, ia melihat bangkai ular hitam melilit leher ayahnya. Putra sang resi menjadi marah, “Bagaimana etikanya seorang ksatriya melakukan hal demikian bagi seorang brahmin? Tugas ksatriya adalah melindungi orang-orang suci. Wahai ksatriya kukutuk dirimu agar digigit ular beracun dalam waktu satu minggu. Bagawan Samiti kecewa terhadap perbuatan puteranya tersebut, yang mengutuk raja yang telah memberikan mereka tempat berlindung.

Sesampai di istana Parikesit merasa menyesal, mengapa melakukan tindakan yang tidak perlu. Dirinya telah menganggap sang resi sedang bermeditasi angkuh, padahal dia sadar dirinyalah yang angkuh. Orang menjadi tidak adil karena keangkuhannya. Rasa angkuh membuat orang menjadi keras kepala, merasa benar sendiri. Raja Parikesit sadar, bila keadaan ini dibiarkan makin lama menjadi keras dan akan bertindak tidak adil untuk mempertahankan pendapatnya. Keangkuhan berada di balik segala tindakan yang jahat. Dirinya sadar lalu kembali ke tempat sang resi untuk memohon maaf atas keteledorannya.

Setelah itu Parikesit pergi ke tepi Sungai Gangga. Para brahmin menghampirinya, memberikan berbagai nasehat, tetapi kata-kata para brahmin tidak dapat memuaskan dirinya. Parikesit hanya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ketidaktakutan menghadapi kematian, membuka dirinya dan keyakinan untuk pasrah pada Tuhan.

Kejujuran dan ketidakpahaman tentang apa yang harus dilakukan menjelang kematian menggerakkan Resi Shuka, menemui Parikesit di tepi Sungai Gangga. Resi Shuka memberikan nasehat “janganlah tujuh hari, sekejap saja cukup untuk membebaskanmu dari sengsara”. Parikesit sangat berbahagia mendapat dukungan moril Resi Shuka. Seorang resi tidak akan asal berbicara, semua yang diucapkan seakan adalah sabda Tuhan. Parikesit merasa malu ketika Resi Shuka menyinggung situasi negara Yawastina dalam kondisi krisis moral. Kehidupan masyarakat jauh dari rasa tentram dan sejahtera. Hasil pembangunan belum bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Dengan membangun banyak tempat ibadah, penguasa menganggap dirinya sudah berbuat baik. Dia tidak peduli apakah tempat-tempat itu dimanfaatkan untuk beribadah atau untuk apa? Untuk menyebarkan kesejukan atau kebencian? Banyak rohaniawan hanya membaca buku dan meneruskan informasi kepada para jemaah, kepada umat masing-masing. Banyak yang tidak peduli apakah informasi yang mereka sampaikan itu “mengutuhkan” jiwa para pendengar atau justru sebaliknya, membagi, mengkotak-kotak atau memecahbelah umat. Parikesit duduk bersimpuh dengan sepenuh hati bersujud dan mencium kaki Resi Shuka. Pada hari kutujuh, ketika seekor ular mematuk Parikesit, ia sudah berada dalam kepasrahan. Di mana rasa s**a dan duka sudah kehilangan makna. Prabu Parikesit menghadapai maut dengan senyuman.

Tokoh Parikesit terhitung penutup dalam cerita wayang Purwa. Setelah itu diteruskan dengan zaman Madya, atau wayang Madya, dan Parikesit merupakan permulaan ceritanya.

Demikian kawan sejarah, kisah Lakon Parikesit yang sudah sama-sama kita saksikan dan dengarkan. Bagaimana tanggapan kalian?
Semoga dengan cerita-cerita sejarah kita semua dapat mengambil pembelajaran dari peristiwa yang terjadi.

Akhir kata, 'JAS MERAH!'. Jangan lupakan sejarah!

12/07/2023

Cerita Lakon Wayang Pandawa Seda: Keberanian & Perjuangan Dalam Wayang.

Selamat datang di Channel Kabar Sejarah. Setelah video kemarin kita membahas cerita Mahabarata, kini saatnya kita menyelami cerita Pandawa Seda. Langsung saja kita ke ceritanya...
Silahkan memposisikan diri senyaman untuk mendengarkan cerita ini....

Setelah Parikesit putera Abimanyu dan Dewi Utari, yang tak lain adalah cucu Arjuna dinobatkan sebagai raja Hastina, Yudhistira merasa bahwa inilah saatnya untuk meninggalkan semua kehidupan duniawi dan berniat untuk mengembara mendaki puncak Mahameru. Para Pandawa yang lain tidak rela bila harus ditinggalkan oleh kakaknya, mereka bersikeras untuk ikut mendaki puncak Mahameru. Begitu juga dengan Drupadi, ia juga ingin ikut dalam perjalanan yang tidak mudah itu. Yudhistira berusaha mencegah istrinya, namun Drupadi sudah bertekad bahwa Pandawalah keluarganya sekarang. Ayah, saudara dan puteranya telah gugur di Bharatayudha.

Created by Canva

11/07/2023

Mahabharata: Epik Keberanian & Intrik. Menguak Kisah Keberanian, Persahabatan, dan Takdir yang Abadi.

Selamat datang di saluran YouTube Kabar Sejarah. Di episode kali ini, kami akan membawa Anda dalam perjalanan yang menakjubkan ke dunia epik dan legendaris, sebuah cerita yang telah mencengangkan dan menginspirasi manusia selama berabad-abad. Kami mempersembahkan kepada Anda yaitu Cerita Mahabharata.

Mahabharata, sebuah kisah epik dari tanah yang kaya akan mitologi dan kepercayaan, India. Mengisahkan pertempuran antara dua keluarga bangsawan yang memperebutkan takhta yang sangat dihormati, Mahabharata telah menghidupkan karakter legendaris seperti Kunti, Draupadi, Arjuna, dan Bhishma.

Penuh dengan intrik politik, persahabatan, cinta, dan tragedi, Mahabharata mengajarkan banyak pelajaran tentang kehidupan, kebijaksanaan, dan dilema moral. Bagaimana persahabatan diuji oleh takdir dan bagaimana perselisihan keluarga dapat berdampak pada nasib seluruh kerajaan? Bersiaplah untuk memasuki dunia yang penuh dengan karakter heroik dan antagonis yang akan mengadu domba satu sama lain dalam pertempuran yang legendaris.

Saya,, akan menjadi panduan Anda dalam perjalanan ini. Bersiaplah untuk memasuki dunia yang penuh dengan keajaiban dan keseruan. Dalam setiap episode, kami akan memecahkan cerita-cerita terkenal, menyoroti karakter utama, dan membawa Anda melintasi medan pertempuran yang penuh warna. Saksikan dan pelajari cerita yang mempesona ini dengan kami di saluran YouTube 'Kabar Sejarah'."

Created by Canva

Teman-teman semua, mohon bantu subscribe lagi ya ..Channel yg kemarin terblokir karena ulah oknum ...terima kasih sebelu...
11/07/2023

Teman-teman semua, mohon bantu subscribe lagi ya ..

Channel yg kemarin terblokir karena ulah oknum ...

terima kasih sebelumnya... 🙏🙏🙏

"Kabar Sejarah" adalah saluran YouTube yang menawarkan konten sejarah yang informatif dan menghibur. Dalam saluran ini, Anda akan menemukan deskripsi singkat...

11/07/2023

Kabar Sejarah Episode 1 : Tokoh Penting Sejarah Indonesia, Peristiwa dan Tempat Wisata Sejarah.

1. Kisah Masa Muda Soekarno. Ternyata ini Profesi Beliau Sebelum Menjadi Presiden.
2. Sejarah Candi Gedong Songo Sebagi Simbolik Persatuan Umat Beragama dan Toleransi Antar Perbedaan.
3. Sejarah B**g Hatta di Masa Kceil Sampai Muda. Sang Jenius Dari Padang.
4. Pangeran Diponegoro: Pejuang Nasionalisme Indonesia. Putra dari Sultan Hamengkubuwono 3.
5. Tujuh Peristiwa Sejarah yang Terjadi di Indonesia pada Bulan Juli Wajib Anda Ketahui.
6. 7 Hal Tentang Patih Gajah Mada Kerajaan Majapahit. Hanya Bertani Setelah Melepas Jabatan.

Created by Canva

11/07/2023

Kabar Sejarah Episode 1 : Tokoh Penting Sejarah Indonesia, Peristiwa dan Tempat Wisata Sejarah.1. Kisah Masa Muda Soekarno. Ternyata ini Profesi Beliau Sebel...

10/07/2023

Address

Ungaran
50518

Telephone

+6285869969711

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Sejarah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kabar Sejarah:

Share

Category