14/07/2026
‼️ DUGAAN SKANDAL DANA DESA EHE: KE MANA HAK RAKYAT MENGALIR?
Infrastruktur jalan tak tersentuh, ruang tunggu perahu penyeberangan hancur tak terawat, namun anehnya Dana Desa terus mengalir setiap tahun! Dugaan tindak pidana korupsi kini mengguncang Desa Ehe, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Warga mulai bersuara karena tak lagi merasakan manfaat dari dana ratusan juta yang seharusnya menjadi hak mereka! 😱💸
3 Kejanggalan Mencolok dari Penjelasan Kepala Desa (Spener Sigandong):
1. Alasan 'Potongan Pusat': Sang Kades mengklaim dana yang seharusnya Rp600 Juta lebih, hanya turun sekitar Rp200 Juta karena dipotong dari pusat. Benarkah ada mekanisme pemotongan sebesar itu dari pusat tanpa kejelasan?
2. Blunder Alasan BLT: Kades berdalih dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun warga cerdas merespons: Mekanisme penyaluran BLT berasal langsung dari pusat ke rekening warga, bukan mengambil jatah pembangunan fisik Dana Desa!
3. Fakta Lapangan Nol Besar: Alasan kekurangan dana tidak bisa dijadikan tameng ketika fasilitas publik vital, seperti ruang tunggu penyeberangan, dibiarkan menjadi reruntuhan.
Warga Desa Ehe kini mendesak ketegasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut!
Aparat penegak hukum dituntut untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Desa Ehe guna mengusut tuntas ke mana menguapnya anggaran yang seharusnya memajukan kesejahteraan masyarakat. 🏛️🔥
Dana desa adalah uang rakyat, bukan dompet pribadi! Mari kita kawal kasus ini agar kebenaran segera terungkap!
Bagaimana tanggapan kalian tentang alasan "potongan dari pusat" ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇