Musaehi Channel

  • Home
  • Musaehi Channel

Musaehi Channel Fanpage ini dikelola oleh seorang alumni pesantren yang ingin menyajikan informasi yang bermanfaat. Dari santri oleh santri untuk negeri.

KH. Abul Mafakhir putra dari KH. Abul Fadhol Senori pernah berkata kurang lebih begini: “Mbah Mun itu pernah bilang, kal...
17/09/2025

KH. Abul Mafakhir putra dari KH. Abul Fadhol Senori pernah berkata kurang lebih begini:

“Mbah Mun itu pernah bilang, kalau bisa jangan merokok. Tapi kalau mau merokok, tidak apa-apa, asal rokoknya Sukun.”

Ucapan itu beliau sampaikan sambil merokok Sukun, merokok khas dari Kudus yang memang terkenal. Sebuah momen yang sederhana, namun sarat makna, karena di balik gurauannya tersimpan pesan kebijaksanaan.

Dan kita semua tahu, ayah beliau, KH. Abul Fadhol Senori, adalah guru dari KH. Maimun Zubair sebuah sanad keilmuan yang tak ternilai.

Syarat Mengaji ke Syaikh Mahfudz al-Termasi Harus Hafal al-QuranKiai Hamid Baidlowi pernah bercerita kepada KH. Muhammad...
13/09/2025

Syarat Mengaji ke Syaikh Mahfudz al-Termasi Harus Hafal al-Quran

Kiai Hamid Baidlowi pernah bercerita kepada KH. Muhammad Najih bahwa sebelum belajar kepada Syaikh Mahfudz Termas, Mbah Baidlowi mimpi bertemu dengan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang berpesan kepadanya :
إذا اردت أن تتعلم عند الشيخ محفوظ الترمسي فاخفظ القرأن وتعلم القراأت أولا
“Jika kamu ingin mengaji kepada Syaikh Mahfudz Termas, maka hafalkanlah al-Qur’an dan ilmu Qira’at terlebih dahulu.”

Yogyakarta, 12 September 2025

Amirul Ulum

12/09/2025

"Tirakat yang paling ampuh, Ternyata tirakat berhati bersih."

Tentu bukan berarti meninggalkan ibadah wajib lalu cukup berhati bersih dan berbuat baik saja.

Wajib tetap harus dikerjakan. Jika belum mampu mengiringinya dengan ibadah sunnah, maka berhati bersih adalah sebuah tirakat yang ampuh, sebab ia bukanlah hal yang ringan di masa seperti sekarang.

Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ كَثْرَةِ صَلَاتِهَا وَصِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا غَيْرَ أَنَّهَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا قَالَ هِيَ فِي النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ قِلَّةِ صِيَامِهَا وَصَدَقَتِهَا وَصَلَاتِهَا وَإِنَّهَا تَصَدَّقُ بِالْأَثْوَارِ مِنْ الْأَقِطِ وَلَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا قَالَ هِيَ فِي الْجَنَّةِ. رواه أحمد

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, ada seorang perempuan yang terkenal dengan banyak melaksanakan shalat, puasa, dan sedekah, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya. Beliau bersabda, “Ia di neraka.” Laki-laki itu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang perempuan yang terkenal dengan sedikit puasa, sedekah, dan shalatnya. Ia hanya sedekah dengan sepotong keju, tetapi ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya.” Maka beliau bersabda, “Ia di surga.” (H.R. Ahmad)

~ KH Imam Hambali (Pengasuh PP Al Jihad, Jemurwonosari, Surabaya)

Masāfatul Qashr Menurut Ulama IndonesiaSalah satu bentuk kemudahan (rukhshah) dalam syariat Islam adalah diperbolehkanny...
11/09/2025

Masāfatul Qashr Menurut Ulama Indonesia

Salah satu bentuk kemudahan (rukhshah) dalam syariat Islam adalah diperbolehkannya meringkas (qashar) salat empat rakaat menjadi dua rakaat ketika sedang dalam perjalanan (safar). Namun, Al-Qur’an maupun hadits Nabi Muhammad ﷺ tidak secara eksplisit menyebutkan berapa jarak yang membolehkan seseorang melakukan qashar (Masāfatul qashr) safar. Karena itulah, para ulama berijtihad untuk menetapkan batas jarak tersebut, demi menjaga konsistensi hukum dan memudahkan umat dalam mengamalkannya. Menurut Sayyid Abi bakar Syatho dalam kitabnya "I'anah Al-Tholibin", bahwa Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar dulu Melakukan qoshor sholat dan berbuka puasa pada perjalanan jarak 4 barid

وذلك لأن ابني عمر وعباس رضي الله عنهم كانا يقصران ويفطران في أربعة برد ولا يعرف مخالف لهما

Bila perjalanan tersebut diukur dengan waktu, maka dihitung perjalanan dua hari atau dua malam atau sehari semalam dengan mengendarai unta yang diberi muatan. Sebab Disamping mempertimbangkan waktu untuk makan, minum, sholat dan istirahat, juga memandang, bahwa Unta yang diberi muatan dalam sehari bisa menempuh delapan farsakh, dengan istirahat setiap satu farsakh

وأما تحديدها بالزمان فهو سير يومين معتدلين أو ليلتين معتدلتين أو يوم وليلة وإن لم يعتدلا بسير الأثقال وهي الإبل المحملة مع اعتبار النزول المعتاد للأكل والشرب والصلاة والاستراحة

Syaikh Syamsudin Abi Abdillah Muhammad bin Qosim al-Ghozzi dalam “Fathul Qarib” menjelaskan, bahwa 1 barid (1 pos) mempunyai hitungan = 4 farsakh. Sehingga jarak diperbolehkannya sholat qoshor adalah 16 farsakh. 1 farsakh mempunyai hitungan = 3 Mil Hasyimi, jadi jumlahnya ada 48 Mil. Satu Mil Hasyimi mempunyai hitungan = 4000 langkah kaki, sementara satu langkah kaki mempunyai hitungan = 3 telapak kaki

ان تكون مسافته ستة عشر فرسخا تحديدا في الاصح ولا تحسب مدة الرجوع منها، والفرسخ ثلاثة اميال وحينئذ في فمجموع الفراسخ ثمانية و أربعون ميلا، والميل أربعة آلاف خطوة، والخطوة ثلاثة أقدام، والمراد بالاميال الهاشمية

Kemudian sebagai negara yang menggunakan sistem metrik (sistem yang mengukur jarak dalam kilometer, bukan sistem imperial, Para ulama' di Nusantara lalu mengkonversikan jumlah tersebut dalam hitungan kilometer, menurut Syaikhina KH. Maimoen Zubair (Sarang) sebagaimana dimuat oleh Kiai Fakhrurrozi dalam kitabnya “Faidhur Rahmani fi Tsabat Maimuny”, menjelaskan, bahwa 1 farsakh adalah 5 kilometer. Hal itu mengitung jarak antara Makkah dengan Tan'im, dimana Tan'im adalah miqot terdekat untuk penduduk Makkah. Oleh karenanya, Bila dihitung, maka jarak minimal diperbolehkan untuk qoshor menurutnya adalah 80 kilometer, yaitu 5 kilometer dikalikan 16 farsakh

ومنها مسافة القصر وهي ستة عشر فرسخا، وهي ثمانون كيلو مترا، اذ ما بين مكة والتنعيم فرسخ، وهو قديماً خمسة كيلو متر

Pendapat Syaikhina Maimoen itu tidak sejalan dengan pendapat salah satu gurunya sendiri, yaitu KH. Abul Fadlol (Senori) dalam kitabnya “Tafsir ayatil Ahkam”. Menurutnnya, satu mil Hasyimi itu sama dengan 4000 langkah, sementara 1 langkah normal itu sama dengan 3 telapak kaki, sedangkan ukuran telapak kaki orang dewasa umumnya 22 adalah cm. Sehingga 1 langkah sama dengan 66 cm. Maka jika dikalikan hasil jarak 1 mil itu adalah 2,64 KM, kemudian jika dikalikan lagi, jarak 1 farshakh itu sama dengan 7,92 KM. Dan Jika dikalikan 16 farsakh, maka hasilnya 126,8 KM

لمسافة القصر عند الشافعية: ستة عشر فرسخا، والفرسخ: ثلاثة أميال بالهاشمية، والميل: اربعة الاف خطوة، والخطوة: ثلاثة أقدام، وغالب القدم: اثنان وعشرون سنتي متراً، فالميل: الفان وستمائة واربعون مترا، حاصل ضرب ٦٦ سنتي متر في اربعة آلاف ، والفرسخ: سبعة آلاف متراً وتسعمائة وعشرون مترا، حاصل ضرب ٢٦٤٠ متر في ثلاثة، فمسافة القصر بكيلو متر: مائة وستة وعشرون كيلو متر وسبعمائة وعشرون مترا

Pendapat berbeda juga muncul dari KH. Ahmad Sahal Mahfudz (Kajen). Dalam kitabnya “Faidlul Hija”, beliau menggunakan acuan sebagaimana perhitungan KH. Maksum ali (Jombang) dalam kitab “fathul qodir”, bahwa perjalanan yang memperoleh dispensasi qosor jamak ialah perjalanan sehari semalam, yakni dengan hitungan Satuan = langkah kaki orang dewasa yang sehat bugar dan normal. Satu menit melangkah = 70 meter atau 0,07 km. Satu jam melangkah = 4200 meter atau 4,2 km. Masa istirahat 3 jam. Jadi perjalanan sehari semalam 24 jam - 3 jam = 21 jam. Kemudian 4200 meter dikali 21 jam = 88.200 meter atau 88,2 km, di bulatkan jadi 90 km

مسافة القصر على ما صححه في فتح القدير: ٨٩ كيلو متر و ٩٩٢٫٩٩٩ متر

Tidak hanya itu, ragam pendapat mengenai jarak qoshor dalam kilometer juga muncul dari ulama Indonesia yang lain, Seperti menurut KH. Minan Zuhri (Kudus) dalam kitabnya “Fasholatan” yang menyebut, bahwa ukuran Jarak diperbolehkan Qoshor adalah: 88, 5 KM, Kiai Ahmad Sakhowi Amin dalam kitabnya “Sabilun Najah", menyebut: 85 KM, KH. Bisri (Rembang) dalam kitabnya “Al-ibriz” menyebut: 85 KM, KH. Misbah (Bangilan) dalam kitabnya “Al-iklil” menyebut 80, 640 KM, Kiai Ahmad Fathoni Muhson dalam kitabnya “Tarjamah Durusul Fiqhiyyah” menyebut: 84 KM, Kiai Masruh bin Yahya (Rembang) dalam kitabnya “Tarjamah Taqrib ” menyebut: 80 KM, Sayyid Abdurrahman bin Saqqaf dalam kitabnya “ Durusul Fiqhiyyah”, Menyebut: 80, 64 KM, prof. Mahmud Yunus dalam kitabnya “Al-fiqhul Wadlih” Menyebut: 88, 5 KM, H. Sulaiman Rasjid, dalam bukunya “fiqih Islam”, menyebut: 80, 640 KM, Drs. Moh Rifa'i dalam bukunya “Risalah tuntutan sholat” menyebut: 81 KM, dan Dra. Hj. Siti Amanah dalam buku “kumpulan tuntutan sholat” menyatakan, bahwa Ukuran Qoshor adalah: 90 KM

Walhasil, Penetapan jarak qashar oleh ulama adalah bagian dari ijtihad yang dibenarkan dalam Islam karena dalilnya bersifat umum. Dalam konteks Indonesia, penggunaan satuan kilometer bukanlah bid'ah atau penyimpangan, melainkan bentuk ta’lif (penyesuaian) dengan sistem pengukuran resmi negara untuk memudahkan umat Islam menjalankan syariat dengan tepat. Meskipun terdapat perbedaan angka dalam penetapan jarak, semuanya berangkat dari semangat untuk menjaga keabsahan ibadah sesuai dengan pemahaman fiqih masing-masing. Rata-rata ulama Indonesia mengacu pada jarak antara 80 km hingga 90 km sebagai standar masafatul qoshri. Perbedaan ini merupakan bagian dari keluasan fiqih Islam yang membuka ruang bagi ijtihad dan kontekstualisasi sesuai dengan kondisi & kebutuhan umat diberbagai tempat.

Wallahu Ta'ala a'lam bis Shawab

Source: Madosi Sinten.

14/01/2023

Pentingnya Ziarah Kubur Agar Tahu Jasa Orang Tua - KH. Himamuddin Ridwan

بسم الله الرحمن الرحيمreview dulu ya bos....mengikut fikih Imam Syafi'i, sembelihan itu HALAL, kalo.....1. Hewan yg dise...
08/01/2023

بسم الله الرحمن الرحيم

review dulu ya bos....

mengikut fikih Imam Syafi'i, sembelihan itu HALAL, kalo.....

1. Hewan yg disembelih, hewan yg hidup (punya hayatun mustaqirroh). Hewan mati/tiren, haram meskipun disembelih.

2. Hewan yg disembelih, hewan yg halal dimakan (Babi, anjing, dan kawan-kawan, tetap haram meski disembelih dgn cara yg benar).

3. Saluran Nafas (Hulqum), dan Saluran makan (Mari'), wajib terputus

4. Saluran darah (wadajan), sunah terputus

5. Mengikut fikih mazhab Imam Syafi'i, baca basmalah sebelum menyembelih, SUNNAH. Tp klo ikut mazhab Imam Maliki, baca basmalah sebelum meyembelih WAJIB

sembelihan yg tidak sesuai ketentuan halal, statusnya sama dgn bangkai (HARAM)

Orang Yang Sudah Mati Bisa Mendoakan Untuk Orang Yang Hidup?Berdoa kepada Allah dengan perantara orang yang masih hidup ...
22/02/2022

Orang Yang Sudah Mati Bisa Mendoakan Untuk Orang Yang Hidup?

Berdoa kepada Allah dengan perantara orang yang masih hidup atau sudah wafat sama-sama boleh. Mereka -yang hidup atau mati- tidak dapat mengabulkan doa. Hanya Allah yang mengabulkan doa. Mereka hanya sekedar mendoakan.

Heh orang yang mati masih bisa mendoakan untuk orang yang hidup? Berikut hadis-hadisnya:

1. Hadis Musnad Ahmad

عن أنس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشايركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا وإن كان غير ذلك قالوا اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا. رواه أحمد

Dari Anas bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh amal kalian disampaikan kepada kerabat dan kawan yang telah MATI. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Jika tidak baik, maka mereka berdoa: “Ya Allah jangan matikan mereka sebelum Engkau beri hidayah kepada mereka seperti Engkau memberi hidayah kepada kami” (HR Ahmad).

Bukankah itu hadis daif karena ada perawi yang tidak disebutkan? Sebentar, ini ada lagi hadis yang menguatkan:

2. Hadis Thabrani

وإن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم فإن كان خيراً فرحوا واستبشروا وقالوا اللهم هذا اللهم ألهمه عملا صالحا ترضى به عنه وتقربه إليك. رواه الطبراني

Hadis: “Sungguh amal kalian disampaikan pada keluarga dan kawan. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Kata mereka: “Ya Allah beri ilham pada-nya amal saleh yang Engkau ridlai” (HR Thabrani)

Bukankah di dalamnya ada perawi bernama Maslamah bin Ali, dia adalah dlaif!!! Kenceng banget. Be calm. Ini masih ada hadis berikutnya:

3. Hadis Ibnu Mubarak

فيعرض عليهم أعمالهم ، فإذا رأوا حسنا فرحوا و استبشروا ، و قالوا : هذه نعمتك على عبدك فأتمها ، و إن رأوا سوءا قالوا : اللهم راجع بعبدك " . أخرجه عبد الله بن المبارك في " الزهد "

Hadis: “Lalu amal mereka diberi tahukan (kepada ahli kubur). Jika dilihat amal baik, maka mereka bahagia dan berkata: "Ini adalah nikmat Mu untuk hambaMu, maka sempurnakanlah". Jika amal buruk mereka berkata: “Ya Allah kembalikan hamba Mu” (HR Ibnu al-Mubarak dalam Az-Zuhd)

Hhhmmm itu gimana status hadisnya?

Syekh Albani Menilai Sahih

Saya tidak berpedoman pada Syekh Albani kecuali untuk membungkam para pentaklidnya saja. Berikut penjelasannya:

و بالجملة فالحديث صحيح كما قال السيوطي بهذه الشواهد و الله أعلم (السلسلة الصحيحة ج 6 / ص 127)

Syekh Al-Albani: “Secara keseluru-han hadis ini adalah sahih dengan berbagai hadis penguatnya seperti dikatakan oleh As-Suyuthi” (Silsilah Shahihah 6/127)

Sahabat Bertawassul Di Makam Nabi

وَرَوَى اِبْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ مَالِك الدَّارِيِّ - وَكَانَ خَازِنَ عُمَرَ - قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِيْ زَمَنِ عُمَرَ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَى الرَّجُلَ فِيْ الْمَنَامِ فَقِيْلَ لَهُ اِئْتِ عُمَرَ ... الْحَدِيْثَ.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hadis dengan sanad yang sahih dari Abi Shaleh Samman, dari Malik al-Dari (Bendahara Umar), ia berkata: Telah terjadi musim kemarau di masa Umar, kemudia ada seorang laki-laki (Bilal bin Haris al-Muzani) ke makam Rasulullah Saw, ia berkata: "Ya Rasullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, sebab mereka akan binasa."

وَقَدْ رَوَى سَيْفٌ فِي الْفُتُوْحِ أَنَّ الَّذِيْ رَأَى الْمَنَامَ الْمَذْكُورَ هُوَ بِلَالُ بْنُ الْحَارِثِ الْمُزَنِيُّ أَحَدُ الصَّحَابَةِ (ابن حجر فتح الباري 3/331 وابن عساكر تاريخ دمشق 56/380)

Kemudian Rasulullah datang kepada lelaki tadi dalam mimpinya, beliau berkata: Datangilah Umar…. Saif meriwayatkan dalam kitab al-Futuh lelaki tersebut adalah Bilal bin Haris al-Muzani salah satu Sahabat Rasulullah”. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, III/441, dan Ibnu 'Asakir, Tarikh Dimasyqi, 56/489)

Dalam riwayat tersebut tidak minta hujan kepada Nabi, tetapi agar dimintakan hujan, tentu agar meminta kepada Allah.

FB: Ma'ruf Khozin

Address

Jalan Mangga

53274

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Musaehi Channel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share