SUMBA NTT

Directions Contact the business

SUMBA NTT SUMBA NTT "Ini Sumba Bukan Nama Sebuah Tarian Tapi Sebuah Mimpi".--- All About Sumba Island ---

16/10/2026

Ketika Savana Bertemu Samudra - Afrika kecil di Indonesia itu nyata, Namanya Purukambera.
trip.idn

14/10/2026

WEE KACURA - AIR TERJUN YANG TUMBUH DI TENGAH Sawah.

Di Sumba, keindahan tidak selalu harus dicari di puncak bukit atau di ujung pantai. Kadang, dia tiba-tiba muncul di tempat yang paling tidak terduga — di tengah hamparan sawah yang menguning.

Itulah Wai Kacura. Orang luar menyebutnya Wee Kacura, Weekacura, atau We'e Kacura. Tapi bagi warga Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, ini hanyalah "wai" — air — yang memberi hidup.

Sumbernya bukan dari gunung yang jauh. Wai Kacura adalah limpahan dari mata air abadi Waikelo Sawah, mata air raksasa yang menjadi nadi irigasi bagi ratusan hektar sawah di Wewewa. Air yang keluar dari perut bumi itu begitu jernih, begitu dingin, sehingga ketika ia mengalir turun setinggi tidak lebih dari dua meter di setiap tingkatannya, ia tidak menghancurkan — ia menata. Bertingkat-tingkat, berundak-undak seperti tangga alami yang disusun leluhur, membentuk belasan kolam kecil berwarna biru tosca yang di dunia travel disebut emerald pools.

Warna itu bukan editan. Di pagi hari antara jam 8 sampai 10, saat matahari Sumba masih miring, sinar menembus dasar batu kapur putih dan memantulkan warna biru safir yang luar biasa. Di sekelilingnya, padi bergoyang, capung beterbangan, dan anak-anak pulang sekolah menjadikan kolam itu sebagai kolam renang alami mereka.

Berbeda dengan air terjun Lapopu yang gagah dan tinggi, Wai Kacura itu ramah. Kamu tidak perlu trekking berat. Dari tempat parkir motor, kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri pematang sawah yang sempit. Suara gemuruhnya pelan, menenangkan. Begitu sampai, kamu bisa langsung melepas sandal dan menceburkan kaki. Kedalamannya hanya sebetis sampai sepinggang orang dewasa — aman untuk keluarga.

Tapi justru karena keramahannya inilah Wai Kacura rapuh. Ini bukan taman wisata buatan pemerintah. Ini adalah ruang hidup. Air yang kamu pakai berenang, 5 menit kemudian mengalir untuk mengairi padi yang akan menjadi nasi warga. Karena itu ada aturan tidak tertulis yang wajib dijaga: jangan pakai sabun, sampo, atau sunblock saat berenang, jangan menginjak pematang sawah yang baru ditanam, dan bawa kembali sampahmu.

Waktu terbaik ke sini adalah musim kemarau (Mei - Oktober) di mana air paling jernih dan sawah berwarna keemasan. Datanglah di hari kerja agar kamu bisa memiliki seluruh kolam untuk dirimu sendiri. Tidak ada tiket resmi, hanya donasi sukarela untuk penjaga lokal.

Wai Kacura mengajarkan kita satu hal: bahwa di Sumba, alam dan manusia tidak pernah terpisah. Air terjun ini bukan di tengah sawah — ia adalah bagian dari sawah itu sendiri.

Lokasi: Desa Tema Tana, Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, NTT - 1 jam dari Tambolaka.
Tips: Pakai sandal gunung, bawa baju ganti, dan drone jika ada. Jangan pakai filter — birunya sudah cukup.
sumba_

13/10/2026

The Blue Waterfall That Tests You Before It Rewards You - Matayangu, Central Sumba.

Beautiful? Absolutely.
Easy? Not at all.

513 stairs, 1.5 hours of jungle trekking, slippery bamboo bridges, green pipes, and zero signal.

This is Matayangu — the famous Blue Waterfall hidden deep inside Matalawa National Park, in Manurara Village, Central Sumba.

Everyone can go to the beach. Only the brave make it here.

Are you brave enough?

📍 Matayangu Waterfall, Central Sumba, Indonesia
25 minutes from Waibakul + 90 minutes trekking

Come to Sumba. The hard road is worth it.

Laly Malio


13/10/2026

The Last Megalithic Village on The Beach - Ratenggaro, Southwest Sumba.

At the southern tip of Southwest Sumba, there is a village that still lives atop stone graves hundreds of years old. Its name is Ratenggaro.

Here, the traditional houses called Uma Kelada soar up to 15 meters — the tallest in all of Sumba. Beneath them, around 300 megalithic stone graves are scattered across the ground. In front of them, lies the Indian Ocean.

This is not a museum. This is a traditional village that is inhabited, preserved, and woven every day by the Marapu people.
alshaibanii

12/10/2026

Ketika Syair Menyatukan Ratusan Hati - Tradisi Tarik Batu di Pulau Sumba. Definisi Gotong Royong yang sebenarnya ada di Sumba!

10/10/2026

Ata Ratu - Ratu Jungga Sumba Timur | Suara Emas dari Mangili yang Mendunia Sampai Belgia.

Ata Ratu adalah perempuan pemusik tradisional Sumba berkebangsaan Indonesia yang dijuluki sebagai Ratu Jungga.

Berasal dari Desa Mangili, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ata Ratu bukan sekadar pemusik. Ia adalah penjaga ingatan.

Di tengah gempuran modernisasi, ia mendedikasikan hidupnya untuk meneliti, menghafal, dan melestarikan lagu-lagu Sumba tempo dulu yang hampir punah dengan berkolaborasi langsung bersama generasi tua.

Musik yang ia mainkan adalah bentuk musik Sumba yang relatif modern. Jika leluhurnya memainkan Jungga dengan dua senar, Ata Ratu memainkan Jungga dengan empat senar dengan suara yang powerful dan lirik yang ia improvisasi secara spontan sesuai suasana.

Karyanya telah diakui dunia:
Karyanya pernah dirilis di album Smithsonian/Folkways “Music of Indonesia” dan pada akhir tahun 2017, ia terpilih mewakili Indonesia dalam program kebudayaan Europalia untuk mementaskan karyanya di Belgia dan beberapa negara Eropa lainnya.

Alat Musik: Jungga (kecapi tradisional Sumba



Address

Waingapu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SUMBA NTT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to SUMBA NTT:

Shortcuts

Share