Dano Anes Tabuni

Dano Anes Tabuni Halaman Facebook Resmi Dano Anes Tabuni Politikus Papua Merdeka
(3)

TENANG DI TENGAH BEBAN  Duduk diam di atas tanah yang kami cinta,Wajah tenang tersenyum, namun hati penuh genta.Di mata ...
06/06/2026

TENANG DI TENGAH BEBAN

Duduk diam di atas tanah yang kami cinta,
Wajah tenang tersenyum, namun hati penuh genta.
Di mata tak tampak goyah, tak tampak ragu,
Padahal pikiran berlayar jauh, memikul beban yang berlalu-lalang.

Setiap helaan napas adalah doa dan harapan,
Untuk tanah kelahiran, untuk rakyat yang tertindas.
Di balik senyum ini ada beban yang berat terasa,
Perjuangan Papua Barat, harga mati yang kami junjung tegas.

Tubuh diam duduk bersandar pada waktu,
Namun jiwa bergerak menembus batas dan rindu.
Ingin melihat damai, ingin melihat kemuliaan,
Itu beban pikiran yang tak pernah lelah dibawa.

Tenang ini bukan tanda tak peduli atau pasrah,
Tapi kekuatan yang tumbuh dari hati yang tabah.
Biar berat beban yang dipikul sepanjang masa,
Kami tetap duduk tegar, berjuang sampai ke ujung waktu.

Dano Anes Tabuni
Sekjen GR-PWP PUSAT

HIDUP DALAM MISTERI  Langkah kaki melangkah tanpa peta pasti,Tak ada yang tahu apa yang ada di depan mata.Setiap hari ad...
06/06/2026

HIDUP DALAM MISTERI

Langkah kaki melangkah tanpa peta pasti,
Tak ada yang tahu apa yang ada di depan mata.
Setiap hari adalah teka-teki yang tak berhenti,
Hidup ini penuh rahasia, penuh pertanyaan tanpa jawaban nyata.

Kita lahir tanpa membawa petunjuk arah,
Tumbuh besar mencari arti dan makna.
Kadang tertawa bahagia, kadang menangis penuh lara,
Segalanya berubah, tak ada yang abadi, tak ada yang tetap sama.

Siapa kita, dari mana, dan untuk apa berada di sini?
Pertanyaan itu menggantung, tak pernah selesai dicari.
Nasib dan takdir berjalan di balik tabir yang tebal,
Kita hanya berjalan, merasai, dan mencoba mengerti.

Sering apa yang direncanakan tak pernah terjadi,
Yang tak terduga justru datang menyapa tiba-tiba.
Kebahagiaan dan duka datang silih berganti,
Seperti gelap dan terang, beriringan dalam satu waktu.

Misteri inilah yang membuat hidup jadi indah,
Tak terduga, tak tertebak, selalu punya kejutan.
Nikmati setiap detik, meski tak tahu akhirnya ke mana,
Karena hidup sejati adalah perjalanan di balik misteri yang abadi.

Dano Anes Tabuni

Terus Menerus Berbohong Tanpa Ada PerubahanKau datang membawa janji yang sama,dirangkai indah dengan kata dan harapan.Na...
05/06/2026

Terus Menerus Berbohong Tanpa Ada Perubahan

Kau datang membawa janji yang sama,
dirangkai indah dengan kata dan harapan.
Namun waktu terus berjalan tanpa makna,
karena yang tumbuh hanyalah kebohongan.

Hari berganti, bulan pun berlalu,
ucapanmu tetap terdengar serupa.
Berkata ingin berubah menjadi lebih baik,
namun langkahmu tetap di jalan yang sama.

Bohong demi bohong kau susun rapi,
seolah kebenaran dapat kau sembunyikan selamanya.
Padahal mata dan hati mampu melihat,
apa yang nyata di balik semua sandiwara.

Aku tak lagi marah atau membenci,
karena lelah telah mengajarkan arti menerima.
Bukan karena kebohonganmu menjadi benar,
tetapi karena aku belajar melihat kenyataan apa adanya.

Sebab perubahan bukan lahir dari ucapan,
bukan p**a dari janji yang diulang berkali-kali.
Perubahan lahir dari tindakan dan keberanian,
untuk jujur meski pahit harus dihadapi.

Jika terus berbohong tanpa ada perubahan,
yang hilang bukan hanya kepercayaan orang lain.
Namun perlahan kau akan kehilangan dirimu sendiri,
terjebak dalam bayangan yang kau ciptakan sendiri.

Dano Anes Tabuni

TIM KEBANGGAAN WARNA DIRI SEBAGAI ORANG HITAM.Oleh : Dano Anes Tabuni  Di bawah langit yang sama, aku berdiri tegak,Kuli...
03/06/2026

TIM KEBANGGAAN WARNA DIRI SEBAGAI ORANG HITAM.

Oleh : Dano Anes Tabuni

Di bawah langit yang sama, aku berdiri tegak,
Kulit hitam ini, bukan sekadar warna, tapi tanda kebesaran.
Tak peduli kemenangan atau kekalahan di lapangan,
Hatiku tetap berpihak, setia tanpa syarat, tanpa ragu sedikit pun.

Senegal, namamu terukir di dada sebagai kebanggaan,
Bukan hanya karena bola, bukan hanya karena trofi,
Tapi karena kamu adalah cermin harga diri kami,
Suara dari tanah yang melahirkan kekuatan dan martabat.

Orang hitam, kami bawa sejarah yang tak terhapus,
Kekuatan yang tumbuh dari tanah yang subur dan panas.
Saat kamu berlari, kami pun ikut berjuang,
Setiap langkahmu adalah langkah kami, setiap napasmu adalah napas kami.

Menang atau kalah, itu hanya hitungan di papan skor,
Tapi harga diri ini takkan pernah turun nilainya.
Kami mendukungmu bukan untuk kemenangan semata,
Tapi karena kamu adalah kami, dan kami adalah kamu.

Senegal, kebanggaan kami, cahaya kami,
Di setiap pertandingan, di setiap perjalanan,
Kami tetap berdiri, tetap berteriak, tetap setia,
Karena mendukungmu adalah cara kami mencintai diri sendiri,
Dan menjaga harga diri orang hitam, selamanya.

DANO ANES TABUNI
Aktivis West Papua

SURAT TERBUKA & LAPORAN RESMI Kepada Yth. 1. Jenderal Polisi Republik IndonesiaKAPOLRIdi – Jakarta2. Irjen Polisi Republ...
03/06/2026

SURAT TERBUKA & LAPORAN RESMI

Kepada Yth.

1. Jenderal Polisi Republik Indonesia
KAPOLRI
di – Jakarta
2. Irjen Polisi Republik Indonesia
KAPOLDA METRO JAYA
di – Jakarta

Dari: Dano Anes Tabuni

Perihal: LAPORAN ATAS TINDAKAN DAN PERNYATAAN MAMA YASINTA SERTA DAMPAK FILM “PESTA BABI” YANG MEMICU KEMARAHAN RAKYAT PAPUA DAN SELURUH RAKYAT INDONESIA



Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Dano Anes Tabuni, selaku aktivis kemanusiaan dan warga bangsa Papua, dengan penuh tanggung jawab dan keprihatinan yang mendalam menyampaikan surat terbuka ini kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Metro Jaya. Surat ini berisi laporan dan pengaduan terkait sikap, pernyataan, dan langkah yang diambil oleh seorang tokoh masyarakat bernama Mama Yasinta, serta kaitannya dengan keberadaan film berjudul “Pesta Babi” yang telah dan sedang menjadi perbincangan panas di ruang publik.

Sebagaimana Bapak ketahui, film Pesta Babi yang dibuat oleh sutradara tertentu ini telah menimbulkan dampak besar, bukan hanya di kalangan masyarakat Papua, tetapi juga di mata seluruh rakyat Indonesia yang memiliki rasa keadilan dan harga diri bangsa. Berdasarkan pengamatan kami sebagai pihak yang paling merasakan dampaknya, film ini dinilai sangat tidak bijak, tidak mempertimbangkan perasaan korban, dan memuat narasi yang jelas-jelas merugikan hak politik, harkat, serta martabat bangsa Papua.

Film ini hanya menguntungkan dua kelompok saja: kelompok oposisi dan kelompok yang mengangkat isu demokrasi dan HAM demi kepentingan narasi mereka sendiri. Sementara itu, rakyat Papua sebagai subjek dan korban dalam realitas sejarah dan kenyataan di lapangan, sama sekali tidak dipertimbangkan hak-haknya. Film ini membuat kami terlihat seolah hanya menjadi alat, sementara nasib kami sebagai bangsa yang memiliki identitas dan hak kemanusiaan diabaikan sepenuhnya. Hal ini adalah penghinaan besar yang membuat seluruh rakyat bangsa Papua merasa sangat tersinggung, kecewa, dan marah besar. Tidak hanya itu, banyak elemen masyarakat Indonesia yang mengerti kebenaran sejarah pun turut marah, karena melihat karya ini justru memicu perpecahan dan luka lama yang belum kering.

Yang menjadi persoalan serius dan kami laporkan saat ini adalah sikap Mama Yasinta.

Dulu, Mama Yasinta dikenal luas sebagai pejuang yang gigih mempertahankan tanah adat, berjuang mati-matian demi masa depan anak cucu kami, dan menjadi suara hati rakyat kecil. Namun hari ini, kami melihat fakta yang sangat menyakitkan: Mama Yasinta justru melakukan pelaporan, memberikan dukungan, atau berbicara ke arah yang mendukung keberadaan dan narasi dari film tersebut, bahkan berbalik arah mendukung pola pembangunan dan narasi yang kami sebut sebagai kolonialisme baru.

Tindakan dan pernyataan Mama Yasinta yang memihak atau melaporkan pihak yang kritis terhadap film tersebut, atau yang justru membenarkan isi dan tujuan film Pesta Babi, adalah hal yang sangat berbahaya. Hal ini membuat kemarahan rakyat Papua makin memuncak. Rakyat merasa dikhianati oleh tokoh yang dulu mereka percaya. Situasi ini berpotensi besar menimbulkan gesekan sosial, konflik antarkelompok, dan kerusuhan di tengah masyarakat, baik di tanah Papua maupun di wilayah lain, termasuk Jakarta, mengingat isu ini sudah menjadi perhatian nasional.

Kami ingin mengingatkan Bapak-bapak penegak hukum:

1. Bahwa isi dan penyajian film Pesta Babi mengandung muatan yang merendahkan martabat bangsa Papua dan berpotensi mengganggu persatuan serta kesatuan bangsa, karena tidak adil dan tidak transparan.
2. Bahwa tindakan Mama Yasinta yang melaporkan atau menentang suara kritis rakyat atas film ini, bertentangan dengan amanat perjuangannya dahulu, dan kini dianggap sebagai tindakan yang memprovokasi kemarahan rakyat.
3. Bahwa dampak dari kedua hal ini telah membuat rakyat Papua dan banyak rakyat Indonesia sangat marah, dan jika tidak ditangani dengan bijak, adil, dan cepat, hal ini bisa memicu gejolak sosial yang merugikan semua pihak.

Oleh karena itu, melalui surat terbuka ini, saya atas nama hati nurani rakyat Papua meminta kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Metro Jaya untuk:

✅ Pertama: Mengkaji ulang dampak keamanan dan ketertiban umum akibat penayangan dan narasi film Pesta Babi, mengingat film ini membuat rakyat marah karena tidak mewakili kebenaran dan hanya menguntungkan pihak tertentu saja.

✅ Kedua: Mengawasi dan meneliti segala pernyataan, laporan, dan langkah hukum yang diambil oleh Mama Yasinta terkait isu ini. Apakah langkahnya itu murni kehendak hati nurani, atau ada kepentingan yang tersembunyi yang justru membahayakan kerukunan? Karena tindakannya saat ini sangat bertolak belakang dengan perjuangannya mempertahankan tanah adat dulu.

✅ Ketiga: Menjadi penengah yang adil, tidak memihak, dan memberikan perlindungan kepada kami rakyat Papua yang merasa hak, harga diri, dan kemanusiaannya telah dilukai oleh narasi film tersebut maupun oleh sikap tokoh yang berbalik arah.

Kami tidak melarang seni atau karya, tetapi kami menuntut KEWAJARAN, KEBENARAN, dan PENGHORMATAN. Jangan biarkan sebuah karya dan sikap seorang tokoh memicu api kemarahan yang besar di dada rakyat yang sudah lama menanggung penderitaan.

Rakyat Papua marah bukan tanpa alasan. Rakyat Indonesia marah karena melihat ketidakadilan. Dan kemarahan ini harus didengar, bukan dipersulit atau dilaporkan seolah kami yang bersalah karena mempertahankan harga diri kami sendiri.

Demikian surat terbuka dan laporan ini saya sampaikan dengan kesadaran penuh, jujur, dan bertanggung jawab demi keamanan, keadilan, dan persatuan bangsa. Atas perhatian, kebijaksanaan, dan tindak lanjut Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Jayapura, 03 Juni 2026

Hormat saya,

(Tanda Tangan)

DANO ANES TABUNI
Aktivis West Papua

Karya Terbaik
03/06/2026

Karya Terbaik

Polemik film Pesta Babi semakin memanas. Setelah namanya ikut dilaporkan oleh Mama Yasinta ke Polda Metro Jaya terkait d...
03/06/2026

Polemik film Pesta Babi semakin memanas. Setelah namanya ikut dilaporkan oleh Mama Yasinta ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi, sutradara Dandhy Laksono akhirnya buka suara.

Dandhy mengaku kecewa dengan pelaporan tersebut. Ia mengingat kembali bagaimana dirinya dan tim selama ini mendukung perjuangan Mama Yasinta dalam membela tanah adat di Papua. Dalam pernyataannya, Dandhy juga menyoroti dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk menggeser perhatian publik dari substansi yang diangkat dalam film.

"Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga.

Kini, Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah.

Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua.

Di sinilah, mereka sedang melecehkan akal sehat kita semua."

Di sisi lain, Mama Sinta mengaku merasa sakit hati karena wajah dan dirinya ditampilkan dalam film tanpa persetujuan. Melalui laporan yang diajukan, ia meminta agar seluruh publikasi dan penayangan film tersebut dihentikan.

Kasus ini masih didalami oleh penyidik. Selain Dandhy Laksono, Ketua LBH Merauke Johnny Teddy Wakum juga ikut dilaporkan dalam perkara yang sama.

Bagaimana menurut Anda? Apakah polemik ini murni soal izin penggunaan data pribadi, atau ada persoalan lain yang lebih besar di baliknya?

Surat Terbuka Kepada KapolriKepada Yang Terkasih,Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Jalan Trunojoyo No. 3, Keba...
03/06/2026

Surat Terbuka Kepada Kapolri

Kepada Yang Terkasih,
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo,
Jalan Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Shalom!

Terimalah salam hangat dari saya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Raja Damai.

Pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada bapak untuk menyikapi dengan bijak laporan kepada kepolisian tentang pembuat Dokumenter Film Pesta Babi. Apabila pembuat Dokumenter Film Pesta Babi dipanggil, diperiksa dan ditahan, maka konsekwensi yang mungkin akan terjadi adalah ada potensi besar gelombang protes di seluruh Indonesia, termasuk di seluruh Tanah Papua dan dunia internasional.Karena, Dokumenter Film Pesta Babi merupakan ungkapan fakta di lapangan yang diungkap sebagai koreksi dan kritik konstruktif kepada pemerintah untuk menilai dan mengevaluasi kembali kerusakan hutan, perampasan tanah milik penduduk setempat yang berdampak buruk jangka panjang penduduk asli Papua.

Dengan surat ini, saya ingatkan, pemanggilan, pemeriksaan, mungkin juga penahanan akan menjadi momentum dari berbagai pihak yang akan membuat ketidakstabilan Indonesia. Artinya, di Indonesia ada beberapa kelompok manusia:
(1) Kelompok Pendukung pemerintah;
(2) Kelompok Oposisi pemerintah;
(3) Kelompok kump**an sakit hati;
(4) Kelompok masyarakat miskin;
(5) Kelompok masyarakat yang disingkirkan dengan kebijakan penguasa;
(6) Kelompok yang dirugikan dari penguasa yang sedang berkuasa; dan
(7) Kelompok lain yang kita tidak prediksi.

Dari kelompok nomor 3 sampai 7 bisa saja memanfaatkan momentum ini untuk 'menekan' pemerintah dengan demo besar-besaran secara masif untuk meloloskan agenda atau kepetingan mereka.

"Kebenaran meninggikan serajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa". (Amsal 14: 34). "Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi". (Amsal 16:15).

Semoga surat singkat ini berguna untuk Kapolri. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Ita Wakhu Purom, 4 Juni 2026

Gembala Dr. Ambirek/t G. Socratez Yoman

1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua;
2. Pendiri, Pengurus dan Anggota Dewan Gereja Papua Barat (WPCC)
3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC)
4. Anggota Aliansi Baptis Dunia (BWA).

===========

Kontak person: 08124888458

Beda orang, beda cerita,Beda jalan, beda tujuan Tidak ada yang sama,Tidak ada yang serupa.Jangan kamu berpikir,Ganti ora...
03/06/2026

Beda orang, beda cerita,
Beda jalan, beda tujuan
Tidak ada yang sama,
Tidak ada yang serupa.

Jangan kamu berpikir,
Ganti orang ganti nasib
Belum tentu lebih bahagia,
Belum tentu lebih sejahtera.

Jalani hidupmu sendiri,
Dengan penuh syukur
Karena setiap orang memiliki,
Cerita dan jalan yang unik.

Dano Anes Tabuni

Address

Jalan Raya Pyramid Tiom Distrik Piramid Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan
Sentani
99511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dano Anes Tabuni posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dano Anes Tabuni:

Share