Lani Ninawone

Lani Ninawone Ninawi werak ninagunume

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Terina Dell, Merdu Duwitau, Nogar Nogar, Adriana Omak,...
14/02/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Terina Dell, Merdu Duwitau, Nogar Nogar, Adriana Omak, Opel Rhls Erubun, Sunih Tram, Opi Sanamuara, Koslappok Nayak Hilapok, Majus M, Boaz Kogoyanack, Defajes Waromiy, Yago Kasar, Elawo Hokput, Ricky Niwotif, Napi Kapisa, Boga Maga, Rahema Myogi

03/09/2021

VISI WEST PAPUA HIJAU (GREEN STATE VISION )
--------------------------------------
Oleh Ibrahim Peyon, Ph. D

Green State Vision WEST PAPUA adalah sebuah visi untuk masa depan orang Papua, Indonesia, Pasifik dan umat manusia di seluruh dunia. Green State Vision hadir untuk menjawab tantangan perubahan iklim yang mengancam umat manusia secara global dan planet bumi kita ini. Perubahan iklim membawa dampak yang serius secara global bagi eksistensi umat manusia di planet bumi ini. Aktivitas manusi meningkat dengan tidak rama lingkungan alam, meningkatnya produksi ekonomi kapitalis, revolusi industri dan teknologi berkontribusi meningkatkan suhu kepanasan bumi secara global. Suhu kepanasan bumi mengakibatkan telah mengalami kekeringan, kebakaran, kebanjiran, longsor, sunamik dimana-mana yang mengancam eksistensi manusia, mahluk hidup dan alam. Dalam rangka mengatasi tantangan perubahan iklim global tersebut, bangsa Papua muncul dengan Green State Vision West Papua sebagai solusi untuk memberikan garansi bagi kehidupan manusia, mahluk hidup lain, alam semesta dan keselamatan planet bumi ini.

Green State Vision WEST PAPUA adalah; VISI PAPUA DAMAI dan HARMONI sebagai berikut:

(1). Green State Vision adalah Visi kedamaian manusia, damai dalam keluarga, damai dengan sesama, damai dengan tetangga, damai di antara etnik, damai dengan bangsa lain, dan damai dengan musuh.

(2). Green State Vision adalah visi damai manusia dengan Tuhan, damai manusia dengan roh, damai manusia dengan roh leluhur, damai manusia dengan kekuatan atau kepercayaan lain di tanah Papua.

(3). Green State Vision adalah Visi kedamaian Alam dan Lingkungan, kedamaian tanah, kedamaian hutan, kedamaian sungai dan laut, kedamaian gunung, kedamaian dan kenyamanan iklim, suhu dan udara. Damai dengan lingkungan dan kebersihannya.

(4). Green State Vision adalah Visi kedamaian vauna atau hewan, kedamaian burung-burung, reptilia, mamalia, Insekta, dan berbagai jenis hewan lain.

(5). Green State Vision adalah Visi kedamaian antara manusia dengan Tuhan, antara manusia dengan roh leluhur dan antara manusia dengan kekuatan lain yang dihuni di alam sekitar.

(6). Green State Vision adalah dimana bentuk dan struktur bangunan hijau yang damai dan nyaman. Green State Vision berarti menolak struktur bangunan republik, dominion, kerajaan, serikat dan semua jenis konstruksi lain dari luar.

(7). Green State Vision memiliki filsafat yang hijau, ideologi yang hijau dan damai, pandangan yang hijau dan damai, kepercayaan yang hijau dan damai, perspektif yang hijau dan damai. Dengan demikian Green State Vision menolak ideologi kapitalisme, ideologi sosialisme, dan ideologi lain dari luar yang merusak eksistensi Manusia, mahluk lain dan alam.

(8). Green State Vission adalah visi ekonomi hijau, fiskal hijau, moneter hijau, pengelolaan sumber daya alam hijau, pembangunan ekonomi dan insfrastruktur hijau, dan pembangunan industri hijau.

Green State Vision adalah visi dimana manusia berdamai dengan Tuhan, dirinya sendiri dan alam lingkungannya. Dimana manusia tidak merusak ciptaan lain, tidak memusuhi dan merusak sesama manusia dengan alasan apa pun, manusia tidak merusak dan menggali gunung berlebihan, tidak merusak dan mencemari sungai dan laut dengan merusak ekosistem, menghormati, mengakui, menjaga dan melindungi hak tanah atas kepemilikan perorangan, klen, sub suku dan suku bangsa. Menjaga, melindungi dan mengakui diversitas etnik, kultur, dan ekologi di West Papua. Manusia tidak merusak hutan, menjaga dan melindungi hak hidup flora dan vauna. Manusia menggunakannya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk masa depan generasi.

Dengan Green State Vision dapat menciptakan kedamaian dunia, keberlanjutan dunia, keselamatan manusia di dunia, dan keselamatan planet bumi. Green State Vision dapat mewujudkan Papua sebagai paru-paru dunia untuk menghasilkan oksigen bagi manusia dan nafas planet bumi dari kematian.

Green State Vision adalah visi dan misi yang berasal dari filsafat asli Papua dan Melanesia. Filsafat hidup yang sudah ada di sini dan dipraktikkan dan diaktualisasikan oleh orang Papua sejak leluhur, sejak mereka ditempatkan di tanah ini. Green State Vision adalah roh, jiwa dan budaya orang Papua dan bangsa Melanesia di tanah ini, dan falsafah itu diwujudkan dalam visi besar, “Green State Vision WEST PAPUA”.

Lanigwe Azalia Kogoya Black Lives MatterPapua Lives Matter
24/06/2020

Lanigwe Azalia Kogoya
Black Lives Matter
Papua Lives Matter



04/06/2017

Wone ebe wone kenok nir ninone paga Liru eriyak.

Nir Ninawone KUNUME WENE ambi yi nir lipaturak!  Liru yi kole Wendanak GASPER TABUNI nen mbangerak.
09/11/2016

Nir Ninawone KUNUME WENE ambi yi nir lipaturak! Liru yi kole Wendanak GASPER TABUNI nen mbangerak.

AWALNYA, SAYA SULIT MENGETAHUI ISTILAH FILOSOFI ORANG TUA MBALIM (BALIM) DI Kunume (PILAMO/HONAI) MENGENAI KEHIDUPAN INI. SERING KALI MEREKA IBARATKAN SEPERTI TUMBUHAN. DAN PENEKANAN UTAMA, OLEH MEREKA SELALU BERANGGAPAN AKAR POHON (OMANGEN/OMAKEN) PALING UTAMA:

Tumbuhan (pohon) terlihat hijau, segar dan tetap bertumbuh di bawah trik matahari serta saat disambar oleh angin ribut sekalipun, ia akan berdiri kokoh. Berdiri kokoh, karena pohon memiliki akar. Jadi, tumbuhan tanpa akar tiada artinya. Maksudnya, pohon tersebut tidak akan bisa berbuah, kemungkinan layu, kering, goyah dan pada akhirnya ia akan mati. Pohon disebut bertumbuhan karena memiliki struktur yang paling dasarnya dimulai dari akar , batang, ranting, daun serta hasil darinya yaitu buah. Dari beberapa keseluruhan struktur tumbuhan itu, "AKAR" memegang peranan yang paling penting dalam menghasilkan buah dari tumbuhan tadi.

Walaupun kita tidak melihat dengan mata telanjang kita mana itu akar, tetapi akar selalu ada dan dengan setidaknya, ia berusaha tanpa lelah merajalela kemana-mana di dalam tanah untuk mencari makan guna menghidupkan tumbuhan (pohon) tadi. Namun untuk melangsungkan kehidupan ini, akar tidak bekerja sendiri. Apa yang didapatkan oleh akar berupa (makanan) itu akan di olah menjadi menjadi sebuah energi yang berguna karena ada daunnya. Dalam ilmu alam kami kenal, Daun berfungsi untuk memasak bahan mentah yang didapatkan dari akar tadi untuk menjadikan sebuah bahan makan yang siap di konsumsi ke seluruh struktur dari pohon tadi. Jadi tumbuhan (pohon) itu sejatinya ada dan bertumbuh karena ada akarnya dan saling bekerja sama dengan semu struktur pohonnya.

Perumpamaan ini, jika kami aplikasihkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka saat anda menjadi bagian dari akar jangan perna anda melupakan batang, ranting dan daun, jika tujuan kami sama-sama mendapatkan hasil yaitu buah. Yang dimaksudkan buah disini seperti didalam alkitab menurut keyakinan orang kristen terdapat dalam "Galetia 5:22-23 (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri) serta suasana kekeluargaan, kaderisasi menjadi pemimpin masa depan, sebagai teladan dan lain sebagainya".

Saat anda menjadi batang, ranting dan daun sekali lagi jangan lupa! anda hanya berada selama "AKAR" memberimu berdiri tegak dan bukan hanya itu, ia pun dengan setia akan memberikan bahan mentah (makanan) untuk menghasilkan sebuah energi yang berfungsi guna menghidupkan tumbuhan (pohon) ini, agar tetap hidup, kuat supaya menghasilkan buah-buah seperti dalam tanda petik pada bacaan anda di atas tadi.

☆☆----- Ng. GASPER TABUNI W. (K O M B A R A B U N I) ----- ☆☆

NKRI MENCIPTAKAN MUSUH ABADINYA:=================================Mengapa orang PAPUA ingin MERDEKA (meluruskan sejarah m...
16/07/2016

NKRI MENCIPTAKAN MUSUH ABADINYA:
=================================
Mengapa orang PAPUA ingin MERDEKA (meluruskan sejarah mereka) untuk lepas dari republik Indoneisa ini melalui mekanisme referendum ulang atas dasar catat sejarah maupun hukum "pepera" masa lalu oleh pemerintah Indoneisa, Belanda, Amerika dan PBB atas tanah Papua ?

Pasti semua orang akan memberikan jawaban yang berbeda-beda atas pertanyaan seperti diatas ini. Jadi dasar perjuangan kemerdekaan bukan cacat sejarah maupun hukum, tetapi ia sebenarnya memiliki dasar atas manusia itu sendiri. Hal ini kemudian orang PAPUA sering kali menyebut bahwa kemerdekaan West Papua itu masalah "Harga Diri". Bukan masalah kesejahteraan Ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Republik Indonesia sudah kehilangan akal dan semua model bujukan mulai "otsus Papua dkk. isinya itu rupiahnya kebal untuk orang PAPUA.
Lalu perbuatan atau tindakan pemerintah Indoneisa dengan alat negara dalam hal ini Militer (TNI/POLRI) dalam perjalanan menuju pada proses "referendum" itu sebenarnya anda yang mempercepat dengan cara-cara yang anda buat selama sekian puluh tahun untuk orang PAPUA dan di titik ini kelihatannya cara-cara yang anda gunakan selama ini untuk orang PAPUA itu membenci anda seumur hidup mereka (musuh abadi).

Gambar Mahasiswa PAPUA atas nama Obi Kogoya (20 thn.) Tindakan diskriminasi dan rasisme oleh ormas buatan Militer Indonesia. 15 JULI 2016. ASRAMA MAHASISWA PAPUA KAMASAN I JOGJA.

19/02/2016

Wone Ob maluk KUNUME WENE wonage mengenom nen mban Koniyak mbake mingirak o wa. Copyright © Kunume 2016

Address

Penonggalo Pyramid
Wamena
99554

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lani Ninawone posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share