31/01/2026
Tanggapan Keras Gatot Nurmantyo terhadap Kebijakan Kapolri Kritik keras Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencuat pada akhir Januari 2026 menyusul pernyataan Kapolri terkait posisi institusi Polri.
Berikut adalah poin-poin utama penyebab kemarahan Gatot Nurmantyo:
Penolakan Polri di Bawah Kementerian: Kapolri Listyo Sigit secara tegas menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian dalam rapat kerja di Komisi III DPR pada 21 Januari 2026. Ia bahkan menyatakan lebih baik mundur dan menjadi petani daripada melihat institusinya tidak lagi berada langsung di bawah Presiden.
Penggunaan "Bahasa Konflik": Gatot menilai pernyataan Kapolri yang menyebut akan mempertahankan posisi Polri hingga "titik darah penghabisan" sebagai bahasa yang penuh intimidasi dan berbahaya bagi demokrasi. Ia menyebut diksi tersebut tidak etis bagi seorang pejabat negara.
Anggapan Pembangkangan terhadap Presiden: Gatot menuding sikap Kapolri tersebut sebagai bentuk pembangkangan terhadap wacana kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan memperingatkan agar Kapolri tidak menganggap Presiden sebagai "boneka" yang bisa diatur.
Penyampaian di Depan Publik: Kritik tajam ini disampaikan Gatot saat mengisi kuliah umum di Universitas Sangga Buana (USB) Bandung pada Kamis, 29 Januari 2026.
Di sisi lain, sejumlah pihak dan aktivis menilai kritik Gatot tersebut tidak proporsional dan menegaskan bahwa Polri tetap setia serta loyal sepenuhnya kepada kepemimpinan Presiden Prabowo.
Ingin tahu lebih lanjut tentang tanggapan pihak lain terhadap pernyataan Gatot Nurmantyo mengenai isu ini?