02/08/2026
K4sus peng3roy0kan tr4gis yang merenggut nyaw4 seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi pusat perhatian masyarakat luas.
Peristiwa kelam yang bermula dari tudvhan pencur1an ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi tersebut berujung m4ut setelah korb4n di4muk mass4.
Gelombang simpati publik mengalir sangat deras usai rekaman video t4ngisan an4k korb4n di area pemakaman beredar luas dan mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Dukungan serta bantuan dari berbagai pihak langsung mengalir ke kediaman keluarga almarhum di Desa Sidatapa, Buleleng.
Namun, di tengah derasnya uluran tangan dan kepedulian dari masyarakat, muncul isu miring yang mempertanyakan kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
Perbincangan hangat mendadak mencuat di tengah masyarakat mengenai kondisi bangunan tempat tinggal keluarga korban.
Muncul anggapan dan tuduhan bahwa keluarga almarhum sebenarnya hidup dalam kondisi serba berkecukupan serta memiliki rumah mewah berlantai granit.
Narasi tersebut sempat memicu polemik di kalangan netizen yang mempertanyakan kelayakan keluarga menerima bantuan.
Keraguan publik mengenai status ekonomi almarhum beserta istri dan ketiga anaknya pun bergulir makin liar di ruang digital.
Kondisi ini membuat sang istri, Dewi Suryantini, terpaks4 harus memberikan klarifikasi terbuka guna meluruskan simpang siur informasi yang menyudutkan keluarganya.
Dewi Suryantini secara tegas membant4h seluruh tuduhan yang menyebutkan bahwa rumah mewah berlantai granit tersebut merupakan milik pribadi keluarganya.
Bangunan teras dan rumah yang menjadi sorotan itu sebenarnya merupakan milik kerabat almarhum yang kebetulan sering berada di luar kota.