30/07/2026
Terkadang kalau ingat ada pelanggan yang setiap ditagih selalu susah, rasanya hati ini ikut lelah. Sempat bertanya dalam hati, "Kenapa ya harus begini?"
Tapi ternyata, Tuhan selalu punya cara yang indah untuk menenangkan hati.
Tapi ternyata, Tuhan selalu punya cara untuk menenangkan hati.
Waktu itu ada seorang kakak datang membeli beberapa bungkus roti kering. Saat menghitung uang kembaliannya, ternyata uang kecilku kurang.
Dengan sedikit malu aku bertanya, "Ditambahin apa, Kak?"
Beliau tersenyum lalu berkata, "Sepertinya belanjaanku sudah cukup, Kak."
Aku masih bingung. Lalu beliau melanjutkan, "Udah, nggak usah kembaliannya ya, nggak apa-apa."
Kalimat itu sederhana. Nilainya mungkin tidak seberapa. Tapi entah kenapa, rasanya seperti Tuhan sedang berkata, "Lihat... tidak semua orang akan menyulitkanmu."
Saat itu juga rasa kesal yang tadi memenuhi hati perlahan hilang.
Aku jadi belajar, kesabaran bukan berarti hidup selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Kesabaran adalah tetap memilih berhati baik, karena di saat yang tidak kita duga, Tuhan akan mengirimkan seseorang untuk mengobati lelah yang kita simpan.
Kadang satu kebaikan kecil dari orang asing mampu menghapus seribu rasa kecewa yang kita pendam. Dan mungkin, itulah cara Tuhan mengingatkan bahwa setelah kesulitan, selalu ada kebaikan yang menunggu.
Lalu beliau melanjutkan, "Udah, nggak usah kembaliannya ya."
Kalimat itu sederhana, tapi rasanya seperti diingatkan bahwa tidak semua orang akan menyulitkan kita.
Saat itu juga rasa kesal yang tadi ada perlahan hilang.
Aku belajar, kesabaran bukan berarti selalu dipertemukan dengan orang baik, tapi tetap memilih berhati baik. Karena di saat tak terduga, Tuhan bisa mengirimkan seseorang untuk meredakan lelah kita.
Kadang satu kebaikan kecil dari orang asing mampu menghapus banyak rasa kecewa. Dan mungkin, itulah cara Tuhan mengingatkan bahwa setelah kesulitan, selalu ada kebaikan yang menunggu.