Entrepreneur Indonesia

Entrepreneur Indonesia Platform Media Bisnis di Indonesia, Memberi Insight, Peluang dan Referensi Untuk Pengusaha.
(5)

Transformasi besar-besaran kembali direncanakan untuk salah satu ikon transportasi di ibu kota. Stasiun Gambir dikabarka...
27/08/2026

Transformasi besar-besaran kembali direncanakan untuk salah satu ikon transportasi di ibu kota.

Stasiun Gambir dikabarkan akan disulap menjadi kawasan terpadu yang terhubung langsung dengan kawasan Monumen Nasional (Monas), dengan mengusung konsep baru bernama Teras Monas. Proyek mercusuar ini diperkirakan membutuhkan gelontoran dana fantastis mencapai Rp1 triliun yang disiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Rencana alih fungsi dan penataan ulang kawasan ini bertujuan untuk menciptakan integrasi tata kota yang lebih modern, ramah pejalan kaki, serta memperindah lanskap jantung Jakarta. Stasiun Gambir tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat naik turun penumpang kereta api jarak jauh saja, tetapi juga akan bertransformasi menjadi ruang publik yang estetik dan terpadu dengan ruang terbuka hijau di sekitarnya.

Penyediaan dana sebesar Rp1 triliun ini tentu mencerminkan komitmen serius dalam memaksimalkan potensi aset strategis milik BUMN di pusat kota.

Dengan wajah baru nantinya, kawasan sekitar Monas dan Stasiun Gambir diharapkan mampu memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus mempercantik wajah estetika kawasan ring satu Jakarta di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bagaimana tanggapan Sobat Entrepreneur mengenai rencana mega proyek penataan Stasiun Gambir menjadi Teras Monas ini?

Apakah langkah investasi senilai Rp1 triliun ini sudah tepat sasaran untuk wajah baru Jakarta? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Berdasarkan laporan dan data sektor pertanian inter...
27/08/2026

Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Berdasarkan laporan dan data sektor pertanian internasional, Indonesia resmi masuk dalam jajaran kelompok raksasa pertanian dunia, berdiri sejajar dengan negara-negara adidaya seperti China, India, Amerika Serikat, dan Brasil.

Pencapaian luar biasa ini tentu bukan tanpa alasan. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah, luasnya lahan produktif, serta kerja keras jutaan petani di seluruh nusantara menjadi fondasi utama yang mengukuhkan posisi Indonesia.

Sektor pertanian terbukti menjadi salah satu pilar vital yang menopang ketahanan ekonomi nasional, menjaga stabilitas pangan, serta memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Bergabungnya Indonesia di jajaran elit raksasa pertanian ini membuka peluang emas sekaligus tantangan baru bagi para pelaku usaha, pebisnis, dan generasi muda di tanah air.

Di satu sisi, ini adalah bukti bahwa potensi agribisnis Indonesia memiliki daya saing yang sangat tinggi di tingkat internasional. Namun di sisi lain, hal ini menuntut adanya inovasi berkelanjutan, penerapan teknologi modern di bidang pertanian (smart farming), serta hilirisasi produk pertanian agar nilai tambahnya semakin meningkat.

Sebagai para penggiat bisnis dan pelaku ekonomi, sudah saatnya kita melihat sektor pertanian bukan sekadar kegiatan tradisional, tetapi sebagai peluang bisnis masa depan yang sangat menjanjikan.

Pemanfaatan teknologi digital dalam rantai pasok, pengolahan hasil panen yang lebih modern, dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan posisi strategis Indonesia di mata dunia.

Bagaimana pandangan Anda mengenai potensi besar sektor pertanian Indonesia saat ini? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

Biaya haji 2027 diusulkan mencapai Rp107,34 juta per jemaah. Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh biaya akan diba...
27/08/2026

Biaya haji 2027 diusulkan mencapai Rp107,34 juta per jemaah. Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh biaya akan dibayar langsung oleh jemaah.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengusulkan skema pembiayaan dengan Bipih sebesar 40 persen atau sekitar Rp42,94 juta, sementara 60 persen lainnya, sekitar Rp64,40 juta, berasal dari nilai manfaat yang dikelola BPKH.

Usulan ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada 19 Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan 2026, total BPIH memang meningkat. BPIH 2026 ditetapkan sekitar Rp87,4 juta per jemaah, dengan porsi biaya yang dibayar langsung jemaah sekitar 62 persen.

Dalam rancangan 2027, pemerintah menggunakan sejumlah asumsi ekonomi, termasuk nilai tukar Rp17.500 per dolar AS dan Rp4.666,67 per riyal Saudi. Biaya penerbangan juga menjadi salah satu komponen yang mengalami kenaikan, dengan usulan sekitar Rp40,53 juta, dipengaruhi antara lain oleh harga avtur dan nilai tukar rupiah.

Pemerintah juga mengasumsikan kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah. Namun, perlu dicatat bahwa angka Rp107,34 juta dan Rp42,94 juta tersebut masih berstatus usulan dan belum menjadi biaya haji final. Pemerintah bersama DPR masih akan membahasnya melalui Panja BPIH 2027.

Artinya, calon jemaah perlu menunggu keputusan resmi sebelum menjadikan angka tersebut sebagai patokan pembayaran.

Menurut kamu, apakah skema 40 persen dibayar jemaah dan 60 persen dari nilai manfaat ini sudah ideal?

Sumber: Kementerian Haji dan Umrah melalui pemberitaan rapat kerja Komisi VIII DPR RI, 19 Agustus 2026; Liputan6, 19 Agustus 2026. (kumparan.com⁠)

43 tahun bukan waktu yang sebentar untuk mempertahankan sebuah usaha. Di tengah perubahan zaman, selera konsumen, hingga...
27/08/2026

43 tahun bukan waktu yang sebentar untuk mempertahankan sebuah usaha. Di tengah perubahan zaman, selera konsumen, hingga semakin banyaknya pilihan jajanan, Pak Satori tetap memilih bertahan dengan usaha kue putu seribuan yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

Dengan gerobak sederhana dan peralatan yang apa adanya, setiap hari Pak Satori masih membuat kue putu untuk para pelanggan. Harga yang murah mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya ada kerja keras, ketekunan, dan perjalanan panjang yang tidak semua orang mampu menjalaninya.

Kue putu yang hanya dihargai Rp1.000 mungkin bukan sekadar jajanan bagi pembelinya. Bagi Pak Satori, setiap keping kue yang terjual menjadi bagian dari penghasilan untuk menghidupi keluarga sekaligus mempertahankan usaha yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Menariknya, di tengah tren makanan kekinian dengan harga yang semakin beragam, jajanan tradisional seperti kue putu masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Suara khas bambu, aroma pandan, gula merah yang meleleh, dan taburan kelapa menjadi kenangan yang sulit digantikan.

Kisah Pak Satori mengingatkan kita bahwa kesuksesan dalam usaha tidak selalu harus terlihat besar. Ada orang-orang yang memilih bertahan, menjaga kualitas, dan terus melayani pelanggan dari generasi ke generasi.

43 tahun berjualan bukan hanya tentang lamanya sebuah usaha berdiri, tetapi tentang konsistensi untuk tetap bekerja dan tidak menyerah.

Semoga kisah Pak Satori menjadi pengingat bahwa usaha sederhana pun memiliki nilai dan cerita besar di baliknya. ❤️

Tarif Parkir Disorot Antara Penataan Lalu Lintas dan Beban Ekonomi WargaIsu kenaikan tarif parkir hingga Rp60.000 per ja...
26/08/2026

Tarif Parkir Disorot Antara Penataan Lalu Lintas dan Beban Ekonomi Warga
Isu kenaikan tarif parkir hingga Rp60.000 per jam memicu gelombang penolakan dari pengguna kendaraan roda empat.

Kebijakan insentif dan disinsentif tarif parkir yang umumnya ditujukan untuk menekan polusi udara serta membatasi penggunaan kendaraan pribadi di zona kemacetan tinggi (seperti area koridor utama DKI Jakarta) dinilai memberatkan masyarakat kelas menengah.

Bagi sebagian pengguna jalan, kepemilikan mobil pribadi tidak selalu mencerminkan status ekonomi atas, melainkan kebutuhan mobilitas harian akibat keterbatasan jangkauan transportasi umum dari area penyangga.

Fakta dan Poin Penting Kebijakan Tarif Parkir Tertinggi

Dasar Regulasi Disinsentif: Penerapan tarif parkir disinsentif tertinggi di DKI Jakarta (mencapai Rp60.000/jam untuk mobil) diatur berdasarkan Pergub DKI Jakarta No. 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan aturan turunan retribusi daerah.

Kriteria Kendaraan Terkena Tarif Maksimum: Tarif tertinggi ini menyasar kendaraan roda empat yang tidak lulus uji emisi atau belum melakukan uji emisi, serta diparkir di lokasi parkir milik Pemprov DKI atau lokasi yang terintegrasi (seperti IRTI Monas, Blok M, dan area Park and Ride).

Tujuan Kebijakan: Mendorong warga melakukan uji emisi berkala, menurunkan tingkat emisi karbon, serta mengalihkan moda transportasi pribadi ke transportasi publik massal (MRT, LRT, TransJakarta).

Aspirasi Pengguna Jalan: Penolakan bersumber dari kekhawatiran atas tingginya biaya operasional harian, mengingat banyak pekerja komuter yang masih mengandalkan mobil untuk efisiensi waktu dan keterbatasan akses angkutan umum dari lingkungan kediaman mereka.

Tampah yang di Indonesia identik dengan aktivitas dapur, ternyata pernah punya “wajah” berbeda di pasar luar negeri. 😱Pa...
26/08/2026

Tampah yang di Indonesia identik dengan aktivitas dapur, ternyata pernah punya “wajah” berbeda di pasar luar negeri. 😱

Pada 2021, sebuah tampah bambu menjadi viral setelah ditemukan dijual di situs furnitur asal Amerika Serikat, Pottery Barn, dengan nama “Round Bamboo Wall Art” seharga US$299 atau sekitar Rp4,2 juta saat itu. Produk tersebut digunakan bukan untuk menampi beras, melainkan sebagai dekorasi dinding yang memberikan kesan natural dan estetik. (detikfinance⁠)

Padahal, di Indonesia tampah merupakan peralatan tradisional yang sangat familiar. Terbuat dari anyaman bambu berbentuk bulat, benda ini biasa digunakan untuk menampi beras, menaruh bahan makanan, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Fenomena ini menarik karena menunjukkan bahwa nilai sebuah produk tidak selalu ditentukan oleh bahan dan fungsi awalnya. Ketika dikemas dengan desain, cerita, branding, dan positioning yang berbeda, benda sederhana bisa berubah menjadi produk dekorasi bernilai tinggi.

Ini juga menjadi pengingat bagi pelaku UMKM Indonesia: jangan buru-buru menganggap produk tradisional sebagai barang “biasa”. Kerajinan lokal seperti bambu, rotan, kayu, dan anyaman memiliki peluang untuk masuk ke pasar dekorasi dan lifestyle global jika dikembangkan dengan tepat.

Jadi, bukan sekadar soal “tampah dijual Rp4,2 juta”. Yang lebih menarik adalah bagaimana produk sederhana bisa memperoleh nilai tambah ketika diposisikan untuk pasar yang berbeda.

Menurut kamu, kalau tampah seperti ini dijual sebagai dekorasi premium di Indonesia, apakah ada yang mau beli? 👀

Jawa Tengah terus menjadi salah satu wilayah penting dalam pergerakan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia...
26/08/2026

Jawa Tengah terus menjadi salah satu wilayah penting dalam pergerakan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan dari angka yang beredar.

Berdasarkan keterangan BPS Jawa Tengah yang diberitakan pada Juni 2025, sepanjang 2024 hingga 2025 terdapat tambahan tenaga kerja sekitar 520 ribu orang, sementara lapangan kerja yang tersedia sekitar 510 ribu. Artinya, peluang kerja memang bertambah dalam jumlah besar, tetapi pertumbuhannya masih belum sepenuhnya mampu mengimbangi tambahan tenaga kerja. (https://joglosemar.inews.id/⁠)

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Tengah tetap bergerak, termasuk sektor industri yang menjadi salah satu penyerap tenaga kerja utama. Di sisi lain, tantangan penciptaan pekerjaan masih cukup besar karena jumlah orang yang masuk ke pasar kerja terus meningkat.

Sementara itu, angka “11.340 perusahaan baru berdiri” yang tercantum dalam materi ini belum dapat kami konfirmasi sebagai data resmi tentang jumlah perusahaan baru di Jawa Tengah. Portal Data Jawa Tengah memang menyediakan data perusahaan yang terdaftar melalui Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online (WLKP), tetapi angka 11.340 pada sumber yang ditemukan merupakan ukuran file sumber data, bukan otomatis jumlah perusahaan baru. (Open Data Jawa Tengah⁠)

Jadi, kabar besarnya bukan sekadar berapa banyak perusahaan yang berdiri, tetapi seberapa besar dunia usaha mampu menciptakan pekerjaan yang produktif dan berkelanjutan.

Bagi Jawa Tengah, tantangannya jelas: pertumbuhan ekonomi harus terus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja agar semakin banyak masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

25/08/2026

Roti Kukus Pelangi Malaysia: Peluang Cuan Baru buat UMKM Kita? 🌈🇲🇾🇮🇩

Siapa yang lagi FOMO sama jajanan viral dari seberang ini? Yap, Roti Kukus Warna-Warni khas Malaysia! Teksturnya yang super lembut berpadu dengan aneka selai lumer (kaya, coklat, srikaya pandan) emang bikin ngiler.

Pertanyaannya: Bisa nggak sih ditiru sama UMKM Indonesia?
Jawabannya: BISA BANGET!
Secara bahan baku dan teknik, roti kukus ini sangat accessible untuk dapur UMKM kita. Kunci suksesnya ada di tiga hal:
Kualitas Roti: Harus super lembut dan fluffy. Jangan sampai bantat.

Warna: Gunakan pewarna makanan yang aman dan vibrant (menarik mata). Pastikan tidak mengubah rasa dasar.

Isian/Varian Rasa: Ini yang paling penting. Kita bisa mengadaptasi selai favorit lokal (misal: durian, keju, atau coklat lumer premium) untuk cita rasa yang lebih akrab di lidah Indonesia.

Ini adalah peluang bagus untuk diversifikasi menu kedai kopi, toko roti, atau jajanan pasar modern Anda. Modal relatif kecil, tapi potensi pasarnya besar, terutama buat kaum milenial dan Gen Z yang s**a jajan instagramable.

Tertarik buat cobain resepnya? Tulis di kolom komentar! 👇

Jakarta kembali mencatatkan sorotan tajam di kancah global terkait isu lingkungan hidup. Berdasarkan data pemantauan kua...
25/08/2026

Jakarta kembali mencatatkan sorotan tajam di kancah global terkait isu lingkungan hidup.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang beredar, ibu kota Indonesia ini dilaporkan menduduki peringkat pertama sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia, mengalahkan sejumlah kota besar lain di negara seperti Uganda dan India.

Dalam data indeks kualitas udara (AQI US) yang terekam pada 17 Agustus 2026 pukul 13.00–14.00, Jakarta berada di posisi puncak dengan angka 155 yang masuk dalam kategori tidak sehat. Angka tersebut melampaui Kampala di Uganda yang berada di posisi kedua dengan skor 147, serta Delhi di India yang menempati peringkat ketiga dengan skor 139. Kondisi ini tentu menjadi alarm darurat bagi kesehatan jutaan warga yang beraktivitas di ruang terbuka setiap harinya.

Buruknya kualitas udara di Jakarta bukanlah isu baru, melainkan akumulasi dari berbagai faktor kompleks seperti emisi gas buang kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga faktor meteorologi musiman. Bagi para pelaku bisnis dan pengambil kebijakan, situasi ini menuntut adanya solusi jangka panjang yang lebih agresif, mulai dari transisi energi hijau, penguatan transportasi massal, hingga pengetatan regulasi emisi.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk kembali disiplin menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan dan memantau pemantauan udara secara berkala demi menjaga kesehatan pernapasan.

Bagaimana pandangan Anda terhadap penanganan polusi udara di Jakarta saat ini? Apakah langkah-langkah yang ada sudah cukup efektif? Mari berikan pendapat Anda di kolom komentar.

Media sosial dihebohkan dengan sebuah narasi visual yang memperlihatkan kondisi Gedung Bank Mandiri. Dalam unggahan ters...
25/08/2026

Media sosial dihebohkan dengan sebuah narasi visual yang memperlihatkan kondisi Gedung Bank Mandiri.

Dalam unggahan tersebut, tampak perbandingan kondisi gedung di mana logo ikonik Bank Mandiri tiba-tiba diklaim hilang dari fasad gedung usai maraknya polemik blokir rekening yang tengah menjadi perbincangan publik. Isu ini dengan cepat menarik perhatian para pelaku bisnis, nasabah, serta pengamat ekonomi di dunia maya.

Namun, di tengah derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform digital, masyarakat diimbau untuk tetap bersikap bijak, kritis, dan tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang belum tentu kebenarannya. Validitas data serta klarifikasi resmi dari pihak manajemen Bank Mandiri maupun instansi berwenang sangat diperlukan guna menghindari kesalahpahaman publik.

Dalam dunia bisnis dan ekonomi modern, isu sekecil apapun yang berkaitan dengan lembaga perbankan besar dapat memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk selalu menyaring setiap informasi dan menunggu pernyataan resmi sebelum mengambil kesimpulan.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai viralnya isu ini? Mari berdiskusi secara sehat di kolom komentar.

Address

West Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Entrepreneur Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share