RADAR JOGJA

RADAR JOGJA Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from RADAR JOGJA, Newspaper, Sukatani.

Radar Jogja... Ikuti juga berita kami di
Twitter
Instagram
Youtube Radar Jogja Channel
TikTok
Podcast Spotify Radar Jogja


Business email
[email protected]

04/01/2026

JOGJA - PSIM Jogja meraih kemenangan penting saat menjamu Semen Padang FC pada laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (4/1). �Laskar Mataram menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 1–0 meski tampil dengan komposisi pemain tidak lengkap karena badai cedera dan akumulasi kartu.
�Tambahan tiga poin ini menjadi jawaban atas krisis pemain yang tengah dihadapi PSIM, sekaligus modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya di kompetisi kasta tertinggi tersebut. Hingga pertandingan berakhir, PSIM mampu mempertahankan keunggulan 1-0 atas tim tamu melalui gol penalti yang dicetak oleh Ze Valente.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel tak menampik kemenangan itu diraih melalui perjuangan berat. Menurutnya, Semen Padang tampil ngotot karena tengah berjuang menjauh dari papan bawah.
�"Ini adalah pertandingan yang sulit melawan tim yang berjuang keras untuk tetap berada di liga tertinggi. Sulit bagi kami mengalahkan mereka, tetapi pada akhirnya saya pikir kami pantas menang," ujar Van Gastel.

�Pelatih asal Belanda itu juga menilai timnya masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Ia menyebut PSIM tengah berada dalam proses pembentukan tim, sehingga masih ada beberapa kekurangan, terutama saat membongkar pertahanan rapat tim lawan.

KULON PROGO - Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 43 Tahun 2025 tentang larangan toko modern atau swalayan menyediakan ka...
04/01/2026

KULON PROGO - Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 43 Tahun 2025 tentang larangan toko modern atau swalayan menyediakan kantong plastik telah diberlakukan.

Alhasil, banyak masyarakat yang kebingungan hingga menolak kebijakan tersebut.

Keberatan diungkapkan Warga Kelurahan Wates Listianingsih yang menceritakan pengalamannya. Saat berbelanja di toko modern, dirinya tak mendapatkan kantong plastik. Padahal, barang belanjaannya lumayan banyak.

"Sudah tahu aturannya, tapi datang ke toko modern mendadak jadi tidak bawa kantong belanjaan," ungkap Listianingsih, Minggu(4/1).

Perempuan yang akrab disapa Listi itu mengaku sering membawa kantong belanja pribadi.

Namun, saat lupa membawa, dirinya lebih memilih membeli kantong plastik yang lebih praktis. Hal itu, telah dilakukan hampir tiga tahun terakhir semenjak kantong plastik berbayar.

Kendati telah meminimalisir kantong plastik, dirinya tetap keberatan dengan kebijakan dari perbup.

Lantaran, hanya membatasi penggunaan kantong plastik. Akan tetapi kemasan produk justru luput dari sorotan. Justru kemasan produk, yang menjadi penyumbang timbulan sampah plastik.

Selain Listi, pegawai Toko Swalayan di Jalan Sugiman Watu Lunyu Annisa mengaku banyak pembeli yang belum menerima informasi larangan kantong belanja plastik.

Bahkan beberapa pembeli kaget dengan kebijakan itu, padahal sudah terlanjur membeli banyak barang.

"Aturannya efekt8f mulai awal Januari lalu," ucapnya.

Annisa menjelaskan, pihak manajemen toko baru mendapatkan informasi larangan, pada 1 Januari lalu.

Tentu, manajemen tak mau melanggar kebijakan dan akhirnya membuat SOP baru dalam pelayanan. Salah satunya, mengingatkan pembeli dengan larangan kantong plastik sesaat sebelum pembayaran.

Sebelum kebijakan larangan, manajemen toko telah menerapkan aturan kantong plastik berbayar. Setiap kantong plastik dihargai Rp 100-500.

Tujuannya, agar pembeli membawa kantong belanja masing-masing. Akan tetapi, kebijakan itu tetap membuat pembeli memilih membeli plastik, karena lebih mudah.

Untuk mengatasi kebijakan baru, manajemen toko juga menyeiapkan beragam kantong belanja non plastik. Tentu, kantong non plastik terbuat dari kertas dengan harga kisaran Rp 1 ribu hingga Rp 3 ribu.(anom bagaskoro)

04/01/2026

Proyeksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI 9 juta orang bakal melakukan perjalanan saat momentum natal dan tahun baru (nataru) ke wilayah DIY, ternyata meleset.

Sebab, arus masuk ke Jogjakarta tak sebesar itu. Pemprov DIY memperkirakan hanya sekitar 2 juta orang yang masuk.

“Dari jumlah perkiraan nasional hitungan kemenhub sembilan juta yang mau jalankan perjalanan, tapi saya kira nggak. Cuman sekitar dua jutaan yang masuk DIY,” kata Sekprov DIY Ni Made Dwiopanti Insrayanti saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Jumat (2/1/2026).
Made menjelaskan, data pasti terkait jumlah wisatawan yang masuk belum diterimanya.

Sebab, keluar masuknya wisatawan sulit dipantaunya karena melalui berbagai pintu seperti bandara, terminal, dan stasiun. Belum lagi yang menggunakan kendaraan pribadi.

Namun demikian, ia memperkirakan volume wisatawan pada momen nataru tahun ini lebih tinggi dibandingkan masa Lebaran.

“Informasi yang kami terima baru sebatas kendaraan pribadi yang banyak masuk ke DIY. Tidak hanya lewat jalan utama, sejumlah kendaraan juga melewati jalan kabupaten seperti Klangon-Tempel dan sebagainya,” ujarnya.

Kendati belum dapat memastikan detail spending money mereka. Namun, dia menyebut banyaknya wisatawan menjadi momentum bagi kebangkitan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

04/01/2026

Sudah Terdeteksi di Indonesia, Berikut Kenali Gejala “Super Flu” dan Pencegahannya

SLEMAN - Sebanyak 22 mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengalami gejala keracunan berupa muntah-muntah....
03/01/2026

SLEMAN - Sebanyak 22 mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengalami gejala keracunan berupa muntah-muntah.

Mereka adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan yang sedang melaksanakan studi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 29 Desember 2025 di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia Pakem.

Dugaan keracunan berasal dari snack yang dikonsumsi oleh mahasiswa saat kegiatan berlangsung.

Pada Selasa (30/12/2025) seluruh mahasiswa yang diduga mengalami keracunan tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke beberapa rumah sakit.

Di antaranya di RSJ Grasia tujuh orang, RS Sakinah Idaman satu orang, RS Queen Latifa delapan orang, RS Condong Catur satu orang, RS PKU Muhammadiyah Gamping empat orang, dan RSUD Sleman satu orang.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Wantonoro menyampaikan, pihak kampus terus memantau kondisi para mahasiswa secara intensif.

UNISA Yogyakarta memastikan telah mengelola dan menangani seluruh mahasiswa terdampak secara maksimal.

Mulai dari proses evakuasi hingga pendampingan selama perawatan di masing-masing rumah sakit.

"UNISA Yogyakarta bertanggung jawab penuh terhadap mahasiswa yang terdampak.

Seluruh mahasiswa telah mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan, baik rawat jalan maupun rawat inap," terangnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2025).

Dia menyebut, saat ini kondisi para mahasiswa dalam keadaan baik dan stabil.

Pihak kampus juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri sumber dugaan keracunan.

Sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dia menegaskan, kampus berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh mahasiswa dalam setiap kegiatan akademik maupun non-akademik.

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSJ Grasia, Akhmad Akhadi menjelaskan akan melakukan jumpa pers bersama pihak universitas pada pekan depan.

Seluruh informasi mengenai kejadian ini akan disampaikan lewat forum tersebut.(Delima Purnamasari)

JOGJA - PSIM Jogja menghadapi situasi yang kurang ideal menjelang laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Laskar Ma...
03/01/2026

JOGJA - PSIM Jogja menghadapi situasi yang kurang ideal menjelang laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Semen Padang FC pada Minggu (4/1) di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, namun tidak bisa turun dengan kekuatan terbaik.

Sedikitnya ada empat pemain yang masih berkutat dengan pemulihan cedera dan belum bisa diturunkan. Mereka adalah Harlan Suardi, Anton Fase, Yusaku Yamadera, serta rekrutan anyar Donny Warmerdam yang belum sekalipun melakoni debut akibat cedera pergelangan kaki.

Teranyar striker asal Brasil Rafael de sa Rodriguez atau Rafinha sudah dilepas ke PSIS Semarang. "Anton masih cedera di kakinya, dan dia harus menepi selama beberapa Minggu," kata pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, Jumat (2/1).

Selain badai cedera, PSIM juga kehilangan satu pemain karena sanksi disiplin. Bek kanan Raka Cahyana dipastikan absen setelah menerima kartu merah pada laga sebelumnya. Saat PSIM bermain imbang 2–2 melawan PSBS Biak. "Selain itu, Yusaku juga masih cedera, lalu Raka juga pasti absen," ungkapnya.

Kondisi skuad yang pas-pasan ini seharusnya menjadi momentum meneer asal Belanda itu untuk merotasi pemainnya. Apalagi beberapa pemain yang jarang dimainkan jutsru jadi pahlawan saat PSIM menahan imbang tuan rumah Persijap Jepara.

Pencetak gol Riyatno Abiyoso, sang pemberi assist M. Iqbal hingga winger Andi Irfan tampil dominan saat dimasukkan. Terkait hal itu, Van Gastel hanya menegaskan timnya tetap harus tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Dia mengaku sebagai sosok perfeksionis dan ingin para pemainnya menjalankan filosofi permainan secara optimal. "Saya meminta pemain saya harus tetap bagus ketika membawa dan mengalirkan bola. Itu yang saya harapkan," tuturnya.

Sementara itu, manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menyebut, pertandingan kontra Semen Padang hadir hanya berselang kurang dari sepekan setelah duel sebelumnya melawan PSBS.

Kondisi itu membuat masa pemulihan pemain terbilang singkat dan menuntut fokus ekstra dari seluruh skuad."Masa pemulihan singkat adalah konsekuensi dari jadwal kompetisi. Kami berharap laga melawan Semen Padang nanti bisa menjadi titik balik bagi tim," ungkap Razzi.

Meski unggul secara posisi di klasemen sementara, PSIM enggan meremehkan kekuatan Semen Padang. Evaluasi dari laga-laga sebelumnya menjadi pengingat bahwa setiap lawan memiliki potensi menyulitkan.

"Secara klasemen memang PSIM lebih baik, tapi kemarin kita juga sempat kesulitan melawan mereka," jelasnya.

Menurut Razzi, semua tim di BRI Super League 2025/2026 memiliki peluang memberikan kejutan, sehingga persiapan matang menjadi faktor kunci. Ia menilai Semen Padang tetap berbahaya dan tak bisa dianggap enteng.

"Semen Padang adalah tim yang bisa menjadi ancaman serius. Tidak ada persiapan khusus karena kami mempersiapkan tim sama seperti pertandingan lainnya," tutur Razzi. (Fahmi Fahriza)

KULON PROGO - Langkah Bupati Kulon Progo Agung Setyawan “membirukan” Kulon Progo dengan mewajibkan setiap aparatur sipil...
03/01/2026

KULON PROGO - Langkah Bupati Kulon Progo Agung Setyawan “membirukan” Kulon Progo dengan mewajibkan setiap aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya mengenakan seragam biru muda terus memancing kontroversi. Kewajiban itu dituangkan Agung melalui Peraturan Bupati (Perbup) Kulon Progo No. 41 Tahun 2025.

Selain memakai seragam biru setiap Selasa, Agung juga mengharuskan ASN Pemkab Kulon Progo memakai batik gaya baru yang diciptakan di masa dirinya berkuasa. Namanya Batik Binangun Kertaraharja.

Batik tersebut menghapus penggunaan Batik Geblek Renteng yang telah digunakan selama lebih dari satu dasawarsa. Batik Binangun Kertaraharja itu dipakai saban Kamis. Statusnya sama dengan seragam warna biru muda. Sama-sama pakaian dinas harian (PDH).

Meski mewajibkan setiap ASN memakai dua seragam baru itu, bupati emoh bertanggung jawab menyangkut pengadaan kedua PDH tersebut. Sebab, APBD 2026 Kulon Progo tidak mengalokasikan anggaran pengadaan. Sebagai gantinya, setiap ASN harus merogoh koceknya sendiri. Mereka diwajibkan membeli secara swadaya.

Dalam perbup yang berlaku efektif per 1 Januari 2026, Agung juga mewanti-wanti ASN Kulon Progo tidak melanggarnya. Alasannya, pengggunaan pakai dinas itu bersifat wajib. Demi meningkatkan kedisplinan dan kewibawaan.

“ASN daerah yang tidak mematuhi kewajiban penggunaan pakaan dinas dikenai sanksi disiplin ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ancam Agung sebagaimana tertuang di Pasal 2 ayat (3) Perbup No. 41 Tahun 2025 yang ditetapkan dan diundangkan sejak 28 November 2025.

Agung meneken regulasi itu bersama Sekda Kulon Progo Triyono. Namun kebijakan Agung ingin “membirukan” ASN Kulon Progo dan menghapus Batik Geblek Renteng disertai ancaman sanksi bagi mereka yang melanggar mengundang sindiran Aktivis Kebudayaan Kulon Progo Imam Syafii.

“Bagaimana mau menjatuhkan sanksi, wong Perbup No. 41 Tahun 2025 itu justru yang melanggar aturan yang lebih tinggi,” kritik Imam Jumat (2/1). Aturan yang dimaksud Imam adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 10 Tahun 2024 tentang Pakaian Dinas ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah.

Sesuai permendagri tersebut tidak ada kewajiban bagi ASN untuk membeli pakain dinas dengan biaya pribadi. Kewajiban itu menjadi tanggung jawab negara. Itu seperti tertuang di Bab V Pendanaan Pasal 30 ayat (3). “Bunyinya jelas dan terang benderang. Pendanaan pakaian dinas di lingkungan pemerintah daerah kabupaten/kota bersumber dari APBD kabupaten/kota,” papar aktivis yang tinggal di Paingan, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo ini.

Imam telah berupaya membolak balik permendagri tersebut. Dari halaman satu hingga terakhir belum menemukan kewajiban bagi ASN membeli PDH seperti terjadi di Kulon Progo. “Sejarah akan mencatat Agung Setyawan, bupati pertama Kulon Progo yang menabrak permendagri,” sentilnya.

Dia meminta duet Bupati Agung Setyawan dan Wakil Bupati Ambar Purwoko tidak melanjutkan kebijakan yang membuat resah ASN maupun masyarakat. Semua langkah yang sudah dilakukan harus dikaji ulang. “Jangan membuat aturan yang neko-neko,” kritik Imam.

Di sisi lain, sejumlah ASN juga menyampaikan curahan hati alias curhat. Mereka mengungkapkan, pengadaan dua buah PDH biru muda dan batik Binangun Kertaraharja sangat membebani. "Pengadaan dibebankan ke setiap ASN luput dari sorotan," ucap beberapa ASN.

Mereka menilai, kebijakan itu tidak mengukur kemampuan ASN yang beragam. Bagi yang berstatus ASN masih bisa menyisihkan sebagian tunjangannya membeli bahan kain dan membayar jasa jahit. Namun, hal itu tak berlaku bagi sebagian besar pegawai pemerintah perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

Sebagain besar mereka adalah tenaga pendidik hingga petugas lapangan. Gajinya di bawah upah minimum kabupaten (UMK). Mereka tak menerima tunjangan seperti PNS dan PPPK reguler. Dengan adanya kewajiban membeli dua PDH itu, gaji yang diterima tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, membeli seragam baru berjumlah dua stel. Rata-rata biaya membuat PDH kemeja biru antara Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu per stel. Belum lagi harus membeli Batik Binangun Kertaraharja.

"Kami tidak tahu pertimbangan Pak Bupati seperti apa, tapi urgensinya tidak ada. Sebaliknya, justru memberatkan," tuturnya.

ASN yang menguasai soal aturan itu juga membeberkan Pergub DIJ No. 75 Tahun 2016 tak pernah memerintahkan atau memandatkan penggunaan PDH kemeja biru muda bagi ASN Pemkab/Pemkot se-DIJ. Pemkab Kulon Progo yang mengambil inisiatif sendiri.

Sekda Kulon Progo Triyono mengakui pengadaan dua PDH baru itu dilakukan secara mandiri. Alasannya, APBD 2026 Kulon Progo tak mengalokasikannya. "Anggaran daerah cukup terbatas, terutama efisiensi sebagai akibat penurunan transfer daerah," ucapnya.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kulon Progo Siti Muqodimah menyampaikan hal senada. Keterbatas anggaran menjadi pertimbanngan pemkab tak mematuhi permendagri. (Anom Bagaskoro/Kusno Utomo)

03/01/2026

Segenap guru di Kebumen diminta bersabar terkait penerimaan tunjangan hari raya (THR) tunjangan profesi guru (TPG). Sebab saat ini pemerintah daerah sedang menyiapkan turunan regulasi sebagai dasar pencairan anggaran.

Adapun tunjangan bagi ASN tersebut diproyeksi bakal cair setidaknya pada Februari 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kebumen Aden Andri Susilo menyampaikan, pemerintah pusat melalui Kementrian Keuangan telah mentransfer alokasi anggaran THR TPG dan gaji ke 13 ke rekening kas umum daerah (RKUD).

Totalnya mencapai Rp 50,2 miliar. Akan tetapi pendistribusian anggaran ke masing-masing penerima tidak langsung otomatis.

"Kami coba distribusikan. Paling cepat mungkin Februari 2026," terangnya kepada Radar Jogja, Jumat (2/1).

Aden mengatakan, para guru saat ini sudah mulai mempertanyakan soal THT TGP maupun gaji ke 13. Namun dari sisi pemerintah daerah tidak serta-merta langsung merealisasikan karena butuh waktu dan harus melalui proses panjang.

"Memang sempat ramai. Saya dikirimi PMK per 22 Desember 2025," ucapnya.

Aden menyatakan, proses pencairan tunjangan guru memang terkesan gampang. Apalagi secara regulasi telah memiliki landasan peraturan menteri keuangan (PMK).

02/01/2026

Perubahan penggunaan pakaian dinas harian (PDH) di Pemkab Kulon Progo melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2020.
Alasannya, pengadaan PDH justru dilakukan secara mandiri, dan berpotensi membebani ASN.
Salah satu ASN yang tak mau dikorankan menyebut Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 41 Tahun 2025 mewajibkan ASN lingkup pemkab melakukan penyesuaian PDH.
PDH yang disoroti adalah kemeja biru muda dan batik Binangun Kertaraharja.
"Pengadaannya dibebankan ke masing-masing ASN, ini yang luput dari sorotan," ucapnya, saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (2/1/2025).
Langkah penyesuaian PDH dinilai tak menakar kemampuan ASN di daerah.
PNS sepertinya, mungkin masih bisa menyisihkan sebagian tunjangan untuk membeli bahan kain dan membayar jasa jahit.
Namun, hal ini tak berlaku bagi sebagian besar PPPK Paruh Waktu.
Kebanyakan PPPK Paruh Waktu, seperti tenaga pendidik hingga lapangan memiliki besaran gaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK).
Mereka juga tak menerima tunjangan sama seperti PNS ataupun PPPK Reguler.
Alhasil, gaji mereka justru tak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, digunakan untuk membuat seragam baru berjumlah dua stel.
Rata-rata pembuatan baju kemeja biru, berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu per stel.

Baca Selengkapnya di: https://radarjogja.jawapos.com

02/01/2026

::INFO BADAN GEOLOGI::
Berikut video kejadian awan panas guguran di Gunung Merapi Jum'at 02/01/2026
- Pukul 07:39 WIB, estimasi jarak luncur 1.500 m dengan amplitudo maks 19,33 mm durasi 136 detik mengarah ke Barat Daya (Hulu Kali Krasak) arah angin ke Timur.

Untuk mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Merapi terkini dapat dilihat pada tautan berikut:
https://bit.ly/LiveStreamMerapi

Atau siaran WhatsApp : https://bit.ly/BadanGeologiWAChannel
Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Tetap patuhi rekomendasi.
sejak 5 November 2020

02/01/2026

Gunung Merapi di perbatasan DIY - Jateng terpantau erupsi dengan mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) hari Jumat 2 Januari 2026. Pukul 07.41 WIB. Terlihat dari Flyover Jombor. (iwa) .nudin

01/01/2026

Insiden keributan terjadi di sekitar RM Padang Buyung Upik, Depok, Selasa sore. Seorang driver ShopeeFood mengaku dikejar dan dipukul juru parkir menggunakan payung usai mengambil pesanan yang telah siap. Korban menyebut tidak ada keterangan tarif parkir untuk ojol dan telah menjelaskan posisinya sebagai driver sebelum meninggalkan lokasi.

Sumber :

Address

Sukatani

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 12:00

Telephone

+622744477780

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RADAR JOGJA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RADAR JOGJA:

Share

Category