RADAR JOGJA

RADAR JOGJA Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from RADAR JOGJA, Newspaper, Sukatani.

Radar Jogja... Ikuti juga berita kami di
Twitter
Instagram
Youtube Radar Jogja Channel
TikTok
Podcast Spotify Radar Jogja


Business email
[email protected]

Bawa Celurit Dini Hari, Ribut di Depan PN BantulBANTUL – Dini hari belum beranjak terang. Namun, keributan justru terjad...
13/09/2026

Bawa Celurit Dini Hari, Ribut di Depan PN Bantul

BANTUL – Dini hari belum beranjak terang. Namun, keributan justru terjadi di Jalan Dr. Supomo, tepat di depan Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

Sekitar pukul 04.10, Minggu (13/9), dua pemuda diamankan polisi setelah diduga terlibat keributan yang disertai aksi hendak melukai pengendara lain menggunakan celurit.

Dua pemuda tersebut yakni RIR, 20, warga Tamanan, Banguntapan, Bantul, dan MPMA, 20, warga Pleret, Bantul.

Polisi mengamankan dua bilah celurit dari tangan keduanya.

“Saat ini keduanya beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bantul untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Minggu (13/9).

Polisi masih mendalami bagaimana keributan tersebut terjadi dan peran masing-masing orang yang terlibat.

Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan. Salah satunya RBW, 17, warga Trirenggo, Bantul, yang diduga menjadi korban pemukulan. Polisi juga memeriksa MFF, 18, warga Trirenggo, Bantul.

“Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian dan keterlibatan masing-masing,” ujar Rita.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa membawa senjata tajam di jalanan dapat berujung pada persoalan hukum.

Menurut kamu, apa yang membuat aksi keributan jalanan seperti ini masih terjadi, terutama pada kalangan remaja dan pemuda?

Tulis pendapatmu di kolom komentar.

(Aris Romadhon/Radar Jogja)

13/09/2026

Kericuhan terjadi usai laga Persija Jakarta vs Persib Bandung pada Sabtu (12/9).

Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi kerumunan dan aksi kericuhan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dalam unggahan lainnya, sejumlah oknum suporter disebut memblokade akses jalan hingga mengganggu mobilitas warga.

Belum diketahui secara pasti penyebab dan kronologi lengkap kericuhan tersebut. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Adik Saya Diperkosa. Kami Minta Pelaku Segera Ditangkap”SLEMAN – Keluarga FN, santriwati yang disebut menjadi korban ke...
13/09/2026

“Adik Saya Diperkosa. Kami Minta Pelaku Segera Ditangkap”

SLEMAN – Keluarga FN, santriwati yang disebut menjadi korban kekerasan seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Sleman, kini menunggu satu hal: kepastian hukum.

Keluarga mendesak Polresta Sleman segera mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dilaporkan sebagai pelaku.

Kakak kandung FN, MM, membantah keras narasi bahwa hubungan tersebut terjadi atas dasar s**a sama s**a ataupun karena perselingkuhan.

Menurut keterangan keluarga, apa yang dialami FN merupakan tindakan pemerkosaan.

“Versi adik saya ya diperkosa, dipaksa. Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas MM, Sabtu (12/9/2026).

Di balik proses hukum yang tengah berjalan, ada persoalan lain yang membuat keluarga semakin cemas.

FN kini tengah hamil delapan bulan.

Keluarga menegaskan bayi yang dikandung FN tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang terjadi.

Mereka meminta pihak yang dilaporkan sebagai pelaku ikut bertanggung jawab terhadap masa depan FN dan bayi tersebut.

Namun, keluarga menolak jika persoalan itu diselesaikan melalui pernikahan, baik secara resmi maupun siri. Mereka juga menolak adanya permintaan untuk menggugurkan kandungan.

Sementara itu, kuasa hukum FN, Gusti Rian Saputra, mendesak Polresta Sleman memberikan kejelasan mengenai penanganan perkara tersebut, termasuk terkait penetapan tersangka.

Menurut Gusti, pihaknya telah mengumpulkan dua alat bukti yang dinilai memenuhi unsur perkara.

Ia juga menyebut kondisi FN yang kini hamil delapan bulan membuat penanganan kasus ini semakin mendesak.

Keluarga dan kuasa hukum meminta polisi bekerja transparan, objektif, independen, dan sesuai ketentuan hukum, tanpa mengambil keputusan berdasarkan asumsi.

Di sisi lain, proses hukum tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah. Penetapan seseorang sebagai tersangka merupakan kewenangan penyidik berdasarkan alat bukti dan proses hukum yang berlaku.

Kini, perhatian keluarga tertuju kepada kepolisian.

Akankah kasus ini segera mendapatkan kejelasan?

Dan yang paling penting, bagaimana perlindungan terhadap FN dan bayi yang dikandungnya selama proses hukum berjalan?

Radar Jogja akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

PSIM JOGJA DATANG LAGI!Surabaya kembali menjadi tujuan Laskar Mataram.Malam ini, PSIM Jogja kembali menginjakkan kaki di...
13/09/2026

PSIM JOGJA DATANG LAGI!

Surabaya kembali menjadi tujuan Laskar Mataram.

Malam ini, PSIM Jogja kembali menginjakkan kaki di Stadion Gelora B**g Tomo (GBT). Stadion yang musim lalu menjadi saksi sebuah kejutan: **PSIM menaklukkan Persebaya 1-0.**

Gol Ezequiel Vidal di menit-menit akhir kala itu membuat PSIM membawa pulang tiga poin dari Surabaya.

Kini, kenangan itu kembali.

Namun, PSIM datang dengan cerita yang berbeda.

Musim 2026/2027 menjadi musim kedua Laskar Mataram di kasta tertinggi. Skuad mengalami sejumlah perubahan. Dan laga menghadapi Persebaya malam ini menjadi **pertandingan tandang pertama PSIM pada musim baru.**

Hasil pertandingan pertama memang belum sempurna. PSIM bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang.

Tapi satu pekan cukup untuk melakukan evaluasi.

Dan sekarang, tantangan yang lebih berat sudah menunggu di depan mata.

**GBT. Persebaya. Dan puluhan ribu atmosfer suporter.**

Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel justru menyambut laga ini dengan antusias.

Ia ingin timnya menikmati atmosfer pertandingan sekaligus menunjukkan hasil dari persiapan selama sepekan.

Bek PSIM Jop Van Der Avert pun sudah mendengar cerita tentang GBT dari rekan-rekannya yang tampil musim lalu.

Stadion yang megah.

Atmosfer yang luar biasa.

Tetapi satu hal tak ingin dilupakan Jop:

**kemenangan musim lalu bukan jaminan untuk pertandingan malam ini.**

PSIM harus kembali berjuang dari awal.

Di sisi lain, Persebaya juga datang dengan ingatan yang sama.

Pelatih Bernardo Tavares mengakui bahwa para pemainnya masih mengingat kekalahan musim lalu.

Nama Vidal masih tersimpan dalam memori mereka.

Gol di menit-menit akhir itu masih menjadi cerita.

Dan kali ini, Persebaya jelas tak ingin sejarah tersebut terulang di kandang sendiri.

Mereka ingin tiga poin.

PSIM juga menginginkan tiga poin.

Maka malam ini bukan sekadar pertandingan tandang.

Ini adalah **pertarungan melawan kenangan.**

Apakah PSIM kembali mampu membuat GBT menjadi tempat lahirnya kejutan?

Atau Persebaya berhasil membalas luka musim lalu?

**Persebaya Surabaya vs PSIM Jogja**

📍 Stadion Gelora B**g Tomo
📅 Minggu, 13 September 2026
⏰ 19.00 WIB

**Laskar Mataram, apakah memori 1-0 itu bisa terulang lagi?**

🔥 PREDIKSI KAMU?

🟢 PSIM MENANG
🟢 IMBANG
🟢 PERSEBAYA MENANG

Tulis SKOR AKHIR versi kamu di kolom komentar! 👇

Tekanan untuk menghukum pelaku kekerasan seksual pada santriwati di Ponpes Ash-Sholihah menguat. Polresta Sleman diminta...
13/09/2026

Tekanan untuk menghukum pelaku kekerasan seksual pada santriwati di Ponpes Ash-Sholihah menguat. Polresta Sleman diminta segera bergerak cepat. Keluarga meminta pelaku supaya segera ditangkap dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kadiv Humas Jogja Police Watch Baharudin Kamba juga mengingatkan, kasus ini menambah panjang praktik kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan. Dalam hal ini pondok pesantren.

Selain itu ketimpangan relasi kuasa antara korban dengan terduga pelaku, dapat dengan leluasa melakukan kekerasan seksual. Sehingga korban tidak berani menolak dan tidak berani melaporkan apa yang dialaminya. Apalagi sampai hamil.

“Apalagi ada stigma yang menyesatkan yakni kehamilan di luar nikah adalah sebuah aib, tabu sehingga ada kesan ditutupi,” tuturnya, Sabtu (12/9).

Dia menegaskan, kasus dugaan asusila yang menimpa FN harus diproses secara hukum agar korban mendapatkan keadilan dan korban juga bisa mendapatkan pemulihan. “Ketika kasus ini diproses hukum secara adil dan transparan, maka bisa jadi efek jera bagi pelaku lainnya,” kata dia.

Sedang Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sleman siap memberikan pendampingan terhadap FN, korban kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ash-Sholihah.

PSS SLEMAN KEMBALI TERLUKAMaguwoharjo International Stadium (MagIS) sore itu seharusnya menjadi tempat PSS Sleman memula...
13/09/2026

PSS SLEMAN KEMBALI TERLUKA

Maguwoharjo International Stadium (MagIS) sore itu seharusnya menjadi tempat PSS Sleman memulai kebangkitan.

Suporter datang. Dukungan mengalir. Para pemain Super Elang Jawa ingin memberikan penampilan terbaik di kandang pertama musim ini.

Tapi satu momen sebelum turun minum mengubah semuanya.

Menit ke-45.

Dimitar Mitkov melihat sesuatu yang mungkin tidak disadari banyak orang.

Kiper PSS Sleman, Ega Rizky, berdiri terlalu jauh dari sarangnya.

Mitkov tak berpikir panjang.

Dari tengah lapangan, striker Madura United asal Bulgaria itu melepaskan tembakan spekulasi jarak jauh.

Bola meluncur.

Semakin dekat ke gawang.

Dan...

GOL!

Ega Rizky tak mampu menjangkaunya.

Gol dari jarak sekitar 30–50 meter itu mengingatkan pada gol ikonik David Beckham bersama Manchester United ke gawang Wimbledon, 30 tahun silam.

Bedanya, kali ini yang menjadi korban adalah PSS Sleman di kandang sendiri.

Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

PSS mencoba bangkit setelah jeda.

Namun bukannya membalikkan keadaan, Super Elang Jawa kembali kebobolan.

Madura United kemudian menambah keunggulan hingga skor berubah menjadi 1-3.

PSS akhirnya harus menerima kenyataan pahit:

dua pertandingan awal Super League 2026/2027, dua-duanya tanpa poin.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengakui hasil itu jauh dari harapan.

Padahal, kata dia, tim sudah datang dengan niat memberikan pertandingan luar biasa pada laga kandang pertama musim ini.

Namun sebuah tembakan dari jarak jauh menghancurkan rencana itu.

“Tapi sebuah tembakan dari jarak 30, 40, atau 50 meter masuk ke gawang.”

Huistra juga mengakui tim terlalu mudah kebobolan pada babak kedua.

Ada banyak hal yang harus diperbaiki.

Tetapi di tengah kekecewaan itu, ada satu hal yang membuatnya tetap mengapresiasi suporter.

Mereka tidak pergi.

Suporter tetap berdiri di belakang tim.

Para pemain pun tidak menyerah.

“Kami semua sepakat tentang hal itu, dan kami harus berbuat lebih baik,” tegas Huistra.

Winger PSS Sleman Riko Simanjuntak juga mengakui kekalahan ini bukan hasil yang diinginkan.

Apalagi terjadi di kandang sendiri.

Menurut Riko, para pemain sudah berjuang dan berusaha mengontrol pertandingan.

Hanya saja, keberuntungan belum berpihak kepada PSS.

“Cuma keberuntungan menurut saya yang kurang keberuntungan buat tim kami.”

Di sisi lain, pelatih Madura United Jose Gomes menyebut pertandingan melawan PSS bukan laga mudah.

PSS adalah tim bagus.

Ditambah lagi, mereka bermain di hadapan dukungan penuh suporter.

Namun Madura United datang dengan strategi.

Dan strategi itu berhasil.

Gelandang Madura United Ilham Syah bahkan mengakui pertandingan terasa melelahkan.

Terutama ketika PSS bermain lebih agresif pada 20 menit terakhir.

Namun pada akhirnya, Madura United pulang membawa tiga poin.

PSS harus menelan pil pahit di rumah sendiri.

Satu gol spektakuler dari tengah lapangan menjadi pembuka luka.

Tiga gol Madura United menjadi penutupnya.

Kini pertanyaannya:

Bisakah Super Elang Jawa bangkit sebelum keterpurukan ini berubah menjadi tekanan yang lebih besar?

JOGJA - PSIM Jogja kembali bertandang ke Stadion Gelora B**g Tomo (GBT), Surabaya, untuk menghadapi Persebaya dalam lanj...
13/09/2026

JOGJA - PSIM Jogja kembali bertandang ke Stadion Gelora B**g Tomo (GBT), Surabaya, untuk menghadapi Persebaya dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Laga pekan kedua tersebut akan berlangsung Minggu (13/9) malam pukul 19:00.

GBT bukan stadion yang asing bagi Laskar Mataram. Musim lalu, PSIM mampu mencuri kemenangan 1-0 atas Persebaya di tempat yang sama. Gol Ezequiel Vidal pada menit-menit akhir mengantarkan PSIM membawa pulang tiga poin dari Surabaya.

Namun, situasi kedua tim kini sudah berbeda. PSIM memasuki musim keduanya di kasta tertinggi dengan komposisi skuad yang mengalami sejumlah perubahan. Pertandingan kali ini juga menjadi laga tandang pertama Laskar Mataram pada musim 2026/2027 ini.

Namun, situasi kedua tim kini sudah berbeda. PSIM memasuki musim keduanya di kasta tertinggi dengan komposisi skuad yang mengalami sejumlah perubahan. Pertandingan kali ini juga menjadi laga tandang pertama Laskar Mataram pada musim 2026/2027 ini.

Gunung Merapi Kembali Batuk, 66 Kali Guguran Guncang Sleman, Lava Meluncur 1,5 KilometerGunung Merapi menunjukkan aktivi...
12/09/2026

Gunung Merapi Kembali Batuk, 66 Kali Guguran Guncang Sleman, Lava Meluncur 1,5 Kilometer

Gunung Merapi menunjukkan aktivitas signifikan dengan 66 kali gempa guguran dan luncuran lava sejauh 1.500 meter. Simak laporan lengkap dan rekomendasi resmi BPPTKG di sini.

Yogyakarta, 12 September 2026 – Gunung Merapi yang berdiri megah dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan taringnya. Sepanjang periode pengamatan 12 September 2026, mulai tengah malam hingga jelang tengah malam, gunung yang menjadi perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini terus memuntahkan energi vulkaniknya. Statusnya masih bertahan di Level III (Siaga), mengingatkan kita bahwa alam sedang tidak baik-baik saja.

Pagi itu, langit di sekitar Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten tampak murung. Cuaca berawan hingga mendung menyelimuti kawasan gunung, seolah menjadi selimut tebal bagi aktivitas magma di perutnya. Angin bertiup lemah hingga sedang, membawa aroma belerang ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara tercatat cukup dingin, berkisar antara 17.3 hingga 26.2 derajat Celsius, dengan kelembaban udara yang tinggi mencapai 94.4 persen.

Dari kejauhan, visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah terus mengepul keluar dari puncak. Asap berwarna putih itu terlihat tebal, menjulang setinggi 20 meter di atas kawah, menjadi pemandangan yang sekaligus memesona dan menakutkan bagi warga yang tinggal di lereng.

Namun, di balik ketenangan visual tersebut, getaran di bawah permukaan bumi menceritakan kisah yang berbeda. Alat pemantau milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekam 66 kali gempa guguran. Getaran ini memiliki amplitudo 2-34 mm dengan durasi yang cukup lama, mencapai 168.2 detik. Ini bukan getaran biasa; ini adalah suara batu-batu besar yang runtuh dari puncak.

Aktivitas kegempaan juga diwarnai oleh 89 kali gempa Hybrid atau fase banyak. Gempa ini memiliki amplitudo 2-33 mm dengan durasi 8.89 hingga 58.72 detik. Kehadiran gempa hybrid seringkali menjadi indikator pergerakan fluida magma di dalam tubuh gunung. Selain itu, tercatat 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dan 2 kali gempa Tektonik Jauh, menambah daftar panjang aktivitas seismik di hari itu.

Puncak dari laporan ini adalah teramatinya satu kali guguran lava ke arah Kali Krasak. Material panas itu meluncur sejauh 1.500 meter dari puncak. Luncuran lava ini menjadi bukti visual bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung, mendorong material ke permukaan dan berpotensi memicu awan panas guguran jika kondisi berubah drastis.

Melihat kondisi tersebut, BPPTKG selaku penyusun laporan melalui Ngadiyo, memberikan peringatan tegas kepada masyarakat. Potensi bahaya saat ini sangat nyata, terutama dari guguran lava dan awan panas yang bisa menyapu sektor selatan-barat daya. Sungai Boyong terancam hingga radius 5 kilometer, sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga 7 kilometer.

Warga di sektor tenggara juga tidak boleh lengah. Sungai Woro dan Gendol memiliki potensi bahaya masing-masing hingga 3 kilometer dan 5 kilometer. Tidak hanya itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik bisa menghujani area dalam radius 3 kilometer dari puncak. Ini adalah zona merah yang harus dijauhi.

Peringatan paling krusial adalah larangan beraktivitas di daerah potensi bahaya. Warga diminta untuk tidak mendekat, apalagi melakukan kegiatan di area tersebut. Selain itu, kewaspadaan ekstra harus dilakukan terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat hujan turun di sekitar gunung. Hujan bisa membawa material vulkanik lepas menjadi aliran lahar dingin yang mematikan.

Gangguan akibat abu vulkanik juga menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri, mulai dari masker hingga penutup kepala, untuk mengantisipasi jika erupsi besar terjadi dan abu terbawa angin ke pemukiman. Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian alam.

Saat ini, data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung intens. Kondisi ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran kapan saja di dalam daerah potensi bahaya. BPPTKG menegaskan bahwa jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Bagi warga yang tinggal di lereng Merapi, malam ini mungkin akan terasa lebih panjang. Suara gemuruh dan getaran halus menjadi pengingat bahwa mereka hidup berdampingan dengan raksasa yang sedang tidur gelisah. Tetap tenang, ikuti arahan pemerintah, dan selalu siap siaga adalah cara terbaik untuk bertahan. Sumber data resmi dapat diakses melalui KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG.

12/09/2026

Suporter PSS Sleman meluapkan kekecewaan usai pertandingan melawan Madura United di laga lanjutan superleague di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/9). Dalam pertandingan itu PSS harus mengakui keunggulan tamunya Madura United dengan skor 1-3.

12/09/2026

Beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan pria berpakaian seperti pengemudi ojol mondar-mandir di Rawasapi, Jatimulya, Bekasi Timur.
Pada waktu salat Jumat, pria tersebut diduga mendekati seorang anak yang sedang bermain bersama sepupunya dengan alasan menanyakan alamat.
Korban kemudian dibawa ke pojok dan diduga mendapat tindakan tidak senonoh. Korban berontak, berteriak, lalu berhasil melarikan diri dan pulang sambil menangis.
Polisi telah datang ke lokasi dan masih mencari identitas pria tersebut dengan bantuan warga.
Keluarga menyebut korban baru saja pulih dari sakit dan kini mengalami ketakutan serta tekanan psikologis.

Address

Sukatani

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 12:00

Telephone

+622744477780

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RADAR JOGJA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RADAR JOGJA:

Shortcuts

Share

Category

l="false"> Add listing
  • Login
  • Subscribe

    We will notify you when anything happens in Sukatani.