BPMF PIJAR

BPMF PIJAR Berdiri pada awal tahun 70-an, ia mengakomodasi potensi mahasiswa dibidang Jurnalistik.

Seperti kita ketahui, mahasiswa filsafat aktivitas utamanya adalah berpikir, dimanapun dan kapanpun.

[KABAR UGM]UKT Makin Mahal hingga Upah Dosen Tidak Layak, Saatnya Mahasiswa dan Dosen BeraliansiSuara Muda Kelas Pekerja...
25/05/2026

[KABAR UGM]

UKT Makin Mahal hingga Upah Dosen Tidak Layak, Saatnya Mahasiswa dan Dosen Beraliansi

Suara Muda Kelas Pekerja (SMKP), Serikat Pekerja Kampus (SPK), Serikat Pekerja Gadjah Mada (SEJAGAD), dan FISIPOL Corner menggelar diskusi publik yang bertajuk “Buruh Kampus Berserikat! Melawan Eksploitasi, Membangun Solidaritas” di Selasar Barat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (18/5) sore. Forum diskusi tersebut digelar sebagai respons atas maraknya komersialisasi pendidikan tinggi yang berdampak pada melonjaknya Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta penerapan iuran pengembangan institusi yang dinilai memberatkan mahasiswa. Kegiatan diskusi tersebut menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Joko Susilo, Nabiyla Risfa Izzati, Dika Ayu Wulandari, dan Gloria Evanda Fiko.

Mulanya, Nabiyla Risfa Izzati selaku perwakilan SEJAGAD menyoroti pentingnya membangun kesadaran bahwa dosen, tenaga kependidikan, hingga pekerja kampus lainnya pada dasarnya merupakan bagian dari buruh kampus. “Suatu hal yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana konsepsi dosen sebagai profesi agung menimbulkan pertanyaan: untuk apa dosen harus berserikat?,” tanya Nabiyla. Menurutnya, konsepsi umum ini perlu ditinjau kembali mengingat dosen pada dasarnya merupakan pekerja yang dipekerjakan oleh pihak kampus. “Istilah profesi agung ini seringkali menganggap bahwa dosen merupakan posisi yang prestisius dan mapan. Padahal, sebenarnya, dosen juga merupakan pekerjaan yang di dalamnya terdapat relasi kuasa antara pemberi kerja dan penerima kerja,” ujar dosen Fakultas Hukum (FH) UGM tersebut.
_______________________________
Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/ukt-makin-mahal-hingga-upah-dosen-tidak-layak-saatnya-mahasiswa-dan-dosen-beraliansi/
_______________________________

Penulis: Mirelle Valeska Wattimena, Noah Tan Yoong Ern
Ilustrator: Noah Tan Yoong Ern
Editor: Agito Yacobson Sitepu

[KABAR UGM]Resah atas Kondisi Bangsa, Mahasiswa UGM Bentangkan Spanduk Berisi Permintaan MaafSejumlah mahasiswa Universi...
24/05/2026

[KABAR UGM]

Resah atas Kondisi Bangsa, Mahasiswa UGM Bentangkan Spanduk Berisi Permintaan Maaf

Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membentangkan spanduk raksasa berisi permohonan maaf atas terpilihnya Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029 di Boulevard UGM, Kamis (21/5) pagi. Aksi simbolik tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi nasional yang dinilai kian memburuk akibat berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan publik. Lebih lanjut, aksi tersebut juga diharapkan dapat mendorong kampus-kampus lain untuk melakukan refleksi sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas pembiaran terhadap berbagai persoalan yang terjadi di bawah rezim Prabowo-Gibran saat ini.

Budi (bukan nama sebenarnya), salah satu peserta aksi, mengatakan bahwa pembentangan spanduk yang diinisiasi mahasiswa UGM tersebut diharapkan dapat menjadi pionir bagi kampus-kampus lain untuk berkaca atas berbagai karut-marut yang terjadi di Indonesia saat ini. Ia mencontohkan, kebijakan pemotongan anggaran pendidikan dan kesehatan demi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu contoh kebijakan pemerintah yang dinilai serampangan dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. “Di UGM sendiri, ada salah satu program penunjang pendidikan, yaitu Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK). Tahun ini, kuota KIPK-nya dikurangin lagi,” ujarnya saat diwawancarai PIJAR, Kamis (21/5).

Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/resah-atas-kondisi-bangsa-mahasiswa-ugm-bentangkan-spanduk-berisi-permintaan-maaf/
_________________________
Penulis: Diana Nuraini
Ilustrator: Vaeroes Emel Haque Madani
Fotografer: Diana Nuraini
Editor: Agito Yacobson Sitepu
_________________________

[KABAR FILSAFAT]Aliansi Filsuf UGM Gelar Konsolidasi, Bahas Penanganan KS Hingga Isu Dosen Seksis“Aliansi Filsuf UGM” me...
23/05/2026

[KABAR FILSAFAT]

Aliansi Filsuf UGM Gelar Konsolidasi, Bahas Penanganan KS Hingga Isu Dosen Seksis

“Aliansi Filsuf UGM” mengadakan konsolidasi bertajuk “Konsolidasi Mahasiswa Filsafat UGM” di Selasar Fakultas Filsafat UGM pada Rabu 20/5. “Aliansi Filsuf UGM” menilai mekanisme penanganan kekerasan seksual (KS) di tingkat fakultas mandek. Fakultas disebut mengalihkan semua kasus ke Satuan Tugas Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, sementara penanggung jawab di tingkat fakultas dinilai tidak kredibel.

Mahasiswa yang tergabung dalam forum konsolidasi “Aliansi Filsuf UGM” di Selasar Fakultas Filsafat, berdasarkan notulensi yang diperoleh, menuntut pembentukan Philosophy Crisis Center (PCC) sebagai lembaga independen untuk menangani mahasiswa yang sedang dalam kondisi krisis dalam hal ini penanganan kasus KS. Tuntutan ini muncul setelah fakultas dinilai tidak memiliki prosedur tetap dan tidak menindaklanjuti laporan.

Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/aliansi-filsuf-ugm-gelar-konsolidasi-bahas-penanganan-ks-hingga-isu-dosen-seksis/

___________________________

Penulis : Jogi Josafat Hutauruk
Editor : Jati Nurbayan S.
Ilustrator : Raia Nafiisah Fathin Marskhal
Fotografer : Acatya Abbra Adikya Owie (kontributor), Karin Filiciana Edita Gou

__________________________

DIKLAT BERSAMA PERS SOSHUM HADIR KEMBALI!Halo, kawan-kawan persma se-soshum UGM! Diklat bersama antara BPPM EQUILIBRIUM ...
20/05/2026

DIKLAT BERSAMA PERS SOSHUM HADIR KEMBALI!

Halo, kawan-kawan persma se-soshum UGM!
Diklat bersama antara BPPM EQUILIBRIUM X BPPM Mahkamah X LPPM SINTESA X BPMF PIJAR akan segera dilaksanakan. Adapun detail pelaksanaannya:

📅 : Kamis, 21 Mei 2026
⏰ : 16:00 - 19:00
📍 : CWS Fakultas Filsafat

Pada diklat perdana ini, kitaa akan membahas Perbedaan Media Alternatif dan Arus Utama.
Jangan lupa untuk datang karena diklat ini akan diisi oleh narasumber yang keren-keren dan tersedia konsumsi 🌟🌟

DIKLAT BERSAMA PERS SOSHUM HADIR KEMBALI!Halo, kawan-kawan persma se-soshum UGM! Diklat bersama antara BPPM EQUILIBRIUM ...
20/05/2026

DIKLAT BERSAMA PERS SOSHUM HADIR KEMBALI!

Halo, kawan-kawan persma se-soshum UGM!
Diklat bersama antara BPPM EQUILIBRIUM X BPPM Mahkamah X LPPM SINTESA X BPMF PIJAR akan segera dilaksanakan. Adapun detail pelaksanaannya:

📅 : Kamis, 21 Mei 2026
⏰ : 16:00 - 19:00
📍 : CWS Fakultas Filsafat

Pada diklat perdana ini, kitaa akan membahas *Perbedaan Media Alternatif dan Arus Utama*.
Jangan lupa untuk datang karena diklat ini akan diisi oleh narasumber yang keren-keren dan tersedia konsumsi 🌟🌟

[ESTETIKA]Pembedahan Perjalanan Hidup Nadin Amizah dalam Album Selamat Ulang Tahun: Makna dan Interpretasi LirikNadin Am...
17/05/2026

[ESTETIKA]

Pembedahan Perjalanan Hidup Nadin Amizah dalam Album Selamat Ulang Tahun: Makna dan Interpretasi Lirik

Nadin Amizah, seorang penyanyi kelahiran Bandung, terkenal dengan ciri khas suaranya yang memiliki cengkok dan vibra yang bersih sehingga memancarkan ketenangan dengan kesan mendalam. Musik yang dibawakannya berupa campuran dari pop dan folk yang diiringi dengan elemen akustik, menjadikan lagunya memiliki melodi yang melankolis. Lirik-lirik yang dilahirkannya cenderung bersifat reflektif-introspektif yang dibungkus secara puitis dan dapat dikatakan meromantisasi perasaan dalam merenungi hidup, sehingga tak jarang liriknya akrab terhadap hal-hal kecil dalam hidup kita.

Dalam lagu-lagunya, Nadin seolah mencongkel perasaan yang berusaha dipendam sedemikian rupa oleh para pendengarnya. Hal ini tercermin jelas dalam lagu-lagu pada album Selamat Ulang Tahun yang lahir pada tahun 2020. Album ini menceritakan runtutan kisah selama dua puluh tahun hidupnya. Album yang memiliki sepuluh lagu ini merupakan representasi perjalanan Nadin yang bergelut dengan berbagai lika-liku dan uraian pembelajaran atas peperangan batin yang ia alami.
______________________________
Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/pembedahan-perjalanan-hidup-nadin-amizah-dalam-album-selamat-ulang-tahun-makna-dan-interpretasi-lirik/
______________________________
Penulis: Aghniya Adzra Adyaksa
Editor: Salwa Fitria
Ilustrator: Lizama Qisthi

[PIKSEL]Buruh Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan!Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasion...
14/05/2026

[PIKSEL]

Buruh Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan!

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY pada Jumat (1/5) siang dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional. Dalam aksi tersebut, massa aksi mengangkat berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pendidikan yang dinilai masih belum berpihak bagi masyarakat.

Berdasarkan pantauan PIJAR, massa aksi yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat mulai memadati halaman depan Gedung DPRD sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa selebaran dan spanduk berisi berbagai tuntutan, mulai dari persoalan upah layak bagi buruh hingga kritik terhadap komersialisasi pendidikan.

_________________________
Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/buruh-bersatu-tak-bisa-dikalahkan/
_________________________
Penulis: Anak Agung Gede Ngurah
Desainer: Randi Noor Pamungkas
Fotografer: Sultan M. Badruzzaman
Editor: Agito Yacobson Sitepu

*[PIKSEL]*Buruh Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan!Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasi...
13/05/2026

*[PIKSEL]*

Buruh Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan!

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY pada Jumat (1/5) siang dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional. Dalam aksi tersebut, massa aksi mengangkat berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pendidikan yang dinilai masih belum berpihak bagi masyarakat.

Berdasarkan pantauan PIJAR, massa aksi yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat mulai memadati halaman depan Gedung DPRD sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa selebaran dan spanduk berisi berbagai tuntutan, mulai dari persoalan upah layak bagi buruh hingga kritik terhadap komersialisasi pendidikan.

_________________________
Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/buruh-bersatu-tak-bisa-dikalahkan/
_________________________
Penulis: Anak Agung Gede Ngurah
Desainer: Randi Noor Pamungkas
Fotografer: Sultan M. Badruzzaman
Editor: Agito Yacobson Sitepu

[KABAR JOGJA]Karut Marut Proses Persidangan Tahanan Politik di Pengadilan Negeri MagelangAliansi Jurnalis dan Pers Mahas...
13/05/2026

[KABAR JOGJA]

Karut Marut Proses Persidangan Tahanan Politik di Pengadilan Negeri Magelang

Aliansi Jurnalis dan Pers Mahasiswa yang berasal dari beberapa universitas memperjuangkan ruang demokrasi dalam rupa aksi solidaritas dalam putusan sidang tiga tahanan politik (tapol); Enrille, Azhar, dan Yogi di Pengadilan Negeri (PN) Magelang, Senin (4/5) pagi. Ketiganya dijerat dengan perkara pidana No. 14/Pitus/Gar/2026/PN.MG atas tuduhan menghasut orang untuk melawan penguasa umum dengan kekerasan pada aksi Agustus 2025.

Tabir Formalitas
Sejak pukul 09.00 WIB, massa dari kalangan mahasiswa, aktivis, jurnalis, dan warga sipil berkumpul di halaman Pengadilan Negeri (PN) Magelang untuk menyatakan solidaritas. Namun, menurut keterangan sejumlah pengunjung sidang, PN Magelang membatasi jumlah pengunjung sidang dan dokumentasi jalannya persidangan. Hal ini diperkuat oleh keterangan kuasa hukum terdakwa, Luthfi. “Kami pernah dari pagi sampai malam tidak ada foto sama sekali,” jelas Luthfi.
______________________________
Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/karut-marut-proses-persidangan-tahanan-politik-di-pengadilan-negeri-magelang/
______________________________

Penulis: Karin Filiciana, Vito Indrawan.
Ilustrasi: Najwa Halepy Zahran
Editor: Jati Nurbayan S.

[KABAR JOGJA]Aliansi Mei Melawan Geruduk DPRD DIY, Suarakan Nasib Buruh hingga Hak PerempuanMassa aksi yang tergabung da...
07/05/2026

[KABAR JOGJA]

Aliansi Mei Melawan Geruduk DPRD DIY, Suarakan Nasib Buruh hingga Hak Perempuan

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) menggelar demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPRD DIY, Jumat (1/5) sore. Aksi yang diikuti buruh, aktivis, dan mahasiswa itu membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penolakan komersialisasi pendidikan, peningkatan kesejahteraan buruh, hingga desakan agar militer kembali ke barak. Sebelum bergerak menuju Gedung DPRD DIY, massa terlebih dahulu berkumpul di Eks Parkiran Abu Bakar Ali sekitar pukul 14.00 WIB. Dari titik tersebut, mereka melakukan long march melintasi Jalan Malioboro hingga tiba di lokasi aksi.

Jares, perwakilan dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Cibaliung, menilai bahwa kebijakan negara sering menunjukkan keberpihakan yang timpang terhadap masyarakat. Kebijakan negara, menurut Jares, hanya memprioritaskan kepentingan kelas atas dibanding kelas bawah seperti kaum miskin kota. “Hari ini, kita berhadapan langsung dengan kepentingan-kepentingan negara yang semakin tidak berpihak terhadap kaum miskin kota,” kata Jares, saat diwawancarai PIJAR, Jumat (1/5).
______________________________
Simak selengkapnya di: https://bpmfpijar.com/aliansi-mei-melawan-geruduk-dprd-diy-suarakan-nasib-buruh-hingga-hak-perempuan/
______________________________
Penulis: Afelian Ismail
Editor: Agito Yacobson Sitepu
Fotografer: Ariel Johan Sulistyo

Address

Jalan Olahraga, Bulaksumur, Kec. Depok
Yogyakarta City
55281

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BPMF PIJAR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to BPMF PIJAR:

Share