07/10/2025
" Program MBG itu Bagus. Keracunan itu pasti Sabotase dari orang2 yg Kontra dg Pemerintah. Toh jumlahnya yg keracunan sedikit. Cuma 10.482 anak "
(sumber Data JPPI, via detikcom 06 Okt 2025 11:00 WIB)
- Nyatanya: " Pemerintah mengakui, Program MBG berjalan tanpa Sistem Manajemen.. "
ibarat ada Skripsi Judul nya Bagus
tapi isi didalamnya hancur tidak terarah.
itulah Bagusnya Program MBG. Hanya bagus Judul nya.
Pelaksanaan nya: Bebas lu atur sendiri. Gak perlu diawasi !
artinya Keracunan itu bukan Sabotase. itu bukan dari Pihak yg Kontra dg Mr Prabowo.
Tapi murni Kesalahan mendasar dari Mr. Prabowo
yg bikin Skripsi hanya Bagus Judul nya. Tanpa peduli isinya Ngawur Pelaksanaan nya Ngawur.
Sementara anggaran Negara dari Pajak Rakyat. Ada Trilyunan yg di buang
Dan ada baiknya, pelaksanaan untuk program MBG ini tidak perlu di audit.
Takutnya penjara bakal penuh cak.
===
MBG: " Serba Salah Kelola "
oleh Hasnudin Abdurakhman
Tahun lalu saya bilang bahwa program makan gratis ini akan berantakan. Kenapa? Karena program dibuat oleh Prabowo yang ngurus program nanam singkong aja nggak becus.
Kini pemerintah mengakui bahwa program ini dijalankan tanpa sistem manajemen. Yang paling krusial: dapur beroperasi tanpa SOP. Tidak pakai SOP tetap bisa beroperasi. Hasilnya, keracunan.
Ini ada lagi contoh terbaru. Daging ayam busuk karena diangkut secara tidak patut. Ini kan hal sepele. Pemilik warung makan kecil pun tahu bagaimana seharusnya daging dikelola. Kalau dari penyembelihan ke waktu masak panjang, harus pakai pendingin.
Hal sederhana seperti ini orang-orang di supply chain MBG tidak tahu. Artinya apa? Mereka ini bukan pemain yang biasa kerja di industri makanan. Lalu siapa? Makelar siluman yang biasa dapat duit tanpa kerja. Cuma jadi perantara saja.
Lalu, yang lebih konyol lagi, ketika ayamnya busuk, tidak diganti. Rumus standar dalam supply chain, kalau ada defect maka yang menghasilkan defect harus menanggung. Kalau daginh ayam busuk, ganti d**g. Eee diganti keripik. Itu artinya konsumen yang disuruh menanggung akibat ketololan supply chain. Gendeng.
Kita disuruh menyaksikan ketololan orang-orang yang dekat dengan pemerintah. Kita disuruh menyaksikan 300 triliun lenyap oleh berbagai ketololan.