05/08/2026
Presiden RI nulis makalah ilmiah yang isinya ngajuin diri sendiri untuk Nobel Perdamaian. Emang bisa gitu ya kerjanya Nobel?
Ada paper di SSRN judulnya panjang banget, intinya ngeklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) layak dapet Nobel Perdamaian 2026.
Yang jadi penulis pertama? Prabowo Subianto sendiri. Presiden ngusulin programnya sendiri buat menang Nobel, gak ada yang ngerasa aneh apa?
Panjangnya 69 halaman, tapi netizen yang baca bilang isi aslinya cuma ~15 halaman. Sisanya lampiran surat nominasi ala-ala ke Komite Nobel Norwegia.
Ternyata bukan cuma satu. Prabowo ada di ~30 paper serupa di SSRN, judulnya sama polanya "Nomination Nobel Peace Prize 2026..." dari soal nelayan kecil sampai pertahanan luar angkasa.
Bukti paling nampol: ada screenshot yang nunjukin teks bekas prompt AI ketinggalan di dalam dokumen. Tulisannya "One-sentence Nobel interpretation (optional, very strong)". Ini AI slop, bukan riset.
Timing-nya ironis parah. Paper ini muncul pas MBG lagi dihujani masalah nyata: ratusan kasus keracunan makanan, eks pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) diciduk kasus korupsi, anggaran dipangkas, MK batasin dana pendidikan buat MBG.
Jadi pas rakyat keracunan dan duit korupsi diusut, di sisi lain ada paper yang sujud syukur MBG bakal ubah dunia. Absurd emang.
Viral bermula dari akun Twitter bernama yang nge-share screenshot daftar penulis, tembus ratusan ribu sampai jutaan views.
Reaksi netizen? Sarkas abis. "Nobel buat kera cunan anak sekolah?", "delusi tingkat dewa", "selangkah di depan kita, rakyat malah diracunin".
Sampai sekarang gak ada klarifikasi resmi dari Istana atau para co-author. Diam aja.
Penting dicatet: ini bukan nominasi Nobel resmi. Nominasi Nobel itu rahasia, cuma bisa diajukan pihak-pihak tertentu yang berwenang, dan gak pernah dipublikasikan sampai puluhan tahun kemudian. SSRN itu server preprint terbuka, siapa aja bisa upload. Nulis nama presiden jadi penulis utama gak bikin ini jadi pengajuan resmi negara.
Jadi pertanyaannya: ini emang niat serius atau cuma pencitraan pake bungkus "akademik" yang digarap AI seadanya?