02/10/2025
๐โจ LANGBUKU โ LANGKAWI WRITERS FESTIVAL 2025 โจ๐Tarikh: 24 - 26 Oktober 2025
Tema: Garam, Rempah & Citra
Apakah makna hidup tanpa garam?
Setiap butir garam yang larut di laut dan di lidah adalah tanda โ bahawa manusia perlukan keseimbangan. Garam ialah asas rasa, sebagaimana ilmu dan hikmah menjadi asas kehidupan.
Di Langkawi, garam hadir bersama ombak, menjadi metafora sebuah pulau yang menyimpan cerita dan legenda.
Namun rasa tidak berhenti di situ. Rempah hadir memberi nyawa: pedas, manis, harum, hangat. Sama seperti tulisan โ ada yang menggoncang, ada yang menenangkan, ada yang mengikat kita dengan sejarah dan budaya.
Dari garam dan rempah, lahirlah Citra โ wajah yang terlukis dari pengalaman dan imajinasi. Citra adalah gambaran siapa kita, warisan yang kita junjung, dan cerita yang kita tinggalkan.
Inilah yang akan dihidupkan dalam LangBuku โ Langkawi Writers Festival 2025.
Sebuah pertemuan penulis, pembaca, seniman dan pencinta budaya, yang menjadikan pulau ini bukan sekadar destinasi pelancongan, tetapi sebuah pulau cerita.
๐โจ Datanglah, temui rasa.
Hidu sejarah.
Pulang dengan cerita.
LangBuku 2025: Garam, Rempah & Citra.
What is life without salt?
Every grain that dissolves in the sea and on the tongue reminds us of one truth - life requires balance. Salt is the essence of flavor, just as knowledge and wisdom are the essence of living.
Here in Langkawi, salt arrives with the tide, a metaphor for an island that holds within it stories and legends.
Yet flavor is nor complete without spice. Spices awaken the senses - fiery, sweet, fragrant, warm. Just like writing, they can stir, soothe, or bind us to our history and culture.
From salt and spice comes Story - the face shaped by experience and imagination. Story is the reflection of who we are, the heritage we carry, and the legacy we leave behind.
This is what will be celebrated at LangBuku:Langkawi Writers Festival 2025.
A meeting of writers, readers, artists, and lovers of culture, turning this island into more than a destination - into an island of stories.
Langkawi Development Authority
Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia
MORNE Art Gallery