Anak Rantau Melayu

Anak Rantau Melayu Saling Follow dan Share serta Suport sampai monetisasi... ๐Ÿ‘๐Ÿป
(1)

19/03/2024

*MARANTAU*

โ€œ๐™ˆ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ชโ€ sesuatu hal yang tak bisa dipisahkan dari Minangkabau. Asal usul kata โ€œmerantauโ€ itu sendiri berasal dari bahasa dan budaya Minangkabau yaitu โ€œ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ถโ€. Rantau pada awalnya bermakna : wilayah wilayah yang berada di luar wilayah inti Minangkabau, tempat awal mula peradaban Minangkabau periode terakhir sebelum zaman modern. Peradaban Minangkabau mengalami beberapa periode atau pasang surut. Wilayah inti itu disebut โ€œ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌโ€ (darat) ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜“๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ช๐˜จ๐˜ฐ. Aktifitas orang orang dari wilayah inti ke wilayah luar disebut โ€œmarantauโ€ atau pergi ke wilayah rantau. Lama kelamaan wilayah rantau pun jadi wilayah Minangkabau. Akhirnya wilayah rantau menjadi semakin jauh dan luas, bahkan di zaman modern sekarang ini wilayah rantau orang Minangkabau bisa disebut di seluruh dunia, walaupun wilayah tersebut tak akan mungkin masuk kategori wilayah Minangkabau namun tetap disebut โ€œrantauโ€. Filosofi dan tujuan โ€œmerantauโ€ orang Minang berbeda dengan imigrasi, urbanisasi, atau transmigrasi yang dilakukan kelompok lain.

Banyak orang dari berbagai suku atau etnis yang merantau, di antaranya yang fenomenal adalah kaum Minangkabau. Seorang laki laki Minangkabau saat menginjak usia dewasa muda (20-30 tahun) sudah didorong pergi merantau oleh kultur / budaya adat Minangkabau yang dianut suku sejak dulu kala, entah kapan bermulanya tak bisa diketahui secara pasti. Tapi setidaknya berdasarkan sejarah yang masih bisa ditelusuri sekitar abad ke 7 orang orang atau pedagang Minangkabau berperan besar dalam pendirian kerajaan Melayu di wilayah Jambi sekarang yang pada zamannya berada pada posisi yang strategis dalam perdagangan di Selat Malaka atau Asia Tenggara umumnya.

Masyarakat Minangkabau dikenal punya tradisi merantau yang kuat. Mereka telah mengembara ke wilayah Asia Tenggara lainnya sejak berabad abad yang lalu. Keturunan mereka sampai saat ini masih ada bahkan berkembang di banyak tempat seperti Aceh, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung atau wilayah Sumatera lainnya dan juga di Jawa,Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina Selatan, dan lain lain.

Suku Aneuk Jamee di Aceh adalah masyarakat keturunan Minangkabau yang nenek moyang mereka telah merantau dari Ranah Minang sejak berabad abad yang lalu. Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar yang dikenal sebagai pejuang gigih dan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia adalah anak dan keponakan dari Nanta Setia seorang Uleebalang VI Mukim, keturunan seorang perantau Minang yang juga jadi uleebalang di Kesultanan Aceh pada abad ke 18.

Dengan dukungan raja Pagaruyung Minangkabau, pada abad ke 15 perantau Minangkabau sudah mulai bermukim di Negeri Sembilan semenanjung Malaya. Komunitas keturunan perantau Minangkabau di Negeri Sembilan yang pop**asinya cukup banyak akhirnya menjadi sebuah kerajaan dengan raja pertamanya Raja Melewar yang diutus langsung dari Pagaruyung Minangkabau. Pada pertengahan abad ke 20 seorang Raja Negeri Sembilan yang keturunan Minangkabau Tuanku Abdul Rahman diangkat menjadi raja Malaysia pertama dengan gelar Yang di-Pertuan Agong.

Empat orang putera raja Pagaruyung Minangkabau mengembara / merantau ke selatan dan mendirikan ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜‰๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ di wilayah Lampung sekarang. Di Mindanao Selatan (Filipina) keturunan perantau Minangkabau dari ratusan tahun yang lalu masih ada sampai saat ini. Gelar bangsawan mereka โ€œ๐˜ˆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏโ€ (Ampu tuan) yang berasal dari Pagaruyung / Minangkabau masih mereka pakai sampai sekarang.

Di Sulawesi Selatan keturunan Datuk Makotta Minangkabau sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Bugis-Makassar sejak ratusan tahun yang lalu.

Di pesisir barat Sumatera Utara mulai dari Natal sampai Sibolga, Sorkam dan Barus keturunan Minangkabau telah bertransformasi dan telah berubah nama menjadi โ€œOrang Pesisirโ€. Dahulunya nenek moyang mereka berasal dari wilayah Painan, Padang dan Pariaman. Sampai sekarang bahasa mereka hampir tak ada bedanya dengan bahasa Minangkabau.

Saat masa jayanya Bandar Malaka pada abad ke 15 di semenanjung Malaya, di wilayah Batu Bara dan AsahanSumatera Utara dulunya banyak bermukim komunitas Minangkabau dan menerapkan sistim adat Minangkabau yang matrilineal sebelum berubah jadi patrilineal atas desakanSultan Deli. Saat ini keturunan Minangkabau tersebut telah lebur kedalam masyarakat Melayu pesisir timur Sumatera Utara.

Tidak hanya di Negeri Sembilan perantau Minangkabau mendirikan kerajaan, pada akhir abad ke 14 seorang perantau Minang lainnya Raja Bagindo juga mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina Selatan.

Awang Alak Betatar pendiri Kesultanan Brunei konon berasal dari Minangkabau juga, bahkan saat acara peresmian replika Istana Pagaruyung di tahun 80 an Sultan Brunei Hassanal Bolkiah juga ikut hadir dan sempat mengatakan bahwa leluhurnya berasal dari Pagaruyung Minangkabau.

Kalau ditelusuri lebih jauh lagi ke belakang, sebuah peninggalan sejarah dari abad ke 7 masehi yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang menyatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh ๐˜‹๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ setelah bertolak dari ๐˜”๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข ๐˜›๐˜ข๐˜ฎ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ dengan membawa bala tentara sebanyak 20.000 orang. Ada ahli sejarah yang berpendapat bahwa Minanga Tamwan zaman kuno yang berpusat di hulu sungai Batang Hari atau di hulu sungai Kampar itu adalah Minangkabau sekarang. Mengenai hal ini memang masih belum ada kesamaan pendapat di antara para ahli sejarah, ada yang berpendapat Dapunta Hyang bertolak dari Minanga Tamwan kearah selatan, lalu mendirikan wanua (kerajaan Sriwijaya) setelah menemukan tempat yang dianggap tepat. Sedangkan ahli yang lain berpendapat Minanga Tamwan adalah kerajaan taklukan Dapunta Hyang. Tidak tertutup kemungkinan bahwa pendapat yang pertama dari para ahli sejarah tersebut benar adanya mengingat prestasi yang dicapai orang orang Minangkabau dalam petualangan perantauannya baik dimasa lalu maupun dimasa kini.

Selain perantauan yang bersifat kolektif dan agak masif yang kemudian hari menjadi suatu komunitas bahkan kerajaan, juga ada perantau individual yang merantau ke wilayah yang tidak lazim dijadikan tujuan perantauan orang Minang pada masa itu. Selain Datuk Makotta Minangkabau juga ada tiga orang Datuk yang ulama yaitu ๐˜‹๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜™๐˜ช ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜‹๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜™๐˜ช ๐˜—๐˜ข๐˜ต๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜‹๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜™๐˜ช ๐˜›๐˜ช๐˜ณ๐˜ฐ merantau ke wilayah timur dan menyebarkan agama Islam di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara pada awal abad ke 17. Sampai saat ini masyarakat setempat tetap mengenang jasa jasa mereka.

Di beberapa wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah, ๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข dikenang masyarakat setempat sebagai pembawa ajaran Islam kedaerah itu.

Di bidang kemiliteran tiga laki laki Minang merantau jauh sampai ke Turki dan menjadi bagian dari pas**an ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜บ ๐˜›๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ช yang terkenal hebat pada masanya yaitu awal abad ke 19. Kolonel H. Piobang seorang perwira kavaleri dipercaya menjadi panglima pas**an yang berhasil mengalahkan salah satu pas**an Napoleon dalam perang Piramid di Mesir. Perwira lainnya Mayor H. Sumanik menjadi ahli perang padang pasir bersama H. Miskin. Dikemudian hari setelah p**ang dari perantauan ke Ranah Minang ketiga anggota pas**an Janissary Turki itu berperan besar sebagai pendiri pas**an militer dalam perang Padri.

Sebagian besar dari tokoh tokoh Indonesia dari Minang yang berpengaruh adalah produk โ€œperantauanโ€. Bangsa Indonesia tentu tak akan pernah lupa dengan jasa jasa para pejuang dan pahlawan negara ini yang berasal dari Minangkabau seperti ๐˜›๐˜ข๐˜ฏ ๐˜”๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜”๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ ๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ต๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ณ๐˜ช๐˜ณ yang dianggap tokoh Indonesia paling penting bersama Soekarno danJenderal Soedirman dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Selain ketiga tokoh tersebut tentu masih banyak tokoh produk perantauan lainnya seperti ๐˜”๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ ๐˜•๐˜ข๐˜ต๐˜ด๐˜ช๐˜ณ yang pernah menjabat sebagai Presiden Liga Muslim se Dunia dan perdana menteri Indonesia, ๐˜”๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ ๐˜ ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ yang jadi pelopor Sumpah Pemuda pada tahun 1928, juga ๐˜ˆ๐˜จ๐˜ถ๐˜ด ๐˜š๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ yang jadi diplomat ulung, bahkan seorang presiden yang di(ter)lupakan ๐˜ˆ๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต.

Di bidang agama Minang perantauan juga melahirkan ulama ulama besar seperti ๐˜ˆ๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ ๐˜’๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ ๐˜ˆ๐˜ญ-๐˜”๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ช orang non Arab pertama yang jadi Imam Besar di Masjidil Haram Mekkah dan ๐˜๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ข yang dihormati dan dikagumi tidak hanya oleh umat muslim Indonesia tapi juga umat muslim di negara negara Asia Tenggara lainnya.

Di bidang sastra juga lahir dua orang pionir yaitu ๐˜Š๐˜ฉ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ pelopor Angkatan โ€™45 dan ๐˜š๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜›๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข pelopor Pujangga Baru, sementara ๐˜œ๐˜ด๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜๐˜ด๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ญ dikemudian hari digelari Bapak Film Indonesia, dan banyak lagi yang lainnya.

Semua tokoh tokoh besar tersebut adalah produk โ€œperantauanโ€. Pencapaian yang tinggi oleh perantau perantau itu akhirnya menimbulkan pertanyaan, apakah tujuan dan filosofi orang orang Minang dalam โ€œmerantau?. Tidak mudah memahami tujuan dan filosofi itu melalui artikel yang pendek ini.

Secara sederhana bisa direnungkan makna dari sebuah pepatah bijak Minangkabau yaitu ๐˜๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ด๐˜ฐ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฐ (Hidup berjasa, mati berpusaka) yang berarti selagi hidup harus memberi jasa agar setelah mati meninggalkan pusaka (warisan nama baik) yang bisa dikenang sepanjang masa. Untuk memahami lebih dalam lagi filosofi dan tujuan โ€œmerantauโ€ orang Minang perlu dibaca karya dari antropolog dan sosiolog ternama Mochtar Naim dalam bukunya โ€œ๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ถโ€.

Orang orang Minangkabau merantau dengan hati dan pikiran terbuka serta imajinasi yang tinggi. Antropolog Mochtar Naim berpendapat bahwa disamping merantau dan berdagang, pola hidup masyarakat Minangkabau yang sangat menonjol adalah s**a berpikir dan menelaah. Kebiasaan positif tersebut pada akhirnya menghasilkan para pemikir dan tokoh tokoh berpengaruh di nusantara ini. Mereka adalah manusia manusia yang tak cepat berpuas diri, mereka akan menggapai apapun setinggi mungkin. Kemampuan dan keberanian menjelajah dunia lain yang berbeda dengan kampung halaman mereka telah menjadikan kaum itu sebagai perantau ulung yang tercatat dalam sejarah bangsa bangsa nusantara. Salah satu falsafah hidup mereka yang paling penting yaitu ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜›๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜Ž๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ ikut berperan dalam kemampuan mereka beradaptasi dengan alam yang berbeda dengan alam Minangkabau, kampung halaman yang tak pernah mereka lupakan sejauh apapun mereka merantau.

Kebiasaan merantau juga berfungsi sebagai suatu perjalanan spiritual dan batu ujian bagi kaum lelaki Minangkabau dalam menjalani kehidupan. Pada masa lalu kaum lelaki Minangkabau yang biasanya telah menguasai ilmu beladiri silat untuk menjaga diri, berangkat pergi merantau dari kampung ketempat yang jauh hanya berbekal seadanya, bahkan tak jarang tanpa bekal sama sekali. Kehidupan yang keras, jauh dari sanak saudara dan kampung halaman diharapkan menjadi cobaan untuk menempa jiwa, kegigihan, dan keuletan si lelaki Minang dalam meningkatkan derajat kehidupannya.

Pada masa sekarang, dalam periode di negeri orang inilah orang Minang yang merantau mencari bidang kehidupan yang mereka minati. Bagi yang ingin berniaga atau wiraswasta mereka memilih menjadi pedagang. Banyak bidang usaha yang bisa mereka geluti seperti berdagang di pasar, mengelola usaha angkutan, usaha percetakan, penjahit pakaian, usaha rumah makan atau restoran Padang dan banyak lagi yang lain.

Karena didorong oleh jiwa merdeka, sedikit di antara mereka yang merantau untuk mencari pekerjaan sebagai orang gajian. Bagi yang bertujuan menimba ilmu merekapun masuk sekolah sekolah yang baik. Tak jarang mereka dijadikan pemimpin di komunitas perguruan tersebut. Banyak di antara mereka menjadi orang besar dikemudian hari, baik sebagai tokoh pengusaha, politisi, dokter, ilmuwan, birokrat, seniman, profesional, ulama, militer dan polisi, dan lain lain.

Bila keadaannya dianggap sudah cukup mapan atau sukses setelah jangka waktu tertentu, maka barulah ia akan p**ang ke kampung halamannya yang telah lama ditinggalkan. Tidak jarang p**a para perantau ini lalu berkeluarga, dan akhirnya menetap di perantauan. Bagi orang Minangkabau, fenomena ini disebut โ€œ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜Š๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฐโ€ atau merantau selamanya dan tak kembali lagi.

Suatu masalah yang belum banyak dikaji tentang para perantau Minang masa kini adalah mengenai perubahan sistem nilai serta kehidupan sosial mereka. Secara umum terdapat kesan bahwa para perantau Minang masih tetap menganut agama Islam dengan taat, akan tetapi dalam hubungan sosialnya sudah mulai kurang menggunakan warisan adat tradisional seperti โ€œ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ช๐˜ฌโ€, โ€œ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฎโ€ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ โ€œ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถโ€, dan lebih banyak berhimpun dalam satuan nagari asal. Salah satu perhimpunan warga Minang yang paling terkenal dan terorganisasi dengan baik adalah Sulit Air Sepakat atau SAS. Sulit Air Sepakat atau SAS punya kantor perwakilan di banyak kota besar di Indonesia dan beberapa di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan lain lain.

Adalah menarik perhatian, bahwa pada umumnya para perantau Minang ini mampu menyesuaikan diri dengan adat istiadat serta kebudayaan daerah rantaunya, yang antara lain terlihat pada hampir tidak pernahnya terjadi konflik dengan masyarakat tempatan yang menjadi tuan rumahnya. Mungkin sekali hal ini disebabkan oleh pepatah bijak Minangkabau yang berbunyi: ๐˜‹๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ yang bermakna menghargai kultur dan budaya setempat tanpa harus kehilangan kultur dan budaya sendiri.

Saat ini diperkirakan lebih dari setengah jumlah warga suku Minangkabau hidup dan berkembang di wilayah perantauan, baik di Indonesia maupun mancanegara, perkiraan itupun tidak memasukkan keturunan Minangkabau yang telah merantau dan berkembang sejak sekurangnya 1000 tahun yang lalu diberbagai wilayah di nusantara atau bahkan dunia pada masa modern ini. Banyak di antara keturunan mereka telah bertransformasi menjadi orang โ€œ๐˜”๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถโ€ atau bahkan suku suku baru seperti โ€œ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜‘๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฆโ€ di Aceh, โ€œ๐˜–๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ณโ€ di pantai barat Sumatera Utara, โ€œ๐˜–๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜•๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ชโ€ di Negeri Sembilan, dan entah apa lagi namanya di wilayah wilayah lain yang sudah lama terputus tali sejarah dan tali persaudaraannya dengan Minangkabau.

Bahkan terbetik berita tentang keturunan Pagaruyung Minangkabau yang โ€œterdamparโ€ di pedalaman Kalimantan Barat di sebuah negeri bernama Kudangan, yang oleh masyarakat setempat diakui sebagai leluhur mereka. Perantau Minangkabau yang fenomenal telah melahirkan suku suku baru di nusantara ini, dan ini adalah sesuatu yang alami dalam dinamika kehidupan alam. Banyak di antara mereka yang tak mengenal lagi kampung halaman nenek moyang mereka yang hebat, yang jauh di pedalaman Sumatera bagian tengah, di dataran tinggi bergunung gunung gagah yang memberi hawa sejuk dan di lembah berdanau danau indah yang pinggirannya jadi tepian mandi sejak dulu kala sampai masa kini.

08/03/2024

Informasi terkini, pengendara padang pariaman menuju BIM agar berhati hati,

Pada hari Senin, 4 Maret 2023, KJRI Kuching membantu repatriasi ke Indonesia sebanyak 9 orang WNI/PMI bermasalah yang te...
06/03/2024

Pada hari Senin, 4 Maret 2023, KJRI Kuching membantu repatriasi ke Indonesia sebanyak 9 orang WNI/PMI bermasalah yang terlantar di Sarawak melalui Perbatasan Tebedu-Entikong. Para WNI/PMI bermasalah yang dip**angkan terdiri dari 4 orang lelaki dan 5 orang wanita, yang salah satunya tengah mengandung 5 bulan. Sebagian besar WNI/PMI bermasalah tersebut mengalami masalah ditempatnya bekerja, antara lain tidak dibayar gaji, ditipu oleh agen penyalur kerja, jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja, kondisi tempat kerja yang tidak layak dan masalah kesehatan.

Sebelumnya KJRI Kuching juga telah melakukan pendampingan deportasi pada hari Selasa, 27 Februari 2024, terhadap 100 WNI/PMI bermasalah dari Depo Tahanan Imigresen Bekenu, Miri, Sarawak, yang terdiri dari 83 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Di antara mereka terdapat WNI yang masih di bawah umur (12 s.d 17 tahun) yaitu 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Dari 100 orang WNI/PMI bermasalah yang dideportasi tersebut, 90 orang melakukan pelanggaran peraturan keimigrasian Malaysia dan 10 orang karena terlibat kasus narkoba yang telah selesai menjalankan hukuman di penjara Sarawak, dengan masa hukuman 8 bulan s.d 2 tahun. Sedangkan berdasarkan alur perlintasan yang digunakan terdapat 36 orang yang masuk ke wilayah Sarawak menggunakan jalur tidak resmi (lewat hutan).

Dan pada hari Kamis, 29 Februari 2024, KJRI Kuching juga telah melakukan pendampingan proses deportasi sebanyak 47 WNI/PMI bermasalah dari Depo Tahanan Imigresen Semuja, Sarawak, yang terdiri dari 40 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. kesemua 47 orang WNI/PMI bermasalah yang dideportasi tersebut, melakukan pelanggaran peraturan keimigrasian Malaysia.

Para WNI/PMI bermasalah tersebut telah diserahkan dalam kondisi sehat dan baik kepada Tim Satgas Pemulangan WNI di Entikong, dan selanjutnya akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing.

Sejak bulan Januari hingga 04 Maret 2024, KJRI Kuching mencatat sebanyak 578 WNI/PMI bermasalah telah dideportasi dan 24 Orang WNI/PMI bermasalah dip**angkan melalui program repatriasi.

TERBARU GAMIS+ROMPI SESHA MAXYGAMIS KOMBINASIBAHAN ITY CREPE MIX CERUTYSIZE FIT L/XLBUSUI FRIENDLYWUDHU FRIENDY(KANCING ...
02/08/2023

TERBARU GAMIS+ROMPI SESHA MAXY

GAMIS KOMBINASI
BAHAN ITY CREPE MIX CERUTY
SIZE FIT L/XL
BUSUI FRIENDLY
WUDHU FRIENDY(KANCING MANSET)

SPESIPIKASI BAHAN SERAT HALUS LEMBUT JATUH TIDAK MUDAH KUSUT TIDAK LUNTUR DAN TIDAK MENERAWANG
SPESIPIKASI UKURAN

LINGKAR DADAD104 CM
PANJANG BADAN 140 CM
PANJANG TANGAN 54 CM
LINGKAR BAWAH 200 CM
TOLERANSI UKURAN 1-2 CM

Instruksi Pencucian
- dapat menggunakan mesin cuci
- cuci dengan suhu rendah dan secara terbalik
- jangan gunakan pemutih
- setrika dengan suhu sedang
- jemur hingga kering
https://berikhtiar.com/win.shoop.e4f

02/07/2023

Program Berita Harian yang menyajikan informasi tercepat dan teraktual secara detail dan berbagai bidang Secara Live, mulai dari peristiwa politik, hukum, so...

https://youtu.be/BWw3dAmoZmgPeristiwa kecelakaan dilaporkan telah terjadi di ruas jalan nasional lintas Simpang Empat-Ma...
28/06/2023

https://youtu.be/BWw3dAmoZmg
Peristiwa kecelakaan dilaporkan telah terjadi di ruas jalan nasional lintas Simpang Empat-Manggopoh tepatnya di Jorong Sarik Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (28/06) sore, sekitar pukul 15.35 WIB.

Dalam video yang dikirimkan salah seorang warga sekitar, terlihat ada dua sepeda motor dan satu unit ambulance terlibat dalam kecelakaan itu dan diduga dua pengendara sepeda motor masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan wanita itu mengalami luka cukup parah.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitas korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, dan dilaporkan korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat.(***)

Peristiwa kecelakaan dilaporkan telah terjadi di ruas jalan nasional lintas Simpang Empat-Manggopoh tepatnya di Jorong Sarik Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupat...

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,Selamat Jalan Para Tamu Allah, untuk menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci Mak...
06/06/2023

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat Jalan Para Tamu Allah, untuk menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah, semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, dan menjadi Haji serta Hajjah yang mabrur Amiinn Yarabbal'alamiiin ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



Address

Kepong Kuala Lumpur
Kuala Lumpur
52100

Telephone

+601165904968

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anak Rantau Melayu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Anak Rantau Melayu:

Share

Category