28/04/2026
Judul: Dikhianati Darah Sendiri
Di rumah kecil yang hangat itu—
tawa selalu terdengar.
Empat anak perempuan…
dan seorang ibu yang menjadi pusat segalanya.
Ibu Sari.
Ia percaya satu hal:
“Selama kita bersama, kita kuat.”
---
Namun…
yang paling dekat, justru paling mudah melukai.
---
Sejak suaminya meninggal,
Ibu Sari membesarkan keempat anaknya sendirian.
Ia bekerja tanpa lelah.
Tak pernah mengeluh.
Semua demi mereka.
---
Anak pertama—Rina, si ambisius.
Anak kedua—Maya, si penurut.
Anak ketiga—Lina, si pendiam.
Dan yang bungsu—Tia, paling manja.
Mereka terlihat rukun.
Setidaknya… di depan.
---
Hingga suatu hari—
Ibu Sari jatuh sakit.
Dokter berkata pelan,
“Beliau butuh perawatan intensif… dan biaya besar.”
---
Di situlah… semuanya mulai berubah.
---
Rina mulai membicarakan warisan.
Maya diam… tapi ikut setuju.
Lina hanya menunduk.
Dan Tia—
yang paling disayang…
justru yang paling tega.
---
Tanpa sepengetahuan Ibu Sari—
mereka menjual tanah satu-satunya.
Tanah yang selama ini dijaga mati-matian.
Alasannya?
“Untuk biaya pengobatan.”
---
Tapi kenyataannya…
uang itu dibagi.
Untuk kebutuhan masing-masing.
Untuk mimpi mereka sendiri.
---
Ibu Sari akhirnya tahu.
Bukan dari mereka—
tapi dari orang lain.
---
Malam itu, ia duduk sendirian.
Matanya kosong…
air matanya tak lagi jatuh.
Karena hatinya… sudah terlalu sakit.
---
“Kalian… anakku…”
suaranya pelan.
“Kenapa harus aku… yang kalian khianati?”
---
Tak ada jawaban.
Tak ada yang berani menatapnya.
---
Hari itu—
rumah yang dulu penuh cinta…
berubah jadi tempat paling asing.
---
Karena luka terdalam…
bukan datang dari orang lain.
Tapi dari darah sendiri.
---
Dan saat kepercayaan hancur—
yang tersisa…
bukan hanya penyesalan.
Tapi juga jarak
yang tak akan pernah bisa diperbaiki.
---