Andy Saputra

Andy Saputra Andy Saputra adalah vlog tentang kehidupan keluarga kecil kami di Selandia Baru. Awalnya, Andy Saputra bekerja sebagai technical director di Indonesia.

Mulai dari cara membuat visa, daftar tempat yang wajib dikunjungi, jajanan menarik, hingga tips dan trik tinggal di luar negeri. ▶️ https://www.youtube.com/andysaputra Andy Judah Saputra, yang biasa dikenal sebagai Andy Saputra, adalah seorang Youtuber asal Surakarta, Indonesia, yang saat ini tinggal di New Zealand. Dia aktif membagikan pengalaman hidupnya sebagai orang Indonesia di New Zealand me

lalui kanal Youtube-nya, Andy Saputra. Dia telah aktif sejak 2010 dan per 1 July 2023 ini, Andy Saputra telah berhasil mendapatkan 59 ribu subscriber dengan total tayangan sebesar 1.160.106. Namun, perkembangan bisnis yang di luar ekspektasinya membuatnya memutuskan untuk pindah ke New Zealand. Di sana, dia berkuliah di jurusan IT selama dua tahun dan akhirnya mendapatkan pekerjaan tetap. Dia juga berhasil mendapatkan status permanent resident (izin tinggal tetap) di New Zealand. Pada tahun 2017, Andy Saputra menikah dengan Thirza Saputra. Sejak 2010, dia telah aktif membuat konten tentang kehidupan sehari-hari di Youtube​.

Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan pertama di Selandia Baru?Di Part 2 ini, Angel membagikan pengalaman nyatanya memban...
02/06/2026

Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan pertama di Selandia Baru?

Di Part 2 ini, Angel membagikan pengalaman nyatanya membangun karier di Selandia Baru setelah datang sebagai mahasiswa MBA di Auckland.

Mulai dari menyusun CV untuk berbagai industri, mendapatkan pekerjaan pertama di restoran cepat saji, membangun Kiwi Experience, hingga akhirnya memperoleh pekerjaan yang membuka peluang menuju residensi.

Di video ini kita juga membahas:

✅ Strategi mencari kerja di Selandia Baru
✅ Pentingnya Kiwi Experience
✅ Pengalaman interview dan FGD yang unik
✅ Budaya referral yang masih sangat kuat di New Zealand
✅ Cara mendapatkan pekerjaan pertama sebagai mahasiswa internasional
✅ Peluang karier dan kehidupan di Auckland

Banyak orang fokus pada visa atau kampus, padahal tantangan berikutnya adalah mendapatkan pekerjaan pertama. Pengalaman Angel memberikan gambaran nyata tentang proses yang dijalani banyak pendatang baru di Selandia Baru.

Tonton videonya di sini:

Bagaimana cara kuliah sambil kerja di Selandia Baru? Di video ini, ...

Pernah tinggal di Australia, lalu harus kembali ke Indonesia karena visa berakhir dan perubahan regulasi. Apa yang dilak...
31/05/2026

Pernah tinggal di Australia, lalu harus kembali ke Indonesia karena visa berakhir dan perubahan regulasi. Apa yang dilakukan selanjutnya?

Angel memutuskan mencari alternatif dan akhirnya memilih Selandia Baru. Kini ia berhasil menjalani studi MBA di Auckland sambil bekerja di bidang Sales & Marketing.

Di video ini, Angel berbagi pengalaman tentang:

✅ Alasan memilih Selandia Baru dibanding kembali ke Australia
✅ Proses persiapan sebelum berangkat
✅ Pengalaman kuliah MBA di Auckland
✅ Cara mendapatkan pekerjaan sambil kuliah
✅ Kehidupan sehari-hari dan transportasi di Selandia Baru

Bagi yang sedang mempertimbangkan kuliah, bekerja, atau memulai hidup baru di Selandia Baru, kisah Angel mungkin bisa memberikan perspektif yang menarik.

Tonton videonya di sini:

Di video kali ini, Andy Saputra dan Henny Bunardy berbincang bersam...

Menjelang tengah malam, Andy Saputra dan Thirza mulai membangunkan anak-anak untuk bersiap menuju bandara untuk perjalan...
25/05/2026

Menjelang tengah malam, Andy Saputra dan Thirza mulai membangunkan anak-anak untuk bersiap menuju bandara untuk perjalanan pulang ke Indonesia dari New Zealand. Justin terlihat paling semangat dan sudah bangun lebih dulu, disusul Jayden dan Jensen yang masih berusaha melawan kantuk di awal perjalanan panjang mereka menuju Surabaya via Kuala Lumpur menggunakan Malaysian Airlines.

Untuk perjalanan kali ini, Andy dan keluarga memilih menggunakan Super Shuttle sebagai transportasi menuju Auckland International Airport. Selain lebih praktis, pilihan ini juga dinilai lebih hemat dibanding membawa mobil sendiri ke bandara, dengan estimasi biaya total pulang-pergi dari Ōrewa ke bandara sekitar 428,26 NZD.

Mereka terbang menggunakan Malaysian Airlines dengan jadwal boarding sekitar pukul 1 pagi. Menurut Andy, penerbangan malam menjadi pilihan terbaik agar anak-anak bisa tidur selama perjalanan panjang menuju Kuala Lumpur yang memakan waktu sekitar 11 jam.

Proses check-in terasa cukup santai karena barang bawaan mereka tidak terlalu banyak, sementara jatah bagasi dari maskapai juga cukup besar. Sebelum boarding, mereka sempat berjalan-jalan sejenak mengelilingi bandara meskipun sebagian besar restoran sudah tutup pada saat itu.

Saat waktu boarding tiba, keluarga Saputra mendapatkan fasilitas priority boarding dari maskapai karena bepergian bersama anak kecil. Hal ini sangat membantu karena proses masuk ke pesawat jadi lebih nyaman dan tidak terburu-buru.

Selama penerbangan, Andy dan Thirza juga cukup fleksibel memberikan screen time kepada anak-anak agar mereka tetap tenang dan nyaman di pesawat. Sementara itu, Jeslyn terlihat sangat tenang selama take off maupun landing. Andy juga membagikan tips sederhana bahwa menyusui atau memberikan minuman kepada bayi dan balita dapat membantu mereka lebih nyaman saat terjadi perubahan tekanan udara.

Menariknya, Andy memutuskan untuk tidak menggunakan baby bassinet meskipun tersedia, kerana posisi duduknya mengharuskan keluarga terpisah. Bagi mereka, kebersamaan sebagai keluarga jauh lebih penting selama perjalanan kali ini.

Di tengah penerbangan, mereka juga menikmati hidangan makan malam dari Malaysian Airlines yang terlihat menggugah selera. Jensen bahkan tampak sangat menikmati menu ayam yang disajikan dan menghabiskannya dengan lahap.

Setelah kurang lebih 11 jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di Kuala Lumpur International Airport untuk transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Surabaya. Secara keseluruhan, Andy dan keluarga merasa puas dengan pelayanan Malaysian Airlines, mulai dari keramahan kru, kualitas makanan, hingga suasana yang terasa lebih dekat kerana banyak kru yang dapat berbahasa Melayu.

Penasaran seperti apa serunya awal perjalanan keluarga Saputra pulang ke Indonesia? Jangan lewatkan video lengkapnya dan tunggu cerita lanjutannya!

Menjelang tengah malam, Andy Saputra dan Thirza mulai membangunkan ...

Di video kali ini, Andy Saputra tampil unik dengan seragam SMA sambil mengajak kita berkeliling melihat langsung seperti...
21/05/2026

Di video kali ini, Andy Saputra tampil unik dengan seragam SMA sambil mengajak kita berkeliling melihat langsung seperti apa suasana sekolah Care Workforce di Selandia Baru. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, research room, hingga ruang praktik lengkap dengan alat medis dan perlengkapan caregiver, semuanya dibahas di video ini. Cocok banget buat kamu yang sedang mencari informasi tentang studi caregiver di New Zealand, kerja care workforce, atau jalur menuju residency Selandia Baru melalui bidang kesehatan dan perawatan lansia.

Begitu masuk ke area resepsionis, kamu langsung disambut dengan desain yang minimalis dan nyaman. Tersedia juga printer yang bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah secara gratis, serta untuk kebutuhan pribadi dengan biaya yang terjangkau.

Masuk lebih dalam, terdapat ruang belajar yang nyaman untuk diskusi kelompok maupun mengerjakan tugas bersama. Selain itu, ada juga perpustakaan dengan suasana tenang yang cocok digunakan untuk belajar atau mencari referensi tambahan.

Menariknya lagi, staff dan siswa memiliki area pantry masing-masing. Tempat ini bisa digunakan untuk menyimpan makanan, membuat kopi, hingga beristirahat sejenak di sela-sela kegiatan.

Fasilitas lain yang cukup menarik perhatian adalah research room yang dapat digunakan secara gratis oleh para siswa. Di sini tersedia beberapa komputer dan akses internet yang membantu para pelajar mengerjakan tugas maupun melakukan riset.

Saat memasuki ruang kelas, suasananya terasa cukup berbeda dibanding kebanyakan kelas pada umumnya. Jumlah siswa di tiap kelas relatif sedikit, sehingga proses belajar terasa lebih fokus dan interaktif. Para siswanya juga berasal dari berbagai negara, membuat suasana belajar terasa lebih berwarna.

Dengan jumlah murid yang tidak terlalu banyak, interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih intens. Para pelajar juga bisa lebih mudah memahami materi sekaligus aktif bertanya selama proses belajar berlangsung.

Ruangan yang paling menarik perhatian Andy adalah ruang praktik yang dilengkapi berbagai alat pendukung pembelajaran. Mulai dari alat bantu mengangkat lansia, kursi roda, walking chair, boneka CPR, hingga perlengkapan medis yang biasa ditemukan di rumah pensiunan. Di ruangan ini, siswa bisa langsung mempraktikkan teori yang dipelajari agar lebih siap saat terjun ke dunia kerja nantinya.

Secara keseluruhan, terdapat 4 kelas di sekolah Care Workforce yang dikunjungi kali ini — 2 kelas untuk Intake Level 4 dan 2 kelas untuk Intake Level 5. Menariknya, Henny Bunardy juga membagikan informasi bahwa intake baru kemungkinan akan kembali dibuka pada bulan Oktober.

Jadi, buat kamu yang penasaran seperti apa tempat belajar para calon care worker di Selandia Baru, jangan sampai kelewatan video yang satu ini!

Di video kali ini, Andy Saputra tampil unik dengan seragam SMA sambil mengajak kita berkeliling melihat langsung seperti apa suasana sekolah Care Workforce d...

Di video ini, Jayden, Jensen, dan Justin akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dengan adik perempuan mereka, Jeslyn. Su...
06/05/2026

Di video ini, Jayden, Jensen, dan Justin akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dengan adik perempuan mereka, Jeslyn. Suasana hangat langsung terasa sejak pagi hari setelah kelahiran—ketiganya tampak begitu bahagia, gemas, dan terharu saat menyambut anggota keluarga baru. Mereka bergantian menunjukkan kasih sayang, mulai dari mengelus hingga mencium Jeslyn, sementara Jayden dan Jensen juga memberikan pelukan hangat untuk sang ibu sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya.

Di sisi lain, Andy langsung membereskan kolam persalinan yang digunakan sebelumnya. Proses ini ternyata cukup praktis—mulai dari menguras air hingga mengemas kembali perlengkapannya seperti plastik pelindung dan suction pump yang semuanya disediakan oleh midwife.

Thirza pun berbagi pengalamannya menjalani persalinan di Selandia Baru yang ia rasakan nyaman dan aman. Meski begitu, ia tetap mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kondisi tertentu, terutama bagi ibu dengan kebutuhan medis khusus.

Setelah semuanya rapi, Thirza memandikan Jeslyn untuk pertama kalinya. Momen sederhana ini terasa spesial, apalagi dilanjutkan dengan menyisir rambut Jeslyn yang membuatnya terlihat semakin menggemaskan.

Andy kemudian melanjutkan tradisi penanaman placenta Jeslyn menggunakan pohon asli Selandia Baru, yaitu Pohutukawa. Proses ini menjadi simbol yang bermakna, sekaligus momen kebersamaan keluarga yang hangat.

Tak lama, midwife datang untuk melakukan pemeriksaan pasca kelahiran. Andy dan keluarga juga membawa Jeslyn menjalani newborn hearing screening—tes wajib bagi bayi di Selandia Baru untuk memastikan kondisi pendengarannya. Prosesnya cukup singkat dan dilakukan saat bayi tidur, dengan hasil yang membuat seluruh keluarga lega dan bahagia.

Penasaran seperti apa kehangatan setiap momen setelah kelahiran Jeslyn? Jangan lewatkan video yang satu ini!

Di video ini, Jayden, Jensen, dan Justin akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dengan adik perempuan mereka, Jeslyn. Suasana hangat langsung terasa sejak pa...

Di video kali ini, Andy Saputra bersama Henny Bunardy dari Queen City Law membagikan perjalanan luar biasa Merlin—seoran...
29/04/2026

Di video kali ini, Andy Saputra bersama Henny Bunardy dari Queen City Law membagikan perjalanan luar biasa Merlin—seorang guru TK dari Jakarta yang memutuskan keluar dari zona nyaman demi masa depan di Selandia Baru.

Berbekal latar belakang sebagai pendidik, Merlin memilih jalur care workforce dengan mengambil studi Health & Wellbeing, dengan fokus pada anak-anak dengan disabilitas. Pilihan ini bukan tanpa alasan—ia ingin tetap berada di bidang yang selaras dengan passion-nya dalam membantu dan mengembangkan orang lain.

Selama masa studi, Merlin diwajibkan menjalani magang selama 200 jam yang difasilitasi oleh kampus. Di sinilah ia mendapatkan pengalaman berharga, mulai dari membantu lansia agar lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari hingga memberikan dukungan emosional. Lingkungan kerja yang beragam juga menuntutnya untuk terus mengasah kemampuan komunikasi dan social skills agar bisa menyesuaikan diri dengan berbagai karakter dan latar belakang.

Namun, tantangan sebenarnya justru datang setelah lulus. Merlin harus melewati fase penuh ketidakpastian—mengirim ratusan CV, baik secara online maupun door to door, tanpa hasil instan. Hingga akhirnya, setelah sekitar 3 bulan, kesempatan itu datang… di momen yang nyaris mustahil.

Bayangkan, hanya 4 hari sebelum visa habis, Merlin mendapatkan job offer. Bahkan, ia dan Henny sudah menyiapkan rencana cadangan jika skenario terburuk terjadi. Namun justru di titik itulah semuanya berubah.

Proses interview pun tidak kalah unik—dilakukan secara online dari tiga lokasi berbeda: HR di Hamilton, perusahaan di Gisborne, dan Merlin di Auckland. Meski menghadapi dua interviewer sekaligus, ia tetap merasa rileks sepanjang sesi yang berlangsung sekitar satu jam.

Yang lebih mengejutkan lagi, hasil interview diberikan hanya dalam waktu 2 menit setelah sesi berakhir—sesuatu yang sangat jarang terjadi. Dan sesuai feeling-nya, Merlin dinyatakan lolos.

Proses berlanjut dengan pengurusan visa kerja yang dibantu langsung oleh Henny Bunardy. Meski waktu sangat terbatas, semuanya berjalan cepat—bahkan respons dari imigrasi didapatkan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Bagi Merlin, pengalaman ini terasa hampir tidak masuk akal. Namun di situlah letak pelajarannya: tidak ada yang benar-benar mustahil selama kita mau berusaha dan terus mencoba.

Penasaran dengan cerita lengkap dan detail perjuangan Merlin? Wajib tonton video ini sampai habis!

Kerja Caregiver di New Zealand: Job Offer 4 Hari Sebelum Visa Habis, Visa Approved dalam 24 Jam

Di video kali ini, Andy Saputra bersama keluarga mengajak kita ikut pengalaman belanja langsung di grocery store di Sela...
24/04/2026

Di video kali ini, Andy Saputra bersama keluarga mengajak kita ikut pengalaman belanja langsung di grocery store di Selandia Baru. Berbeda dari video sebelumnya, kali ini mereka berbelanja untuk kebutuhan 6 orang, jadi lebih relatable buat kamu yang ingin tahu gambaran biaya hidup keluarga di sana.

Begitu masuk ke dalam store, mereka langsung disambut dengan fasilitas unik—buah gratis khusus untuk anak-anak. Jensen dan Justin terlihat sangat menikmati momen ini, bahkan sampai mengambil mandarin lebih dari sekali.

Masuk ke area fresh, pilihan buah dan sayurnya sangat beragam dan terlihat segar. Mulai dari kumara, apel, mint, hingga bawang merah dengan ukuran yang jauh lebih besar dari yang biasa kita lihat. Di sisi lain, ada kebiasaan penting saat belanja di Selandia Baru: tidak ada kantong plastik yang disediakan, jadi wajib membawa shopping bag sendiri.

Selanjutnya, mereka beralih ke bagian snack dan minuman. Setiap anggota keluarga memilih chips favorit masing-masing, membuat suasana belanja terasa lebih santai dan menyenangkan. Thirza juga membagikan insight penting terkait pembelian wine dan beer, di mana pembeli wajib menunjukkan ID dan sebaiknya tidak membawa anak-anak agar prosesnya lebih lancar. Andy juga menambahkan tips untuk mendaftar membership supaya bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

Perjalanan belanja berlanjut ke bagian daging, di mana mereka membeli berbagai jenis protein seperti ayam, sapi, hingga babi. Tak lupa, Indomie juga masuk ke dalam keranjang—sebagai “penyelamat” saat rindu cita rasa Indonesia. Selain itu, mereka juga membeli kebutuhan pokok lain seperti beras, saus, sereal, dan telur dengan berbagai pilihan ukuran.

Untuk sarapan, mereka biasanya memilih oatmeal dan muesli karena praktis dan tetap lezat. Mereka juga melengkapi kebutuhan rumah dengan membeli diaper untuk Jesslyn dan susu sebagai stok harian.

Menariknya, pilihan roti di grocery store Selandia Baru juga sangat beragam, termasuk opsi gluten-free untuk kebutuhan tertentu. Secara keseluruhan, produknya sangat lengkap—mulai dari bahan makanan segar hingga kebutuhan hewan peliharaan.

Setelah semua belanjaan terkumpul, mereka melanjutkan ke proses pembayaran di checkout yang dibantu kasir.

Di penghujung video, Andy membocorkan total belanja untuk kebutuhan satu minggu. Angkanya cukup menarik dan bisa jadi gambaran nyata buat kamu yang penasaran dengan cost of living di Selandia Baru. Tonton sampai akhir ya.

Biaya Belanja 1 Minggu di New Zealand untuk Keluarga 6 Orang (Harga Supermarket & Cost of Living NZ)

Tyar dan Deena, pasangan suami istri asal Cibubur, membagikan kisah inspiratif mereka setelah memutuskan menetap di Sela...
11/04/2026

Tyar dan Deena, pasangan suami istri asal Cibubur, membagikan kisah inspiratif mereka setelah memutuskan menetap di Selandia Baru. Keputusan ini berawal dari keresahan akan minimnya ruang publik dan aktivitas outdoor di Jakarta, terutama bagi mereka yang sudah memiliki anak.

Mereka menginginkan lingkungan yang lebih sehat untuk tumbuh kembang buah hati. Salah satu perubahan paling terasa adalah kualitas udara yang jauh lebih baik, hingga berdampak langsung pada kesehatan anak mereka. Ditambah lagi, akses pendidikan gratis menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.

Awalnya, Australia sempat menjadi tujuan utama. Namun, proses yang dinilai lebih kompleks—terutama untuk keluarga—membuat mereka mencari alternatif lain. Hingga akhirnya, mereka menemukan informasi tentang Selandia Baru melalui channel Andy Saputra dan mulai mempertimbangkan langkah besar ini.

Perjalanan mereka semakin jelas setelah terhubung dengan Queen City Law dan Henny Bunardy. Dari awal proses hingga masa adaptasi, mereka merasa sangat terbantu dengan pendampingan yang responsif dan profesional.

Meski terkadang rindu dengan jajanan Indonesia, kehidupan baru ini membawa banyak hal positif. Tyar bahkan menemukan minat baru di dunia kuliner, sementara Deena bisa lebih fokus mendampingi anak dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Proses adaptasi pun berjalan baik, termasuk dalam hal mencari tempat tinggal dan membangun rutinitas baru. Aktivitas sederhana seperti rutin ke playground menjadi cara mereka membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru.

Memang, biaya hidup di Selandia Baru lebih tinggi. Namun bagi mereka, semua itu terasa sepadan dengan kualitas hidup yang didapatkan—mulai dari sistem yang lebih tertata hingga budaya kerja yang menjunjung tinggi work-life balance.

Kini, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga sekaligus mengeksplorasi hal-hal baru yang sebelumnya sulit dilakukan.

Bagi Tyar dan Deena, kunci dari perjalanan ini adalah niat yang kuat dan kesiapan untuk memulai dari bawah. Di Selandia Baru, setiap pekerjaan dihargai tanpa memandang posisi.

Penasaran dengan cerita lengkap dan wawasan jujur mereka? Wajib tonton video ini sampai habis.

Tyar dan Deena, pasangan suami istri asal Cibubur, membagikan kisah inspiratif mereka setelah memutuskan menetap di Selandia Baru. Keputusan ini berawal dari...

Buat kamu yang punya latar belakang mesin atau otomotif dan sedang mencari jalan menuju residensi Selandia Baru, program...
20/02/2026

Buat kamu yang punya latar belakang mesin atau otomotif dan sedang mencari jalan menuju residensi Selandia Baru, program ini bisa jadi opsi yang menarik. Andy Saputra dan Henny Bunardy akan membahas course Mechanical Engineering yang dapat menjadi salah satu pathway menuju residensi di sana.

Durasi programnya hanya 1 tahun, dan kamu tidak hanya belajar teori. Kamu juga akan praktik langsung di workshop serta dipersiapkan agar siap bekerja di lapangan. Setelah lulus, kamu akan mendapatkan sertifikat Level 4 yang menjadi salah satu kunci untuk masuk ke jalur Trade & Technician.

Materinya lengkap dan aplikatif, mulai dari Health & Safety, Calculation & Drawing, Machining, Fabrication, Welding, Workshop Skills, hingga Quality Process dan Communication. Jadi bukan sekadar memahami teori, tetapi benar-benar dibentuk sesuai kebutuhan industri.

Program ini lebih cocok untuk kamu yang sudah memiliki pengalaman kerja. Di jalur Trade & Technician, kamu perlu bekerja di ANZSCO skill level 1–3, memiliki sertifikat Level 4, dan pengalaman minimal 4 tahun di bidang terkait. Setelah bekerja setidaknya 2 tahun di bidang tersebut, peluang untuk apply residensi pun terbuka. Apalagi bidang ini cukup dibutuhkan di Selandia Baru, sehingga peluang kerjanya juga luas.

Untuk syarat bahasa, kamu memerlukan skor IELTS General atau Academic minimal 5.0 agar dapat mendaftar dan berkomunikasi dengan lancar di Selandia Baru. Tidak ada batasan usia untuk mengikuti course ini, namun perlu diingat bahwa batas maksimal untuk apply residensi adalah 55 tahun.

Jika kamu tertarik dan merasa program ini sesuai dengan rencana kamu, siapkan CV berbahasa Inggris lengkap dengan kualifikasi dan pengalaman kerja terbaru, serta paspor, lalu kirimkan ke alamat email yang tertera di layar.

Buat kamu yang punya latar belakang mesin atau otomotif dan sedang mencari jalan menuju residensi Selandia Baru, program ini bisa jadi opsi yang menarik. And...

Meningkatnya minat masyarakat Indonesia bekerja ke luar negeri dibayangi maraknya praktik kerja ilegal.Tawaran jalur cep...
18/02/2026

Meningkatnya minat masyarakat Indonesia bekerja ke luar negeri dibayangi maraknya praktik kerja ilegal.

Tawaran jalur cepat tanpa prosedur resmi masih banyak beredar, padahal risiko deportasi, eksploitasi tenaga kerja, hingga persoalan hukum di negara tujuan terus mengintai.

Melihat kondisi tersebut, salah satu YouTuber Indonesia, Andy Saputra, mengingatkan masyarakat agar tetap hati-hati dengan ragam tawaran kerja ilegal di luar negeri.

Ia menambahkan minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di New Zealand bahkan sangat tinggi, namun pemahaman terhadap prosedur legal masih perlu diperkuat.

Menurutnya, banyak calon pekerja tergiur jalur instan tanpa memahami konsekuensi hukum yang dapat berdampak jangka panjang.

Andy menegaskan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya migrasi yang aman dan legal.

Meningkatnya minat masyarakat Indonesia bekerja ke luar negeri dibayangi maraknya praktik kerja ilegal.

Address

Silverdale

Website

https://saputra.org/, https://anavrin.media/, https://www.sapateknologi.com/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Andy Saputra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share