Fawaid Masyaikh

Fawaid Masyaikh SEBARKAN KEBAIKAN SEKECIL APAPUN ITU, SEBAB KITA TIDAK TAU KEBAIKAN MANA YANG AKAN DITERIMA OLEH-NYA

12/06/2026

Apa Niatmu di Saat Membaca Al-Qurโ€™an?

Syaikh Hasan Bukhari hafizhahullah

๐Ÿ•Œ *Salat Jumat Wajib Berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma'*๐Ÿ”น Dalil dari Al-Qur'anAllah Ta'ala berfirman:> ๏ดฟูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡...
12/06/2026

๐Ÿ•Œ *Salat Jumat Wajib Berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijma'*

๐Ÿ”น Dalil dari Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

> ๏ดฟูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู†ููˆุฏููŠูŽ ู„ูู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽุงุณู’ุนูŽูˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู๏ดพ

โ€œWahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah menuju zikir kepada Allah.โ€ (QS. Al-Jumuโ€˜ah: 9)

๐Ÿ”น Dalil dari Sunnah

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

> ยซู„ูŽูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููŠูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุฏู’ุนูู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุงุชูุŒ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูŠูŽุฎู’ุชูู…ูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู„ูŽูŠูŽูƒููˆู†ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ููŠู†ูŽยป

โ€œHendaklah suatu kaum berhenti meninggalkan salat Jumat, atau Allah akan mengunci hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai.โ€

(HR. Muslim dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhuma)

Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:

> ยซู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุฌูู…ูŽุนู ุชูŽู‡ูŽุงูˆูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ูยป

โ€œBarang siapa meninggalkan tiga kali salat Jumat karena meremehkannya, niscaya Allah akan menutup hatinya.โ€

(HR. Abu Dawud dari Abu Jaโ€˜d Adh-Dhamri radhiyallahu โ€˜anhu)

Dan beliau ๏ทบ bersabda:

> ยซุฑูŽูˆูŽุงุญู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ูˆูŽุงุฌูุจูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ู…ูุญู’ุชูŽู„ูู…ูยป

โ€œMenghadiri salat Jumat adalah kewajiban bagi setiap orang yang telah baligh.โ€

(HR. An-Nasa'i dari Hafshah radhiyallahu โ€˜anha)

๐Ÿ”น Ijma' Ulama

Ibn al-Mundhir menukil adanya ijma' (kesepakatan ulama) bahwa salat Jumat adalah fardu 'ain atas:

- Muslim laki-laki yang merdeka,
- Sudah baligh,
- Mukim (bukan musafir),
- Dan tidak memiliki uzur syar'i.

๐Ÿ“š Al-Masฤ'il Al-Fiqhiyyah fฤซ Kitฤb Al-Jumuโ€˜ah karya Ahmad Al-Suqub.

https://t.me/FwMasyaikh/2017

๐Ÿ“Œ *Syarah Hadis:*Hadis ini datang dengan lafaz berikut:Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu โ€˜anhu, beliau berkata: Aku mendenga...
12/06/2026

๐Ÿ“Œ *Syarah Hadis:*

Hadis ini datang dengan lafaz berikut:

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu โ€˜anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ยซ ุฅู† ุงู„ุฑู‚ู‰ ูˆุงู„ุชู…ุงุฆู… ูˆุงู„ุชูˆู„ุฉ ุดุฑูƒ ยป

"Sesungguhnya ruqyah (yang syirik), tamimah (jimat), dan tiwalah adalah syirik." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada anak-anak untuk menangkal penyakit โ€˜ain (pandangan mata yang dengki). Benda ini di sebagian masyarakat dikenal dengan nama jimat, rajah, azimat, penangkal, atau benda keramat.

Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:

ยซ ู…ู† ุชุนู„ู‚ ุชู…ูŠู…ุฉ ูู„ุง ุฃุชู… ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ยป

"Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat), maka semoga Allah tidak menyempurnakan urusannya."
Dalam riwayat lain:

ยซ ู…ู† ุชุนู„ู‚ ุชู…ูŠู…ุฉ ูู‚ุฏ ุฃุดุฑูƒ ยป

"Barang siapa menggantungkan tamimah, maka sungguh ia telah berbuat syirik.
"
Mengapa Tamimah Termasuk Syirik?

Sebabnya โ€” wallฤhu aโ€˜lam โ€” orang yang menggantungkan jimat akan meyakini bahwa benda tersebut dapat memberikan manfaat. Hatinya pun bergantung kepadanya, sehingga keinginannya berpaling dari Allah kepada benda tersebut dan tawakalnya kepada Allah menjadi lemah.

Keadaan seperti ini sudah cukup untuk menjadi alasan pengingkaran dan peringatan keras terhadap penggunaan jimat. Padahal, sebab-sebab yang disyariatkan dan dibolehkan sudah mencukupi tanpa perlu bergantung kepada jimat.

Memalingkan harapan dan ketergantungan dari Allah kepada selain-Nya merupakan bentuk kesyirikan. Semoga Allah melindungi kita semua dari hal tersebut.

Jenis Kesyirikannya:

Menggantungkan tamimah (jimat) termasuk syirik kecil (syirik ashghar) selama pemakainya tidak meyakini bahwa jimat itu dapat menolak bahaya dengan kekuatannya sendiri.

Namun apabila ia meyakini bahwa jimat tersebut memiliki kemampuan menolak mudarat atau mendatangkan manfaat secara mandiri tanpa kehendak Allah, maka hal itu berubah menjadi syirik besar (syirik akbar).

Sumber: Majmลซโ€˜ Fatฤwฤ wa Maqฤlฤt asy-Syaikh (25/94), dari situs resmi beliau.

๐Ÿ–‡ https://t.me/FwMasyaikh/2015

11/06/2026

Perbanyak Shalawat Nabi ๏ทบ

Syaikh Hasan Bukhari hafizhahullah

11/06/2026

Siapakah Sahabat Al-Qur'an?

Syaikh Hasan Bukhari hafizhahullah

09/06/2026

Dari Tariq bin Asyim Al-Asyja'i radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠูุนู’ุจูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‡ู ุญูŽุฑูู…ูŽ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุฏูŽู…ูู‡ูุŒ ูˆูŽุญูุณูŽุงุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูยป

> "Barang siapa mengucapkan: 'Lฤ ilฤha illallฤh' (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah, maka harta dan darahnya menjadi haram (terlindungi), sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah."

(HR. Muslim no. 23).

๐Ÿ“š Penjelasan

Nabi ๏ทบ mengabarkan bahwa siapa saja yang mengucapkan dan bersaksi dengan lisannya bahwa "Lฤ ilฤha illallฤh", yaitu tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, serta mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah dan berlepas diri dari seluruh agama selain Islam, maka harta dan darahnya menjadi terlindungi dari kaum muslimin.

Kita menghukumi seseorang berdasarkan apa yang tampak dari dirinya. Karena itu, hartanya tidak boleh dirampas dan darahnya tidak boleh ditumpahkan, kecuali jika ia melakukan pelanggaran yang menurut hukum Islam mengharuskan adanya hukuman tersebut.

Adapun perhitungannya di akhirat diserahkan kepada Allah. Jika ia jujur dalam keimanannya, Allah akan memberinya pahala. Namun jika ia seorang munafik, Allah akan mengazabnya.

โœ Faedah Hadis

1. Mengucapkan Lฤ ilฤha illallฤh dan mengingkari semua yang disembah selain Allah merupakan syarat masuk Islam.

2. Makna Lฤ ilฤha illallฤh adalah mengingkari seluruh sesembahan selain Allah, baik berupa berhala, kuburan, maupun yang lainnya, serta memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.

3. Siapa yang merealisasikan tauhid dan menampakkan komitmen terhadap syariat Islam, maka wajib menahan diri dari mengganggunya hingga terbukti adanya sesuatu yang menyelisihi hal tersebut.

4. Harta, darah, dan kehormatan seorang muslim adalah terjaga kecuali dengan alasan yang dibenarkan syariat.

5. Hukum di dunia dibangun di atas perkara yang tampak, sedangkan di akhirat berdasarkan niat dan isi hati.

09/06/2026

Apa Nutrisi Roh Dan Jiwa kita?

Syaikh Hasan Bukhari hafizhahullah

08/06/2026

Cara Meraih Manisnya Iman

Syaikh Abdussalam Asy-Syuwai'ir Hafizhahullah

07/06/2026

Di Antara Keberkahan Al-Qur'an

Syaikh Hasan Bukhari hafizhahullah

๐Ÿ“Œ *Dari Sudut-Sudut yang Tersembunyi**Keberanian Nabi ๏ทบ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡*Berkata Ibnu Taimiyah:_Or...
07/06/2026

๐Ÿ“Œ *Dari Sudut-Sudut yang Tersembunyi*

*Keberanian Nabi ๏ทบ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡*

Berkata Ibnu Taimiyah:

_Orang Rafidhah berkata: "Keutamaan keempat Ali adalah bahwa ia manusia yang paling pemberani."_

Jawabannya:

Tidak diragukan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang sahabat yang pemberani, termasuk orang yang Allah muliakan dengan jihadnya untuk membela Islam, termasuk generasi terdepan dari kaum Muhajirin dan Anshar, termasuk para pemimpin orang-orang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta berjihad di jalan-Nya. Dengan pedangnya, ia telah membunuh sejumlah orang kafir.

Namun, hal itu bukanlah kekhususan Ali semata. Banyak sahabat lain yang juga memiliki sifat tersebut. Karena itu, hal ini tidak membuktikan bahwa Ali lebih utama dalam jihad dibanding banyak sahabat lainnya, apalagi lebih utama daripada para khalifah sebelumnya, terlebih lagi dijadikan dalil untuk menetapkan imamahnya.

Adapun perkataan mereka, "Ali adalah manusia yang paling pemberani," maka ini tidak benar. Bahkan manusia yang paling pemberani adalah Rasulullah ๏ทบ.

Sebagaimana dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik, ia berkata:

*"Nabi ๏ทบ adalah manusia yang paling baik, paling dermawan, dan paling pemberani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara. Beberapa orang bergegas menuju sumber suara itu. Ternyata mereka bertemu Nabi ๏ทบ yang sedang kembali setelah mendahului mereka menuju sumber suara tersebut. Beliau menunggang kuda milik Abu Thalhah tanpa pelana, pedang tergantung di leher beliau, sambil berkata:*

*'Jangan takut, jangan takut.'"*

Imam al-Bukhari berkata:

*"Beliau telah memastikan keadaan dan mencari tahu berita itu sebelum orang-orang lain sampai."*

Dalam Musnad Ahmad, dari Ali ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡, ia berkata:

*"Apabila peperangan memuncak dan keadaan sangat genting, kami berlindung di belakang Rasulullah ๏ทบ. Beliaulah orang yang paling dekat dengan musuh di antara kami."*

*Makna Keberanian*

Keberanian memiliki dua makna:

1. Kekuatan hati dan keteguhan saat menghadapi ketakutan.

2. Kehebatan bertarung secara fisik, seperti banyak membunuh musuh dan melakukan pertempuran yang dahsyat.

Makna pertama itulah hakikat keberanian. Sedangkan makna kedua lebih menunjukkan kekuatan fisik dan kemampuan bertindak.

Tidak setiap orang yang kuat fisiknya memiliki hati yang kuat, dan tidak setiap orang yang berhati kuat memiliki kekuatan fisik yang luar biasa.

Karena itu, terkadang ada seseorang yang hebat dalam membunuh dan bertempur selama ada yang melindunginya. Namun ketika benar-benar takut, ia menjadi pengecut dan kehilangan keberaniannya.

Sebaliknya, ada orang yang tidak banyak membunuh musuh dengan tangannya, tetapi sangat teguh hatinya ketika menghadapi bahaya dan berani menghadapi kesulitan.

Sifat inilah yang lebih dibutuhkan oleh para panglima perang dan pemimpin pasukan. Sebab jika pemimpin memiliki hati yang berani dan teguh, ia akan maju, tetap bertahan, dan tidak lari sehingga pasukannya pun ikut bertahan. Sebaliknya, jika ia pengecut, maka ia akan lemah, tidak berani maju, dan tidak kokoh meskipun memiliki tubuh yang kuat.

*Nabi ๏ทบ Adalah Manusia Paling Berani*

Rasulullah ๏ทบ adalah manusia yang paling sempurna dalam keberanian jenis ini, yaitu keberanian yang menjadi sifat utama para pemimpin perang.

Beliau hanya membunuh satu orang dengan tangan beliau sendiri, yaitu Ubay bin Khalaf pada Perang Uhud. Selain itu beliau tidak membunuh seorang pun secara langsung, baik sebelum maupun sesudahnya.

Namun demikian, beliau lebih berani daripada seluruh sahabat.

Pada Perang Hunain, mayoritas sahabat sempat mundur. Saat itu Nabi ๏ทบ tetap berada di atas baghal (peranakan kuda dan keledai). Hewan seperti itu tidak cocok untuk maju menyerang ataupun melarikan diri dengan cepat. Namun beliau justru maju menghadapi musuh sambil berseru:

*"Aku adalah Nabi, tidak ada dusta dalam perkataanku.*

Aku adalah putra Abdul Muththalib."

Beliau menyebut dirinya secara terang-terangan, sementara banyak sahabat telah menjauh darinya. Musuh berada di hadapannya, namun beliau tetap maju menghadap mereka. Ketika itu Al-Abbas bin Abdul Muththalib memegang tali kendali baghal beliau.

Ali dan sahabat-sahabat lainnya biasa berlindung di belakang Rasulullah ๏ทบ karena beliau lebih berani daripada mereka, meskipun sebagian mereka mungkin membunuh musuh lebih banyak daripada yang dibunuh Nabi ๏ทบ.

*Keberanian Abu Bakar*

Jika keberanian yang menjadi ukuran bagi para pemimpin adalah keberanian hati, maka tidak diragukan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq lebih berani daripada Umar bin Khattab, dan Umar lebih berani daripada Utsman bin Affan, Ali, Thalhah bin Ubaidillah, dan Az-Zubair bin Al-Awwam.

Hal ini diketahui oleh orang yang mempelajari perjalanan hidup dan kisah-kisah mereka.

Sebab Abu Bakar senantiasa menghadapi berbagai bahaya yang dihadapi Nabi ๏ทบ sejak awal Islam hingga akhir hayat beliau. Ia tidak pernah pengecut, tidak gentar, dan tidak lemah. Ia selalu maju menghadapi berbagai risiko:

- Melindungi Nabi ๏ทบ dengan dirinya.
- Berjihad melawan kaum musyrikin dengan tangannya.
- Dengan lisannya.
- Dengan hartanya.
- Dan dalam semua itu, ia selalu berada di barisan terdepan.

(Diringkas dari kitab Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, jilid 8 hlm. 75โ€“89).

๐Ÿ–‡ T.me/FwMasyaikh/2006

Address

Buraydah

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fawaid Masyaikh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share