10/08/2026
Di balik senyum yang kita kirimkan lewat video call, ada lelah yang tidak pernah diceritakan. Di balik kata "aku baik-baik saja di sini," ada raga yang dipaksa bertahan demi mengais rezeki di negeri orang.
​Menjadi TKI bukan sekadar mencari makan, tapi tentang mempertaruhkan fisik dan perasaan. Setiap hari, pekerjaan berat harus tetap dipikul. Tak ada kata menyerah, sebab tak ada pilihan. Barang-barang berat dinaikkan dan diangkat sendiri, seluruh sudut rumah disapu dan dipel tanpa henti, dan setiap perintah majikan harus dituruti tanpa ada kata bantah.
​Bahkan ketika badan terasa demam, kepala pening, dan sendi-sendi ngilu... rasa sakit itu seolah harus dilupakan. Sakit pun tidak dirasa, karena kalau kita berhenti, siapa yang akan menyelesaikan semuanya?
​Terlebih saat hari Kamis dan Jumat tiba. Di saat orang lain bersiap menyambut akhir pekan untuk bersantai, bagi kita justru perjuangan paling berat dimulai. Dapur menjadi medan perang. Memasak bukan lagi dalam porsi kecil, melainkan dalam jumlah besar untuk acara ajimahan—saat keluarga besar majikan berkumpul. Kaki yang pegal dipaksa berdiri berjam-jam, tangan yang lelah terus mengaduk masakan, dan piring-piring kotor menumpuk menunggu dibersihkan.
​Melihat mereka tertawa dan berkumpul bersama keluarga besarnya, sering kali menyentil hati ini. Ada rasa rindu yang membuncah pada rumah, pada bapak, ibu, anak, dan suami/istri di tanah air. Kapan giliran kita bisa berkumpul hangat seperti mereka?
​Namun, setiap kali lelah ini berada di puncaknya, bayangan wajah orang-orang tercinta di kampung halaman selalu hadir menyadarkan. Senyum mereka, masa depan anak-anak, dan doa orang tua adalah satu-satunya alasan mengapa raga yang rapuh ini masih sanggup berdiri tegap. Semua peluh, air mata, dan rasa sakit ini disembunyikan rapat-rapat, agar yang sampai ke rumah hanyalah kabar bahagia dan sedikit rezeki yang halal.
​Semoga Allah selalu melindungi setiap langkah para pejuang devisa di mana pun berada. Dijauhkan dari rasa lelah yang meremukkan, diberikan kesehatan, ketabahan, serta majikan yang memiliki hati nurani. Ingatlah, perjuangan dan tetesan keringatmu hari ini tidak akan pernah sia-sia.
​Tetap semangat untuk kita semua yang sedang berjuang di negeri orang! 🤲🏻❤️