14/09/2026
Asal Usul Terciptanya Seribu Candi Prambanan
Alkisah, pada zaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Pengging. Raja Pengging memiliki seorang putra yang gagah berani dan memiliki kesaktian luar biasa bernama Bandung Bondowoso.
Di sisi lain, terdapat Kerajaan Prambanan yang diperintah oleh Raja Raksasa bernama Prabu Baka. Prabu Baka memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Rara Jonggrang.
Suatu ketika, perang pecah antara Kerajaan Pengging dan Kerajaan Prambanan. Dalam pertempuran sengit tersebut, Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Kerajaan Prambanan pun jatuh ke tangan Pengging.
Ketika Bandung Bondowoso memasuki istana Prambanan, ia terpikat oleh kecantikan Rara Jonggrang yang luar biasa. Tanpa ragu, ia langsung melamar sang putri untuk menjadi istrinya.
Rara Jonggrang berada dalam dilema yang mendalam. Ia sangat membenci Bandung Bondowoso karena telah membunuh ayahnya. Namun, ia juga tidak berani menolak secara terang-terangan karena takut akan kemarahan Bandung Bondowoso yang bisa menghancurkan sisa-sisa rakyatnya.
Setelah berpikir keras, Rara Jonggrang akhirnya menemukan sebuah siasat. Ia menerima lamaran tersebut, tetapi dengan dua syarat yang hampir mustahil untuk dipenuhi.
Syarat pertama adalah membuat sebuah sumur yang dalam yang dinamakan Sumur Jalatunda. Syarat kedua, yang jauh lebih berat, adalah membangun seribu candi dalam waktu hanya satu malam, sebelum fajar menyingsing.
Bandung Bondowoso yang angkuh dan percaya diri menyanggupi syarat tersebut. Untuk syarat pertama, ia berhasil menyelesaikannya dengan cepat.
Bahkan ketika Rara Jonggrang mencoba menjebaknya dengan menimbun sumur itu saat Bandung Bondowoso berada di dalam, kesaktian sang pangeran membuatnya mampu mendobrak timbunan batu dan keluar dengan selamat.
Malam harinya, Bandung Bondowoso mulai melaksanakan syarat kedua. Ia bersemedi dan mengerahkan seluruh kesaktiannya untuk memanggil bala tentara makhluk halus, seperti jin dan dedemit.
Dalam waktu singkat, ribuan makhluk halus itu bekerja dengan kecepatan luar biasa. Batu demi batu besar disusun secara ajaib. Menjelang tengah malam, ratusan candi sudah berdiri megah.
Rara Jonggrang yang mengamati dari kejauhan mulai panik. Ia melihat bangunan candi sudah hampir selesai, sementara malam masih cukup panjang.
Ia tahu bahwa jika seribu candi itu terwujud, ia harus menikah dengan pembunuh ayahnya.
Sang putri segera mengumpulkan para dayang dan perempuan di desa sekitar istana. Ia memerintahkan mereka untuk menumbuk padi menggunakan lesung secara bertalu-talu.
Di sisi lain, ia juga menyuruh sebagian warga untuk membakar jerami kering di arah timur.
Siasat ini berhasil. Suara lesung yang bising membuat ayam-ayam jantan mengira fajar telah tiba, sehingga mereka mulai berkokok dengan nyaring.
Semburat merah dari bakaran jerami di langit timur juga menyerupai cahaya matahari terbit.
Mendengar suara ayam berkokok dan melihat langit yang memerah, para makhluk halus yang membantu Bandung Bondowoso ketakutan. Mereka mengira pagi telah tiba dan mereka harus segera kembali ke alam gaib karena tidak tahan dengan sinar matahari.
Merasa tugasnya selesai atau takut melanggar aturan waktu, seluruh jin itu lari tunggang langgang meninggalkan pekerjaan mereka yang belum selesai.
Bandung Bondowoso terkejut dan berusaha menghentikan mereka, tetapi sia-sia.
Ketika ia menghitung jumlah candi yang berhasil dibangun, jumlahnya baru mencapai 999 candi. Kurang satu candi lagi untuk memenuhi syarat.
Rara Jonggrang kemudian mendekati Bandung Bondowoso dan berkata dengan tenang bahwa syaratnya gagal dipenuhi karena fajar telah tiba dan candi belum genap seribu.
Bandung Bondowoso yang menyadari bahwa dirinya telah ditipu oleh siasat Rara Jonggrang menjadi sangat murka.
Dalam kemarahan yang meluap-luap, ia menunjuk Rara Jonggrang dan mengutuknya, "Kalau begitu, kamulah yang akan menjadi candi yang keseribu!"
Seketika itu juga, tubuh Rara Jonggrang berubah menjadi arca batu yang sangat indah. Arca tersebut melengkapi candi terakhir, sehingga genaplah jumlahnya menjadi seribu.
Menurut legenda masyarakat, arca Rara Jonggrang ini dapat dilihat di dalam ruang utama Candi Siwa, yang merupakan candi terbesar di kompleks Prambanan yang kini kita kenal.
Tentu. Saya pertahankan isi dan susunan kalimatnya tanpa mengubah kata-katanya, hanya merapikan tanda baca dan paragraf agar lebih nyaman untuk narasi/video.
Asal Usul Terciptanya Seribu Candi Prambanan
Alkisah, pada zaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Pengging. Raja Pengging memiliki seorang putra yang gagah berani dan memiliki kesaktian luar biasa bernama Bandung Bondowoso.
Di sisi lain, terdapat Kerajaan Prambanan yang diperintah oleh Raja Raksasa bernama Prabu Baka. Prabu Baka memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Rara Jonggrang.
Suatu ketika, perang pecah antara Kerajaan Pengging dan Kerajaan Prambanan. Dalam pertempuran sengit tersebut, Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Kerajaan Prambanan pun jatuh ke tangan Pengging.
Ketika Bandung Bondowoso memasuki istana Prambanan, ia terpikat oleh kecantikan Rara Jonggrang yang luar biasa. Tanpa ragu, ia langsung melamar sang putri untuk menjadi istrinya.
Rara Jonggrang berada dalam dilema yang mendalam. Ia sangat membenci Bandung Bondowoso karena telah membunuh ayahnya. Namun, ia juga tidak berani menolak secara terang-terangan karena takut akan kemarahan Bandung Bondowoso yang bisa menghancurkan sisa-sisa rakyatnya.
Setelah berpikir keras, Rara Jonggrang akhirnya menemukan sebuah siasat. Ia menerima lamaran tersebut, tetapi dengan dua syarat yang hampir mustahil untuk dipenuhi.
Syarat pertama adalah membuat sebuah sumur yang dalam yang dinamakan Sumur Jalatunda. Syarat kedua, yang jauh lebih berat, adalah membangun seribu candi dalam waktu hanya satu malam, sebelum fajar menyingsing.
Bandung Bondowoso yang angkuh dan percaya diri menyanggupi syarat tersebut. Untuk syarat pertama, ia berhasil menyelesaikannya dengan cepat.
Bahkan ketika Rara Jonggrang mencoba menjebaknya dengan menimbun sumur itu saat Bandung Bondowoso berada di dalam, kesaktian sang pangeran membuatnya mampu mendobrak timbunan batu dan keluar dengan selamat.
Malam harinya, Bandung Bondowoso mulai melaksanakan syarat kedua. Ia bersemedi dan mengerahkan seluruh kesaktiannya untuk memanggil bala tentara makhluk halus, seperti jin dan dedemit.
Dalam waktu singkat, ribuan makhluk halus itu bekerja dengan kecepatan luar biasa. Batu demi batu besar disusun secara ajaib. Menjelang tengah malam, ratusan candi sudah berdiri megah.
Rara Jonggrang yang mengamati dari kejauhan mulai panik. Ia melihat bangunan candi sudah hampir selesai, sementara malam masih cukup panjang.
Ia tahu bahwa jika seribu candi itu terwujud, ia harus menikah dengan pembunuh ayahnya.
Sang putri segera mengumpulkan para dayang dan perempuan di desa sekitar istana. Ia memerintahkan mereka untuk menumbuk padi menggunakan lesung secara bertalu-talu.
Di sisi lain, ia juga menyuruh sebagian warga untuk membakar jerami kering di arah timur.
Siasat ini berhasil. Suara lesung yang bising membuat ayam-ayam jantan mengira fajar telah tiba, sehingga mereka mulai berkokok dengan nyaring.
Semburat merah dari bakaran jerami di langit timur juga menyerupai cahaya matahari terbit.
Mendengar suara ayam berkokok dan melihat langit yang memerah, para makhluk halus yang membantu Bandung Bondowoso ketakutan. Mereka mengira pagi telah tiba dan mereka harus segera kembali ke alam gaib karena tidak tahan dengan sinar matahari.
Merasa tugasnya selesai atau takut melanggar aturan waktu, seluruh jin itu lari tunggang langgang meninggalkan pekerjaan mereka yang belum selesai.
Bandung Bondowoso terkejut dan berusaha menghentikan mereka, tetapi sia-sia.
Ketika ia menghitung jumlah candi yang berhasil dibangun, jumlahnya baru mencapai 999 candi. Kurang satu candi lagi untuk memenuhi syarat.
Rara Jonggrang kemudian mendekati Bandung Bondowoso dan berkata dengan tenang bahwa syaratnya gagal dipenuhi karena fajar telah tiba dan candi belum genap seribu.
Bandung Bondowoso yang menyadari bahwa dirinya telah ditipu oleh siasat Rara Jonggrang menjadi sangat murka.
Dalam kemarahan yang meluap-luap, ia menunjuk Rara Jonggrang dan mengutuknya, "Kalau begitu, kamulah yang akan menjadi candi yang keseribu!"
Seketika itu juga, tubuh Rara Jonggrang berubah menjadi arca batu yang sangat indah. Arca tersebut melengkapi candi terakhir, sehingga genaplah jumlahnya menjadi seribu.
Menurut legenda masyarakat, arca Rara Jonggrang ini dapat dilihat di dalam ruang utama Candi Siwa, yang merupakan candi terbesar di kompleks Prambanan yang kini kita kenal.7 tag