RTISI

RTISI Ke lima jaringan program RTI ini memberikan informasi yang paling baru, cepat dan akurat melalui lebih dari 2,200 gelombang frekwensi setiap minggunya.

Radio Taiwan Internasional Siaran Indonesia (RtiSI)

Radio Taiwan Internasional (Rti) adalah stasiun radio nasional dari Republik Tiongkok di Taiwan yang telah berdiri sejak tahun 1928. RTI memiliki jaringan program yang terdiri dari: berita, bahasa Mandarin, bahasa dialek, bahasa asing, musik(kini dalam masa percobaan dengan menggunakan Digital Audio Broadcasting). RTI mengudara setiap hari denga

n 13 bahasa, antara lain: Mandarin, dialek Taiwan(Minnan), dialek Hakka, dialek Canton, Inggris, Jerman, Perancis, Rusia, Spanyol, Jepang, Vietnam, Thailand dan Indonesia. Program acara yang disajikan meliputi berita, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, hiburan, pelayanan masyarakat dan lain lain. RTI juga memiliki hubungan kerjasama yang erat dengan beberapa stasiun radio di dunia, antara lain: Voice of America, Deutsche Welle, Radio France Internationale, Family Radio, Voice of Russia, Radio Australia, Radio Canada International dan Radio free Asia. Bersamaan dengan perkembangan tehnologi dewasa ini, RTI juga turut serta memainkan peran penting dalam dunia siaran radio, misalnya penggunaan program radio digital. RTI juga telah mendirikan pemancar umum Digital Audio Broadcasting, dimana hal ini juga dapat membantu perkembangan program radio digital di Taiwan sendiri. Jalinan hubungan yang akrab di seluruh dunia


Seiring dengan datangnya era internet dan digital, kami juga menyajikan website yang terdiri dari 11 bahasa yang dapat diakses setiap saat. Sejak tahun 1998 hingga 2004, RTI menerima lebih dari 1.5 juta pucuk surat dari pendengar di seluruh dunia. Semua surat yang masuk akan diproses secara komputerisasi dan dibalas kembali kepada pendengar. Hasil yang diperoleh dari sistem komputerisasi ini dapat menjadi bahan masukan yang berguna bagi Bagian Acara, Berita dan juga Mekanisasi. Jumpa Pendengar adalah salah satu ajang terbaik yang dapat mengakrabkan RTI dengan pendengarnya. RTI juga memiliki CLUB pendengar setia yang tersebar di daratan Tiongkok, Jepang, Jerman, Indonesia, Pakistan, Kolombia dan Argentina. Melintasi masa lalu, menyongsong hari esok

RTI didirikan pada tahun 1928 di Nanking, daratan Tiongkok, dan hingga kini telah berusia tiga perempat abad. Meniti perjalanan panjang selama dua dekade, RTI menjadi ajang bagi Republik Tiongkok untuk bersuara di dunia Internasional. Selama kurun waktu 20 tahun terakhir ini, RTI bersama-sama dengan masyarakat Taiwan menjadi saksi bagi Mukjijat ekonomi Taiwan, juga menulis sejarah perjalanan Taiwan menuju demokrasi, serta sejarah perubahan hubungan antar selat. Sebagai stasiun radio pemerintah, RTI tidak pernah absen dalam menyiarkan peristiwa penting yang terjadi di Taiwan sejak tahun 1930an. Mulai 1 Januari 1998, RTI berubah sistem menjadi Organisasi Nirlaba. Seiring dengan perkembangan Taiwan menuju dunia Internasional, RTI yang mengumandangkan suara dari Taiwan, juga memperluas pelayanan kepada dunia, mempererat hubungan kerjasama Internasional, memperluas hubungan dengan para pendengar, peningkatan kwalitas acara, penyajian berita yang aktual dan cepat, dan terus melakukan perubahan inovasi yang baru. Dengan visi yang baru ini, kami percaya RTI dan Taiwan akan menjadi bagian yang penting dalam dunia Internasional.

Darurat militer adalah keadaan ketika otoritas militer mengambil alih sebagian atau seluruh kewenangan pemerintah sipil ...
05/06/2026

Darurat militer adalah keadaan ketika otoritas militer mengambil alih sebagian atau seluruh kewenangan pemerintah sipil untuk menangani situasi darurat, seperti perang, bencana alam, kerusuhan, atau ancaman terhadap keamanan negara. Dalam kondisi ini, hak-hak warga negara biasanya dibatasi, proses hukum dipercepat, dan hukuman dapat diperberat. Tujuan utamanya adalah memulihkan keamanan dan kepercayaan masyarakat, meskipun dalam beberapa kasus darurat militer juga digunakan untuk memperkuat kekuasaan rezim yang berkuasa.

Di Taiwan, darurat militer (戒嚴時期) merujuk pada periode pemerintahan Kuomintang (KMT) setelah Perang Dunia II. Masa ini berlangsung lebih dari 38 tahun, dari 20 Mei 1949 hingga 14 Juli 1987, dan pernah dianggap sebagai pemberlakuan darurat militer terlama di dunia.

Dasar hukum darurat militer di Republik Tiongkok (ROC) berasal dari Konstitusi Sementara yang memberi wewenang kepada presiden untuk menyatakannya dalam keadaan darurat. Pada tahun 1947, darurat militer pertama kali diberlakukan oleh Chen Yi saat terjadi Insiden 28 Februari. Darurat militer diumumkan pada 28 Februari 1947, dicabut pada 2 Maret untuk meredakan ketegangan, lalu diberlakukan kembali pada 9 Maret. Setelah situasi terkendali, darurat militer dicabut pada 16 Mei 1947 oleh Wei Tao-ming.

Pada April 1948, Majelis Nasional mengesahkan Ketentuan Sementara terhadap Pemberontakan Komunis yang menjadi landasan hukum bagi darurat militer berikutnya. Ketika Perang Saudara Tiongkok berlangsung, Chen Cheng mengeluarkan Deklarasi Darurat Militer di Provinsi Taiwan pada 19 Mei 1949. Peraturan ini berlaku di Taiwan dan Penghu, kemudian diperluas menjadi Deklarasi Darurat Militer Nasional yang disahkan pemerintah pusat pada 1950.

Darurat militer di Wilayah Taiwan akhirnya dicabut melalui perintah Presiden Chiang Ching-kuo pada 15 Juli 1987, menandai berakhirnya salah satu periode darurat militer terpanjang dalam sejarah modern.

Selengkapnya https://www.rti.org.tw/id/programnews?uid=4&pid=105137

Sebelum mengakhiri kunjungannya di Taiwan dan bertolak ke Korea Selatan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan mitra...
05/06/2026

Sebelum mengakhiri kunjungannya di Taiwan dan bertolak ke Korea Selatan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan mitra dalam rantai pasoknya, CEO NVIDIA, Jensen Huang saat diwawancarai oleh media pada hari ini (5/6) menekankan pentingnya energi. Dirinya menegaskan jika ketersediaan energi merupakan faktor krusial bagi perkembangan industri AI dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Selengkapnya: https://www.rti.org.tw/id/news?uid=3&pid=212831

Setelah novel “Taiwan Travelogue” karya Yang Shuang-zi (楊双子) dengan terjemahan Bahasa Inggris dari Lin King yang memenan...
05/06/2026

Setelah novel “Taiwan Travelogue” karya Yang Shuang-zi (楊双子) dengan terjemahan Bahasa Inggris dari Lin King yang memenangkan penghargaan International Booker Prize, maka buku tersebut memicu demam membaca di Taiwan.

Menurut Books.com.tw, hanya dalam beberapa hari memenangkan penghargaan, penjualan kumulatif dan pra-pemesanan telah mencapai lebih dari 20.000 eksemplar, dengan jumlah pembeli pertama meningkat 80 kali lipat, sementara penjualan e-book di luar negeri meningkat 76 kali lipat.

Tidak hanya versi Mandarin, tapi penjualan versi Bahasa Inggris, Amerika, Jepang, dan Korea juga meningkat secara bersamaan, yang semakin mendorong permintaan keseluruhan untuk sastra lokal dan buku-buku tentang budaya Taiwan, serta menciptakan "demam membaca ala Taiwan" yang langka dalam beberapa tahun terakhir.

Berita selengkapnya: https://www.rti.org.tw/id/news?uid=3&pid=212829

Kelas memasak Liu Ming-fang bersama warga Taiwan : “Bagaimana menggunakan kunyit dalam masakan?”
05/06/2026

Kelas memasak Liu Ming-fang bersama warga Taiwan : “Bagaimana menggunakan kunyit dalam masakan?”

05/06/2026

Sekolah-Kerja Diliburkan Gegara Beruang Hitam 🧸, Warga Fukushima Was-was

05/06/2026

Hujan Lebat ☔🌧 Sejumlah Titik di Kota New Taipei Tergenang Air, Pusat Penanganan Darurat Tingkatkan Status Siaga 3

04/06/2026

Puncak Musim Hujan Plum Tiba! Hujan Deras akan Mengguyur 9 Hari👇

04/06/2026

Terparah dalam Beberapa Tahun Terakhir! Keterlambatan THSR Berdampak pada 110 Ribu Penumpang, Total Pengembalian Dana Tembus NT$35,26 Juta👇

04/06/2026

Anjing Robot NCSIST Unjuk Gigi, Bangun Rantai Pasokan Non-Merah untuk Produksi di Taiwan

03/06/2026

Kapasitas Produksi Memori Diserap AI! GoPro Dikabarkan Terancam Bangkrut, Harga Saham Anjlok Tinggal 1 Dolar AS

Address

No. 55 Bei An Road
Taipei
10462

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RTISI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RTISI:

Share

Category