25/12/2025
Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Jack Libya, menegaskan tidak ada perintah atau arahan dari KPA terkait pengibaran bendera bulan bintang di tengah penanganan pascabencana banjir dan longsor di Aceh.
“Tidak ada arahan dari siapa pun (tentang pengibaran bendera bulan bintang). Itu masyarakat,” kata Jack Libya kepada Pintoe.co, Kamis (25/12/2025).
Saat ditanya apakah KPA melarang pengibaran bendera tersebut, Jack menegaskan posisinya. “Saya juru bicara KPA, tidak pernah perintah apa pun tentang bendera,” ujarnya.
KPA merupakan organisasi yang mewadahi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang telah berdamai dengan Pemerintah Republik Indonesia. Organisasi ini dipimpin mantan Panglima GAM Muzakir Manaf yang saat ini menjabat Gubernur Aceh.
Namun begitu, ada faksi lain di GAM yang menolak berdamai dengan pemerintah RI dan masih menjalankan organisasi atas nama GAM di luar negeri. Faksi ini juga menggunakan bendera bulan bintang sebagai identitas organisasi.
Penegasan Jack Libya ini disampaikan di tengah maraknya pengibaran bendera bulan bintang, yang merupakan simbol GAM dan telah diadopsi sebagai bendera Aceh melalui Perda tahun 2013, namun hingga kini belum mendapat persetujuan pemerintah pusat.
KPA menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah atau arahan terkait pengibaran bendera bulan bintang di tengah penanganan bencana di Aceh.
Penegasan ini muncul setelah TNI membubarkan sejumlah aksi dan konvoi bantuan yang mengibarkan bendera tersebut karena dinilai tidak sesuai ketentuan hukum pada Kamis, 25 Desember 2025.
Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, memimpin langsung pembubaran sekelompok orang yang membawa bendera GAM di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Simpang Kandang, Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Dalam aksi tersebut, sekelompok orang terlihat mengibarkan bendera dan meneriakkan “merdeka”, sehingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Meski sempat terjadi ketegangan, aksi berhasil dibubarkan.
Sumber: pintoe.co