Bilik Opini

Bilik Opini Bilik Opini, adalah media perspektif kritis, informatif, jujur dan sesuai fakta yang berkembang di tengah masyarakat.

Bijak dalam menelaaah informasi dan memberikan sajian analisis yang seimbang.

Hati-hati, Perlawanan Rakyat Bisa Tak Terkendali By Asyari Usman Tidak mudah saya memulai tulisan ini. Ada rasa marah ya...
06/10/2020

Hati-hati, Perlawanan Rakyat Bisa Tak Terkendali

By Asyari Usman

Tidak mudah saya memulai tulisan ini. Ada rasa marah yang luar biasa terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Khususnya terhadap fraksi PDIP, fraksi Gerindra, fraksi Golkar, fraksi PKB, fraksi Nasdem, fraksi PAN, dan fraksi PPP. Mereka inilah yang menjadi aktor utama menuju pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi UU.

Pengesahan itu berlangsung dalam rapat paripurna DPR, Senin kemarin (5/10/2020). Dilakukan dengan sangat tergesa-gesa. Sangat dipaksakan supaya menjadi UU. Hanyak fraksi PKS dan Demokrat yang menolak.

UU Ciptaker adalah UU yang akan menindas belasan juta kaum buruh. Yang akan menindas rakyat Indonesia secara keseluruhan. Sebaliknya, UU ini memberikan kewenangan dan kesewenangan kepada pemilik modal. Mulai sekarang, mereka akan bisa ses**a hati terhadap para pekerja.

Poin-poin kontroversial di dalam UU ini semuanya untuk kepentingan pengusaha (pemodal). Buruh yang lemah dalam banyak hal, dipaksa mengikuti keinginan pemodal. Tidak ada lagi pesangon yang memihak karyawan karena diberhentikan oleh perusahaan. Pesangon PHK berkurang sangat drastis.

Tidak ada lagi batas upah minimum. Jangan lagi harapkan cuti yang sifatnya perikemanusiaan. Cuti dua hari seminggu, tidak ada lagi. Pasal 79 UU Ciptaker menghapus cuti ini. Juga dihapus istirahat dua bulan setelah bekerja 6 tahun berturut-turut. UU baru ini memberikan kewenangan kepada perusahaan untuk mengatur soal cuti. Perusahaan bisa mendiktekan perjanjian kerja dengan karyawan.

Menurut UU Ciptaker, tidak ada lagi istilah keryawan tetap perusahaan. Para pekerja boleh dikontrak seumur hidup. Inilah yang diatur di Pasal 59. Itu bermakna tidak akan ada lagi skema pensiun untuk karyawan. Karena sistem kontrak yang berlangsung terus-menerus itu tidak membebankan kewajiban kepada perusahaan untuk menyediakan skema pensiun.

Bahkan, UU Ciptaker akan memberikan keleluasaan kepada pengusaha untuk tidak membayar upah sesuai ketentuan. Pasal 88 UU Ciptaker sangat berpihak kepada perusahaan soal pengupahan. Sanksi untuk pelanggaran ini dihapuskan. Buruh yang melancarkan protes bisa dipecat oleh perusahaan.

Pasal 90 dan 91 UU Ketenagakerjaan yang melindungi buruh dalam pembayaran upah, dihapus total oleh UU Ciptaker. Perusahaan tidak bisa diperkarakan kalau membayar pekerja di bawah standar.

Banyak lagi ketentuan di UU Ciptaker yang sifatnya akan menindas buruh. Semua ini dengan alasan untuk menarik investasi. Agar, kata para penguasa, iklim investasi di Indonesia lebih menarik bagi pemodal.

Sangat mengherankan sekali. DPR yang seharusnya bekerja untuk melindungi rakyat, sekarang malah menindas. DPR menjadi Dewan Penindas Rakyat. Semakin meyakinkan kita semua bahwa DPR tidak mewakili suara rakyat. Bukan pembela kaum lemah dan yang tertindas.

Masih waraskan kalian wahai para wakil rakyat? Atau, apakah kalian sekarang menjadi lembaga yang menguras rakyat?

Tetapi, ada satu hal yang dilupakan oleh PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP. Bahwa mereka akan diingat sebagai pengkhianat. Rakyat akan menghukum mereka. Hanya saja, memang tidak mudah menghukum mereka. Karena hukum ada di dalam genggaman mereka.

Kita lihat saja. Perlawanan dari rakyat akan menemukan jalannya sendiri. Secara alamiah, perlawanan itu akan bangkit. Mungkin saja penindasan akan berlanjut terus oleh DPR dan para penguasa eksekutif. Boleh jadi mereka akan semakin menggila-gila dalam pengkhianatan.

Ibarat mengkonsumsi obat perangsang overdosis, para penguasa legisltaif dan eksekutif akan terlihat berani melakukan apa saja. Tetapi, semakin brutal cara-cara yang mereka lakukan terhadap rakyat, akan semakin keras reaksi yang bakal muncul.

Untuk sementara ini, rakyat masih bisa diintimidasi. Rakyat masih takut. Namun, begitu perbuatan sewenang-wenang mereka itu meluas, perlawanan rakyat bisa tak terkendali. Jadi, berhati-hatilah.[]

6 Oktober 2020
(Penulis wartawan senior)

Syafii Maa’rif Kesiangan: Negara Mau Tenggelam Dikatakan OlengBy Asyari Usman Alhamdulillah. Meskipun sudah kesiangan, h...
14/09/2020

Syafii Maa’rif Kesiangan: Negara Mau Tenggelam Dikatakan Oleng

By Asyari Usman

Alhamdulillah. Meskipun sudah kesiangan, hampir zuhur, Syafii Maa’rif akhirnya terbangun juga. Kemarin, mantan ketua PP Muhammdiyah itu berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bukan surat yang berisi marah-marah. Hanya perasaan sedih beliau. Lebih tepat keprihatinan terhadap penanganan wabah Covid-19.

Pak Syafii menyurati Jokowi pada saat korban tenaga medis semakin tak terkendali. Sudah 115 dokter meninggal dunia karena tertular virus Corona. Ada tujuh profesor di antara 115 itu. Tenaga kesehatan lainnya, lebih banyak lagi.

“…plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar p**a,” tulis Syafii.

Beliau sengaja menyebutkan kepada Jokowi bahwa dirinya adalah salah seorang yang tertua di negeri ini. Barangkali dimaksudkan untuk menyentuh hati junjungan beliau itu agar Jokowi serius menanggapi imbauannya. Pak Syafii mengimbau supaya Presiden memerintahkan kepada Menkes untuk menolong nyawa para dokter semaksimal mungkin.

Sebetulnya, isi surat Syafii itu biasa-biasa saja. Namun, karena itu ditulis oleh salah seorang mentor yang paling dihormati Jokowi (kalau pun iya paling dihormati), diperkirakan akan diperhatikan. Akan ada dampaknya terhadap cara pemerintah menangani pandemi Covid-19.

Perlu kita cermati surat singkat Syafifi Maa’rif itu. Yang pertama dan paling utama adalah deskripsi beliau tentang kondisi negara pada saat ini. Syafii menggunakan narasi “negara akan oleng”. Ini adalah sindiran ‘ghaib’ Pak Syafii. Maksudnya, sindiran halus. Sindiran yang tak berwujud. Semoga saja Jokowi paham. Tapi, bersiap-siap saja kalau beliau akhirnya tak paham.

Bisa jadi Pak Syafii tak sampai hati menyebutkan situasi yang sebenarnya. Atau, boleh jadi p**a Buya (panggilan untuk Pak Syafii) belum basuh muka dengan sempurna ketika beliau hanya menyebutkan “negara akan oleng”. Padahal, “negara sedang tenggelam”. Bukan “akan oleng”.

Mungkin juga sebutan “negara akan oleng” itu diucapkan Buya karena beliau bangun kesiangan terburu-buru. Belum selesai ‘download’ semua detail situasi terkini. Sehingga terasa kurang ‘nyambung. Tapi, tidak apa-apalah.

Kita tunggu saja ‘download’-nya usai. Mungkin nanti Buya akan memperbaiki narasi “akan oleng” itu. Para pembantu Buya perlu lebih sering meng-update beliau. Supaya beliau nanti tidak terlambat mencari pelampung.

Jangan sampai kapal tenggelam hingga ke dasar laut, Pak Syafii masih teriak-teriak “kapal oleng”. Bagus kasih beliau sarapan dulu sebelum berkomentar.[]

14 September 2020
(Penulis wartawan senior)

Di bagian pembukaan UUD 1945, ada tertulis pengantar tentang perjuangan yang berdarah-darah. Yaitu, jihad rakyat untuk m...
17/08/2020

Di bagian pembukaan UUD 1945, ada tertulis pengantar tentang perjuangan yang berdarah-darah. Yaitu, jihad rakyat untuk merebut kemerdekaan akhirnya mencapai hasil gemilang. Penjajahan dilenyapkan. Tapi, bagaimanakah kondisi rakyat saat ini? Sudahkah masalah kemiskinan dan ketidakadilan terhapuskan? Mari kita simak pengantar di pembukaan UUD 1945 itu. Bagian di bawah ini sangat penting dan menarik untuk dibicarakan di hari peringatan 75 kemerdekaan RI.

https://bilikopini.com/setelah-75-tahun-rakyat-masih-antri-di-pintu-gerbang-kemerdekaan/

Inilah ‘the moment of truth’ untuk melihat jati diri para konglomerat yang selama ini menikmati kekuasaan Presiden Jokow...
15/08/2020

Inilah ‘the moment of truth’ untuk melihat jati diri para konglomerat yang selama ini menikmati kekuasaan Presiden Jokowi. Diperkirakan ‘crash landing’ akan terjadi. Kondisi perekonomian sudah sangat menyeramkan. Pertumbuhan minus 8% atau bahkan minus 10% bisa terjadi dalam waktu dekat. Yang jelas, pertumbuhan -5% sedang berproses menuju minus level berikutnya. Para konglomerat pastilah sudah menyiapkan ‘escape route’ (rute pelarian) mereka. Pasti p**a sudah disiapkan destinasi yang menyenangkan mereka. [ 474 more words ]

Presiden harus mampu memberikan arahan atau “lead” kepada tim kabinet. Jangan sampai terbalik membaca “lead” menjadi “deal”. Kita semua sedang terancam.

Tik Tok Kuda Troya ChinaBeberapa hari yang lalu, Presiden Trump melarang aplikasi Tiktok buatan China di Amerika. Menuru...
15/08/2020

Tik Tok Kuda Troya China

Beberapa hari yang lalu, Presiden Trump melarang aplikasi Tiktok buatan China di Amerika. Menurut laporan Apple, aplikasi Tiktok disengaja ada celah keamanan, sehingga lalu lintas data pengguna Tiktok bisa disadap. Argumen Apple tentu bukan argumen sembarangan, jangankan sekelas Apple, kita yang mengenal pemrograman kelas gurem aja mampu mendeteksi metadata device smartphone, dari IP, merk hingga prosentase battery bisa diketahui.

https://bilikopini.com/tik-tok-kuda-troya-china/

Dalam beberapa hari ini bermunculan berbagai teori tentang kemungkinan Wapres Ma’ruf Amin mundur atau dimundurkan dari j...
12/08/2020

Dalam beberapa hari ini bermunculan berbagai teori tentang kemungkinan Wapres Ma’ruf Amin mundur atau dimundurkan dari jabatan wakil presiden. Beliau disebut-sebut akan digantikan oleh salah seorang pejabat tinggi. Bisa jadi Menhan Prabowo Subianto atau mungkin p**a Budi Gunawan –kepala BIN. Jadi, Pak Kiyai sedang menghadapi tekanan politik dan psikologis yang sangat berat. Termasuk, misalnya, beliau itu dikatakan sudah tua, sudah uzur, dsb. [ 476 more words ]

Jadi, tolonglah hentikan bahasan Wapres akan mundur atau dimundurkan. Janganlah buat stress Pak Ma’ruf Amin.

Ada KAMI, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Banyak yang gerah. Gelisah. Bermunculan reaksi yang sifatnya mengecilkan...
09/08/2020

Ada KAMI, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Banyak yang gerah. Gelisah. Bermunculan reaksi yang sifatnya mengecilkan koalisi oposisi ini. Tapi, rakyat mendukung kehadirannya. Sebab, Koalisi tidak bertujuan untuk menggulingkan pemerintah. Melainkan sebagai wadah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi situasi yang berat. Cara berpikir manusia KAMI bertolak belakang dengan cara berpikir dan bertindak para penguasa. Orang-orang Koalisi melihat kondisi yang ada sudah sangat parah. [ 721 more words ]

Kondisi politik yang parah ini tidak hanya berpotensi menimbulkan perkelahian internal. Tetapi juga terbuka bagi kekuatan eksternal yang ditengarai memiliki agenda jahat. Banyak pemerhati politik y…

Banyak yang memberikan aplus, bertepuk tangan. Memuji Kepolisian RI (Polri)k khususnya Bareskrim. Mereka berhasil menang...
07/08/2020

Banyak yang memberikan aplus, bertepuk tangan. Memuji Kepolisian RI (Polri)k khususnya Bareskrim. Mereka berhasil menangkap Joko Tjandra (JT), narapidana buronan dalam kasus Bank Bali. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, termasuk yang memuji Kepolisian. Kata Poengky, penangkapan ini akan memulihkan kepercayaan publik terhadap berbagai institusi penegak hukum. Sekjen Pemuda Pancasila (PP), Arief Rahman, juga memuji Polri, tepatnya Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. [ 633 more words ]

Jadi, penangkapan JT adalah ‘operasi plastik’ untuk menyelamatkan muka sejumlah orang. Selain itu, ada aroma incar jabatan.

Banyak yang sempat bersemangat. Pasalnya? Mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WS), akan membongkar kecurangan dalam p...
24/07/2020

Banyak yang sempat bersemangat. Pasalnya? Mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WS), akan membongkar kecurangan dalam pemilu, Pilpres dan pilkada 2019. Wuih! Pasti bakal seru sekali. Om Wahyu akan maju sebagai ‘justice collaborator’. Artinya, dia akan menjadi ‘rekanan keadilan’. Hebat, bukan? Pastilah. Menjadi ‘rekanan keadilan’ atau ‘rekanan penegakan hukum’ itu sangat mulia. Akan membongkar kecurangan Pilpres 2019 p**a lagi. Makin mantaplah barang ‘tu. [ 260 more words ]

Wahyu lebih s**a menjadi ‘justice collaps-borator’ alias ‘ penghancur keadilan’ alias ‘peruntuh penegakan hukum’. Dia memilih untuk terus-menerus menjadi buronan penyesalan. Di dunia dan di akhirat…

Terima kasih Tuan Djoko Tjandra. Anda telah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Anda bisa mengatur siapa saja di nege...
23/07/2020

Terima kasih Tuan Djoko Tjandra. Anda telah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Anda bisa mengatur siapa saja di negeri ini. Anda bisa membeli siapa saja yang Anda perlukan. Anda bisa menyewa siapa saja yang Anda inginkan. Anda bisa membeli orang-orang berbintang yang sedang berkuasa. Anda bisa merekrut ‘bodyguard’ berpangkat brigjen. Anda bisa membeli pengacara yang memberikan ‘bantuan hukum’ dan ‘bantuan untuk melanggar hukum’. [ 389 more words ]

Pantasanlah kemarin itu Tuan Djoko Tjandra memberikan teladan kepada para konsumen penikmat kekuasaan. Teladan tentang bagaimana cara melecehkan martabat rakyat, bangsa dan negara ini.

Merakyat saja tidak cukup. Dia harus jujur. Merakyat dan jujur saja, juga tidak cukup. Dia harus bertakwa. Merakyat, juj...
22/07/2020

Merakyat saja tidak cukup. Dia harus jujur. Merakyat dan jujur saja, juga tidak cukup. Dia harus bertakwa. Merakyat, jujur dan bertakwa saja pun belum cukup. Dia juga harus berkarisma dan berkarakter kuat. Indonesia memerlukan presiden yang memiliki semua aspek. Di atas semua itu, dia harus cendekia. Sekadar mengingatkan, cendekia mencakup banyak hal yang berbasis IQ tinggi. Begini definisi “cendekia” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [ 581 more words ]

Di tangan seorang presiden yang dungu, Indonesia akan hancur berantakan. Menjadi lemah tanpa martabat dan wibawa. Untuk kemudian menjadi makanan empuk negara-negara kuat, terutama China.

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bilik Opini posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bilik Opini:

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share