RADAR JOGJA

RADAR JOGJA Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from RADAR JOGJA, Newspaper, .
(1)

Radar Jogja... Ikuti juga berita kami di
Twitter
Instagram
Youtube Radar Jogja Channel
TikTok
Podcast Spotify Radar Jogja


Business email
[email protected]

SLEMAN - Pemkab Sleman benar-benar serius membenahi infrastruktur olahraga di Bumi Sembada. Tak ingin setengah-setengah,...
09/06/2026

SLEMAN - Pemkab Sleman benar-benar serius membenahi infrastruktur olahraga di Bumi Sembada. Tak ingin setengah-setengah, Bupati Harda Kiswaya langsung pasang badan dengan menodong Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk memuluskan proyek revitalisasi Stadion Tridadi agar berstandar nasional.

Dalam kesempatan itu, Harda telah melakukan audiensi langsung dengan Erick Thohir di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin siang (8/6) lalu. Harda menjelaskan, selama ini talenta-talenta olahraga asal Sleman sudah terbukti mampu berbicara banyak dan menyumbang prestasi. Itu baik di level nasional hingga panggung internasional.

Ironisnya, torehan manis para atlet itu belum didukung oleh fasilitas yang memadai. "Sleman saat ini belum memiliki fasilitas olahraga yang berstandar nasional, terutama untuk cabor (cabang olahraga) atletik," katanya.

Oleh karena itu, sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Sleman langsung melakukan usulan revitalisasi Stadion Tridadi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU

Bahkan sudah ada lampu hijau awal lewat pertemuan dengan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU bulan April lalu. Namun, proyek tersebut katanya masih harus membutuhkan pelumas administrasi.

"Kami ingin fasilitasi mereka dengan standar nasional, bahkan internasional kalau bisa," tandasnya.
Sementara, Menpora Erick Thohir langsung memberikan sinyal positif terkait usulan dari Pemkab Sleman tersebut. Dalam pertemuan itu, pihaknya menyatakan kesiapannya untuk segera menerbitkan surat rekomendasi yang diminta Pemkab Sleman.

Kendati demikian, Erick memberikan catatan tebal. Ia meminta Pemkab Sleman tidak sekadar membangun fisik, tetapi juga memikirkan tata kelola stadion pasca-revitalisasi.

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


09/06/2026

Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba kembali turun ke jalan menggelar aksi teatrikal. Kali ini aksi dilakukan di pelataran halaman Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Sorowajan, Bantul, Selasa (9/6). Aksi ini guna mendesak supaya Stadion Mandala Krida bisa kembali digunakan untuk homebase PSIM Jogja.

Dalam aksi tersebut, Kamba sapaan akrabnya mengenakan jersey Laskar Mataram julukan PSIM Jogja yang dipadukan dengan blangkon dan kain jarik. Sambil menggenggam dan menyebar segepok uang mainan, ia melakukan prosesi tabur bunga di atas sebuah map yang berisikan tulisan 'Kami Berisik Karena Terusik, Tuntas Korupsi Mandala Krida'.

Kamba menjelaskan, aksi kali ini dilaksanakan karena pihaknya merasa miris dengan PSIM Jogja. Sebab tidak bisanya tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja berkandang di Stadion Mandala Krida itu memiliki dampak kerugian finansial bagi tim jika terus-menerus harus mengungsi ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk melakoni laga kandang.

"Yang kami khawatirkan adalah anggaran atau cost yang begitu tinggi yang harus dikeluarkan oleh tim," katanya setelah aksi.

Maka dari itu, JCW mendesak pemerintah provinsi (Pemprov) DIY maupun pemerintah kota (Pemkot) Jogja harus segera memperjelas kelanjutan pembangunan stadion, khususnya fasilitas lampu penerangan agar segera dibereskan.

Video : Rizky Wahyu/RADAR JOGJA

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


Para Tersangka Kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja Jalani 23 Adegan, Terungkap Anak Menangis dan Muntah Karena Diik...
09/06/2026

Para Tersangka Kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja Jalani 23 Adegan, Terungkap Anak Menangis dan Muntah Karena Diikat

JOGJA - Terungkap fakta baru dalam rekonstruksi kasus tindak kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha Jalan Pakel Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja yang dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026).

Anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut diketahui dibiarkan menangis dan muntah dalam kondisi terikat.

Proses rekonstruksi berlangsung tertutup dari pukul 10.00 hingga 13.30 dengan melibatkan 13 tersangka yang terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, dan 11 pengasuh.

Para orang tua korban juga turut hadir melontarkan kalimat cacian kepada tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian mengatakan, dalam rekonstruksi yang berlangsung tiga setengah jam itu awalnya memperagakan sebanyak 17 adegan.

Kemudian ditambah enam adegan berdasarkan usulan penyidik dan jaksa penuntut umum guna mendalami peran masing-masing tersangka.

Tahap rekonstruksi diawali dengan proses ketika orang tua mengantarkan anak-anaknya untuk dititipkan.

Kemudian berlanjut ke adegan anak-anak masuk ke dalam ruangan daycare dimana peristiwa pengikatan dilakukan.

Rekonstruksi lalu berakhir dengan anak-anak yang dijemput kembali oleh masing-masing orang tua.

โ€œDari hasil rekonstruksi tadi sudah terlihat jelas bahwa niatan dari para tersangka memang sudah disengaja dan memang sudah ada instruksi dari ketua yayasan sendiri,โ€ ujar Riski saat ditemui di lokasi.

Perwira polisi dengan satu bunga melati emas di pundak itu menyatakan bahwa tindakan mengikat anak-anak memang sudah dilakukan secara turun temurun oleh pengasuh daycare. Bahkan berdasarkan keterangan dari salah satu tersangka, ketua yayasan memang memerintahkan anak-anak untuk diikat jika memang sulit dikendalikan.

Tindakan pengikatan juga terungkap dilakukan oleh pengasuh selama anak-anak dititipkan. Tali hanya dilepas ketika makan, mandi dan saat dijemput oleh orang tua. Lama pengikatan pun beragam tergantung waktu penjemputan orang tua. Pengikatan bisa berlangsung delapan jam diikat penjemputan dilakukan pada pada sore hari.

โ€œKami juga melihat langsung ada anak dalam kondisi terlentang, muntah dan nangis, gitu. Karena sudah tidak bisa bergerak,โ€ beber Riski. (inu/radar jogja)

Cacian dan Keplakan pada Tersangka Warnai Proses Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha, Kota JogjaJOGJA - Polresta Jo...
09/06/2026

Cacian dan Keplakan pada Tersangka Warnai Proses Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha, Kota Jogja

JOGJA - Polresta Jogja melaksanakan rekonstruksi kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha di Jalan Pakel Baru, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, Selasa (9/6/2026). Proses rekonstruksi diwarnai cacian terhadap para tersangka.

Dalam proses rekonstruksi tersebut sebanyak 13 tersangka dihadirkan. Meliputi pengurus yayasan dan para pengasuh.

Para tersangka dihadirkan di tempat kejadian perkara sekitar pukul 10.15, kedatangan para tersangka disambut para orang tua korban yang sudah menunggu sejak pagi.

Cacian dan hinaan pun dilontarkan oleh orang tua korban sejak saat para tersangka keluar dari mobil tahanan. Sejumlah orang tua pun meluapkan kekesalannya kepada para tersangka dengan mengeplak bagian kepala para tersangka ketika memasuki bangunan daycare.

Perwakilan orang tua korban Ismanto mengatakan, tindakan para orang tua yang melontarkan kata-kata cacian lumrah dilakukan sebagai bentuk kekesalan.

Sebab para orang tua berharap anak-anaknya bisa dididik. Namun justru mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.

โ€œMungkin beberapa orang tua berteriak karena merasa tidak tidak nyaman melihat mereka (tersangka) yang mengikat anak-anak kami. Siapa yang kuat sebagai orang tua ya, ketika melihat anak kita sendiri diikat-ikat,โ€ ujar Ismanto saat ditemui di lokasi.

Ismanto pun mengapresiasi langkah kepolisian yang sudah mengawal kasus tersebut hingga tahap rekonstruksi.

Menurutnya, rekonstruksi menjadi langkah penting untuk pembuktian di mata publik tentang perlakuan yang sebenarnya dialami oleh anak-anak mereka di daycare tersebut.

Dia mengungkapkan, akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pengasuh daycare sejumlah anak-anak masih menjalani proses pendampingan psikologis.

Sebagai upaya pemulihan trauma. Disamping itu para orang tua juga terus berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk proses restitusi.

Lebih lanjut, Ismanto berharap pihak kepolisian dapat mendalami peran 17 orang pengasuh lainnya yang saat ini masih berstatus wajib lapor. Sebab para orang tua menilai seluruh pengasuh wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap anak-anak.

"Bagaimanapun, mereka juga sebagai eksekutor saat mengikat anak-anak kami selama menitipkan anak kami di daycare tersebut," tegasnya.(inu/radar jogja)

JOGJA โ€“ Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan komitmennya mewujudkan wisara nir emisi di Kota Jogja lewat kampanye J...
05/06/2026

JOGJA โ€“ Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan komitmennya mewujudkan wisara nir emisi di Kota Jogja lewat kampanye Jogja Bersinar. Ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak dari pemerintah, PLN, hingga media. Salah satu implementasinya dengan percepatan konversi ratusan becak motor (bentor) menjadi becak listrik (betrik) untuk menciptakan kawasan wisata ramah lingkungan.

Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, langkah tersebut sebagai solusi mengganti bentor yang selama ini tidak standar, bising, dan menghasilkan polusi.

โ€œTahun ini, paling minimal target kami 500 unit (bentor) sudah bisa dikonversi (ke listrik)," ujar Wawan di sela kegiatan Workshop Jogja Bersinar yang mengambil tema Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran lewat kerja sama Jawapos dan PLN dan di Ruang Bima Balai Kota, Jumat (5/6/2026).

Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut pemkot akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya dengan PT KAI yang sudah membantu pengadaan betrik sebanyak 50 unit. Pemkot juga membuka luas peluang kerja sama dengan BUMN lain maupun perusahaan swasta.

Wawan menegaskan, konversi bentor menjadi betrik itu juga tidak hanya sekadar mendukung wisata ramah lingkungan. Namun juga mendongkrak sisi kenyamanan bagi wisatawan. Armada becak listrik yang dikembangkan memiliki banyak keunggulan dibandingkan bentor, khususnya dari segi kenyamanan.

โ€œSehingga harapan kami, semuanya (bentor) ini tidak lagi bising dan menimbulkan polusi,โ€ tegas Wawan.

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


05/06/2026

JOGJA โ€“ Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menargetkan Malioboro sebagai kawasan pedestrian bebas dari kendaraan bermotor pada November tahun ini. Konsekuensinya, kendaraan bermotor yang boleh melintas hanya Trans Jogja dan kendaraan darurat.

Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, pelarangan kendaraan bermotor di Kawasan Malioboro merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan low emission zone. Dan larangan ini akan berlaku setiap hari di kawasan tersebut. Pihaknya juga akan menyiapkan rambu-rambu larangan agar masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor bisa menghindari kawasan Malioboro.

โ€œYang boleh melintas hanya kendaraan darurat, becak kayuh, kemudian becak listrik, kemudian juga Trans Jogja. Trans Jogja juga kita upayakan nanti eh adalah nanti yang tambahan bus listriknya,โ€ ujar Erni saat ditemui di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Jogja, Rabu (3/6/2026).

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, terus mematangkan tahapan penataan kawasan Malioboro. Dalam implementasi kebijakan di lapangan, pemkot akan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan fleksibilitas agar penerapan Malioboro sebagai kawasan pedestrian tidak merugikan masyarakat.

Meski ada target Malioboro dijadikan sebagai kawasan pedestrian pada 2027 atau 2028, kebijakan pemerintah tidak akan bersifat kaku. Dalam artian, tetap ada pengecualian tertentu untuk menjaga kepentingan mendasar warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X membuka peluang Bandara Adisutjipto kembali dioptimalkan untuk melayani pene...
04/06/2026

JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X membuka peluang Bandara Adisutjipto kembali dioptimalkan untuk melayani penerbangan komersial. HB X menyebut, tidak ada persoalan jika bandara tersebut kembali mengambil peran lebih besar dalam layanan penerbangan sipil.

Namun pengoperasiannya tetap harus menyesuaikan ketentuan yang selama ini berlaku.

Saat ini penerbangan pesawat jet dipusatkan di Yogyakarta International Airport (YIA), sedangkan Bandara Adisutjipto melayani pesawat baling-baling atau propeller.

"Ya bisa saja. Sekarang kan sudah ada penerbangan juga. Hanya masalahnya ketentuannya, yang jet di bandara yang baru (YIA), yang baling-baling di Adisutjipto," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Raja Keraton Jogja itu menjelaskan, Bandara Adisutjipto sejatinya tidak pernah benar-benar berhenti beroperasi. Hingga kini bandara tersebut masih melayani penerbangan pesawat baling-baling, termasuk jenis ATR. Selain itu, Adisutjipto juga digunakan untuk aktivitas penerbangan militer dan penerbangan VIP.

Karena itu, optimalisasi kembali Bandara Adisutjipto tidak harus dimaknai sebagai pengganti YIA. Keberadaan kedua bandara justru dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan transportasi udara masyarakat maupun wisatawan yang datang ke DIY.

Sementara itu, terkait pengembangan operasional maupun investasi di Bandara Adisutjipto, HB X menegaskan kewenangan berada di tangan PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara.

"Bandara itu juga di-maintenance oleh Angkasa Pura. Jadi yang lebih berhak itu Angkasa Pura, mau investasi di situ atau tidak," ungkapnya.

Diketahui, pemerintah pusat tengah mendorong optimalisasi sejumlah bandara untuk memperkuat konektivitas udara dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Jika direalisasikan, optimalisasi Bandara Adisutjipto dinilai dapat menambah pilihan layanan transportasi udara sekaligus mendukung sektor pariwisata, investasi, dan perdagangan di DIY.

Lebih lanjut, terkait arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai optimalisasi sejumlah bandara di Indonesia, HB X mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi resmi yang diterimanya dari pemerintah pusat maupun PT Angkasa Pura. "Belum, belum ada komunikasi," tuturnya. (iza/wia)

04/06/2026

SLEMAN - Seorang pelajar berinisial RDM, 15, asal Tempel, Sleman jadi korban pembacokan pada Jumat (15/5) lalu sekitar pukul 01.30 di ruas Jalan Tempel-Gendol.

Sementara pelakunya ada tiga orang. Pertama, ACC, 17, pelajar asal Ngaglik; lalu MS, 18, pelajar asal Tempel; terakhir PTA, 18, pelajar asal Seyegan. Peristiwa ini bermula karena adanya permusuhan antar-geng sekolah.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto menjelaskan, pelaku merupakan pelajar salah satu sekolah di Seyegan yang tergabung dalam geng sekolah. Pada Kamis (14/5) ACC mendapat tantangan dari geng sekolah lain di wilayah Salam, Magelang untuk berkelahi satu lawan satu dengan senjata tajam.

Tantantangan itu akan dilakukan pada Jumat (15/5) pukul 02.00 di Jalan Tempel-Gendol dan disetujui oleh pelaku. Pelaku ACC lalu meminta bantuan pada PTA untuk menyiapkan senjata tajam jenis clurit dan meminta MS untuk jadi joki. Lalu pada waktu yang telah disepakati, ketiganya datang ke lokasi.

"Sesampainya di lokasi pihak geng lawan tidak datang dan rombongan kembali ke arah selatan," katanya dalam ungkap kasus di Aula Hoegeng Polresta Sleman, Kamis (4/6).

Hanya saja saat ketiganya dalam perjalanan menuju selatan, tiba-tiba dari arah belakang datang korban bersama rekannya mengendarai sepeda motor. Keduanya lalu mendahului rombongan para pelaku sembari mengatakan "Ayo-ayo" dengan mengayunkan gesper.

Melihat hal tersebut, para pelaku lalu mengejar korban dan ACC menyabetkan senjata tajam jenis clurit sebanyak satu kali hingga mengenai dada korban. Saat terkena sabetan ini korban tidak jatuh dan langsung menuju ke arah utara.

"Atas peristiwa itu korban RDM mengalami luka terbuka pada dada tembus ke paru-paru hingga menjalani rawat inap di RS Sardjito," tambahnya.

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


JOGJA - Proses pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Sultan Hamengkubuwono II ( HB II) terus bergulir meskipun menghada...
03/06/2026

JOGJA - Proses pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Sultan Hamengkubuwono II ( HB II) terus bergulir meskipun menghadapi berbagai tantangan. Trah Sultan HB II diketahui telah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi lantaran syarat pengajuan gelar dinilai terlalu berbelit.

Perwakilan Trah Sultan HB II Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, gugatan tersebut terwujud dalam pengajuan uji materi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Menurutnya ada beberapa syarat dalam undang-undang itu yang terlalu diskriminatif dan kurang realistis.

Terkhusus dalam hal kewajiban tanda tangan seluruh ahli waris dan keharusan mendapatkan restu dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Syarat tanda tangan ahli waris dari 80 anak keturunan langsung Sultan HB II sejak tahun 1800-an merupakan mustahil dan tidak masuk akal secara hukum.

Kemudian syarat administratif tokoh pahlawan masa lampau juga tidak bisa disamaratakan antara tokoh era modern dengan tokoh kerajaan masa lampau. Misalnya dari aspek tata cara pengajuan yang harus melalui birokrasi dan rekomendasi berjenjang yang kaku.

Gugatan sudah diajukan pihak Trah Sultan HB II lewat Akta Pengajuan Permohonan Pemohon (AP3) dengan Nomor 195/PUU/PAN.MK/AP3/06/2026.

โ€œGugatan ini murni didasarkan pada hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945, bukan karena sentimen pribadi. Fokus utama gugatan menyasar Pasal 30 UU No. 20 Tahun 200,โ€ ujar Fajar dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Sekretaris Yayasan Vasatii Socaning Lokika Ananta Hari Noorsasetya menilai, esensi kepahlawanan Sultan HB II tidak seharusnya terhalang administratif. Pun secara historis peran HB II dalam perlawanan terhadap penjajah sudah terbukti. Misalnya dalam peristiwa Geger Sepehi di tahun 1812.

Menurutnya, peran HB II untuk melawan kolonialisme Inggris kala itu sudah memenuhi kriteria Pasal 25 dan Pasal 26 UU No. 20 Tahun 2009. Sebab esensi kepahlawanan HB II telah teruji secara historis.

Reporter: Iwan Nurwanto
Dokumentasi Polres Bantul

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


BANTUL - Balita tiga tahun asal Sitimulyo, Piyungan, Naura Dwi Meydita Putri, berangkat ke RSUD Prambanan dalam kondisi ...
03/06/2026

BANTUL - Balita tiga tahun asal Sitimulyo, Piyungan, Naura Dwi Meydita Putri, berangkat ke RSUD Prambanan dalam kondisi aktif, ceria, dan hanya hendak memeriksakan perkembangan lingkar kepalanya yang tak kunjung bertambah.

Namun, setelah menjalani rangkaian tindakan medis dan tiga kali suntikan sebelum tindakan computed tomography scan (CT Scan), Naura tak pernah sadar kembali hingga akhirnya meninggal dunia. Kondisi ini meninggalkan duka sekaligus pertanyaan yang hingga kini masih dicari jawabannya oleh keluarga.

Ibu korban Anastacia Niken Purwandari, 36, menuturkan awal dari pemeriksaan. Lingkar kepala Naura tercatat 46 sentimeter saat pemeriksaan di posyandu. Lalu petugas menyarankan periksa lebih lanjur ke puskesmas. Puskesmas menyarankan pemeriksaan ke klinik, namun ibu korban memilih rujukan ke RSUD Prambanan pada 23 Maret lalu.

Dua hari kemudian, tepatnya 25 Maret, Naura menjalani kontrol pertama di rumah sakit tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan tinggi badan korban dalam kondisi normal, sementara ukuran lingkar kepalanya tetap berada di angka 46 sentimeter.

"Pada bulan Maret itu, (korban, Red) dikasih multivitamin dan evaluasi rujukan untuk bulan April 2026," katanya saat ditemui di rumahnya Rabu (3/6/2026).

Selanjutnya, 27 April sekitar pukul 07.30, Anastacia kembali membawa Naura ke RSUD Prambanan untuk menjalani kontrol lanjutan sesuai jadwal rujukan. Setelah melakukan pendaftaran, korban menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan sekitar pukul 08.00.

๐—•๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ:
๐—ต๐˜๐˜๐—ฝ๐˜€://๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ผ๐—ด๐—ท๐—ฎ.๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฝ๐—ผ๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ/


Address


Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 12:00

Telephone

+622744477780

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RADAR JOGJA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RADAR JOGJA:

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share