18/05/2026
“Kami bertanya-tanya ada apa di tempat ini sampai anggota (TNI) segitu banyak,” kata Yasinta Moiwend, petani di Desa Wanam, Papua.
Masyarakat Papua telah turun-temurun tinggal di sini, makan sagu dari kebun, ikan dari rawa-rawa, dan rusa dari hutan.
Namun, pemerintah Indonesia sedang berusaha membangun satu juta hektar sawah di sini.
Tahun lalu, kapal-kapal datang ke pelabuhan dengan membawa tentara, diikuti dengan ekskavator yang mulai membersihkan rawa dan hutan.
Proyek ini dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan, dengan bantuan konglomerat yang memiliki koneksi politik, Jhonlin Group.
Dalam film terbaru dari The Gecko Project ini, Ulet mendengar bagaimana tanah Papua diambil tanpa persetujuan, dan ketakutan yang timbul setelah sejumlah besar tentara turun ke Merauke untuk melaksanakan rencana tersebut.
Tonton penuh film kami “Langit Papua” 🔗 di bio
Foto Video
***
“We wondered what was happening in this place that there were so many soldiers.” said Yasinta Moiwend, a farmer in Wanam Village, Papua.
Papuans have lived here for generations, eating sago from groves, fish from swamps, and deer from forests.
But now the Indonesian government is attempting to convert a million hectares of Papuan land into rice fields.
Last year, ships turned up in the port loaded with soldiers, followed by excavators, which began clearing the swamps and forests.
The project is being developed by the Ministry of Defence, with the assistance of a politically-connected conglomerate, the Jhonlin Group.
In this new film from The Gecko Project, photographer Ulet Ifansasti learns how Papuan land has been taken without consent, and of the fear generated after vast numbers of soldiers descended on Merauke to enforce the plan.
Watch the full film “Papuan Skies” 🔗 in ’s bio
Photo Video