19/01/2026
Khotbah Pdt. Arozato Gulo, S.Th. berjudul "Doa dengan Iman" didasarkan pada Yakobus 5:16. Doa merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan rohani orang percaya, seperti halnya air bagi tubuh fisik. Berikut adalah 3 poin penting dari ringkasan khotbah tersebut:
1. Membereskan Hati dan Relasi dengan Tuhan
Sebelum menyampaikan permohonan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah meneliti dan membereskan hidup di hadapan Tuhan, termasuk saling mengaku dosa. Tuhan lebih mementingkan kondisi hati dan hubungan kita dengan-Nya daripada susunan kata-kata atau bahasa ilmiah dalam doa. Jika ada ketidaktaatan atau dosa yang dipelihara, hal itu dapat menghambat doa, seperti p**a air yang tersumbat. Doa yang sungguh-sungguh adalah doa yang dipanjatkan setelah hidup dipulihkan di hadapan Tuhan.
2. Iman yang Aktif Membuat Doa Menjadi Efektif
Doa yang berkuasa lahir dari ketergantungan total kepada Allah, namun iman tersebut tidak boleh bersifat pasif. Iman yang sejati terwujud dalam ketaatan dan tindakan nyata (iman yang bekerja). Doa bukan bertujuan untuk memaksa Tuhan menuruti keinginan kita, melainkan untuk menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Allah.
3. Kuasa Doa Terletak pada Kehidupan Orang yang Berdoa
Kuasa sebuah doa tidak terletak pada pilihan kata atau kalimatnya, melainkan pada integritas hidup orang yang menyampaikannya. Tuhan melihat seluruh kehidupan yang kita bawa di hadapan-Nya, bukan sekadar bahasa yang kita gunakan. Jika seseorang hidup dalam kemunafikan atau relasi yang buruk, doanya menjadi tidak berkuasa. Sebagaimana persembahan di zaman Perjanjian Lama yang harus tanpa cacat, kehidupan orang percaya yang telah ditebus Kristus harus terus dijaga agar berkenan di hadapan Allah saat datang dalam doa.
Tonton lengkapnya di tautan berikut : https://youtube.com/live/DmUIJ0Jgtao?feature=share