Aars Channel

Aars Channel Ya Allah Kumpulkan lah kami dengan orang orang baik.. Semoga yang follow menjadi lebih baik 🤲🤲🤲

Apakah akal kita mampu memahami Tuhan sepenuhnya, atau adakah batas yang jika dilanggar justru memicu kegelisahan spirit...
21/05/2026

Apakah akal kita mampu memahami Tuhan sepenuhnya, atau adakah batas yang jika dilanggar justru memicu kegelisahan spiritual?

Apakah kita butuh kuliah filsafat rumit untuk percaya pada Allah? TIDAK Bukti pertama dan terkuat justru ada di dalam di...
20/05/2026

Apakah kita butuh kuliah filsafat rumit untuk percaya pada Allah?
TIDAK
Bukti pertama dan terkuat justru ada di dalam diri setiap manusia, yaitu Fitrah.

Apa itu Fitrah?
Fitrah adalah kesadaran naluriah atau "radar spiritual" bawaan sejak lahir yang mengakui adanya Pencipta. Ini bukan hasil pemikiran, melainkan perasaan yakin (yaqin) yang mirip dengan rasa lapar, sakit, atau cinta seorang ibu pada anaknya. Anda tidak perlu dibuktikan secara logika bahwa Anda sedang lapar; Anda merasakannya. Begitu p**a dengan kehadiran Allah.

19/05/2026

Doa yang Belum Terkabul

- Sebab: Berdoa dengan khusyuk.
- Syarat: Waktu mustajab, menghadap kiblat, hati hadir.
- Mani’ (Penghalang): Makan dari sumber haram, atau sikap hati yang buruk terhadap sesama.
- Analisis: Akal sering bingung, "Saya sudah doa (Sebab) di waktu bagus (Syarat), kenapa diam?" Di sini, logika Mani' masuk: Ketaatan fisik bisa dibatalkan oleh ketidakberkahan sumber hidup.
- Solusi Jiwa: Tidak putus asa pada Allah, tapi mencari dan menghilangkan Mani' (membersihkan harta/hati).

. "Jangan hanya mengingat Tuhan saat kesulitan; ingatlah Dia saat engkau sedang senang, agar saat sulit Ia tak merasa as...
19/05/2026

. "Jangan hanya mengingat Tuhan saat kesulitan; ingatlah Dia saat engkau sedang senang, agar saat sulit Ia tak merasa asing bagimu."

Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah? Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan. Buku in...

18/05/2026

Pernahkah Anda melakukan semua yang benar: usahanya tepat, syaratnya lengkap, namun hasilnya nihil atau bahkan berbalik arah?

18/05/2026

Apakah anda juga??
Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah?
Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan.

Buku ini menawarkan jalan keluar yang jernih: memetakan ulang cara kita memahami ketetapan Tuhan, hukum akal, dan dinamika jiwa. Dengan kerangka teologi klasik yang dipadukan psikologi kognitif modern, Anda akan belajar memisahkan yang pasti (dhoruri) dari yang perlu ditafsirkan (nazari), mengenali jebakan persepsi, dan membangun arsitektur jiwa yang tahan goncangan.

Ditulis untuk Anda yang ingin tenang secara spiritual, jernih secara rasional, dan hidup selaras dengan fitrah. Bukan buku teori. Ini peta jalan menuju ketenangan yang berkelanjutan.

https://winme.id/solusi-aqidah/anatomi-ketenangan

Kecemasan yang kita rasakan hari ini jarang murni bersifat “perasaan”. Di balik gejolak hati yang tak menentu, sering ka...
18/05/2026

Kecemasan yang kita rasakan hari ini jarang murni bersifat “perasaan”. Di balik gejolak hati yang tak menentu, sering kali tersembunyi kebingungan akal yang tak terkelola. Kita bingung membedakan antara apa yang pasti, apa yang hanya kebiasaan, dan apa yang menjadi ketetapan Tuhan. Akibatnya, logika dan emosi saling serang. Akal mencari kepastian yang tak ia miliki, sementara hati menuntut ketenangan yang belum siap ia terima.

17/05/2026

Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah?
Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan.

Buku ini menawarkan jalan keluar yang jernih: memetakan ulang cara kita memahami ketetapan Tuhan, hukum akal, dan dinamika jiwa. Dengan kerangka teologi klasik yang dipadukan psikologi kognitif modern, Anda akan belajar memisahkan yang pasti (dhoruri) dari yang perlu ditafsirkan (nazari), mengenali jebakan persepsi, dan membangun arsitektur jiwa yang tahan goncangan.

Dalam 6 bab praktis, Anda akan menemukan:
✓ Cara membaca sebab, syarat & pencegah tanpa panik atau fatalisme
✓ Panduan mengelola otak, nafsu & hati agar tidak saling tarik-menarik
✓ Teknik dzikir & muraqabah sebagai filter persepsi, bukan sekadar ritual
✓ Formula istiqomah realistis: konsisten tanpa menghukum diri

Ditulis untuk Anda yang ingin tenang secara spiritual, jernih secara rasional, dan hidup selaras dengan fitrah. Bukan buku teori. Ini peta jalan menuju ketenangan yang berkelanjutan.

Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah?Kita sering memaksakan rumus yang salah: m...
17/05/2026

Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah?
Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan.

Buku ini menawarkan jalan keluar yang jernih: memetakan ulang cara kita memahami ketetapan Tuhan, hukum akal, dan dinamika jiwa. Dengan kerangka teologi klasik yang dipadukan psikologi kognitif modern, Anda akan belajar memisahkan yang pasti (dhoruri) dari yang perlu ditafsirkan (nazari), mengenali jebakan persepsi, dan membangun arsitektur jiwa yang tahan goncangan.

Ditulis untuk Anda yang ingin tenang secara spiritual, jernih secara rasional, dan hidup selaras dengan fitrah. Bukan buku teori. Ini peta jalan menuju ketenangan yang berkelanjutan.

Mengapa semakin rajin berusaha dan beribadah, tapi hati tetap cemas dan lelah? Kita sering memaksakan rumus yang salah: menganggap segala sesuatu harus pasti, menyalahkan diri saat hasil tak sesuai, atau melawan fitrah dengan disiplin kaku. Akibatnya, spiritualitas jadi beban, bukan naungan. Buku in...

"Aku berpikir, maka aku ada; dan aku ada, maka Allah ada"
20/04/2026

"Aku berpikir, maka aku ada; dan aku ada, maka Allah ada"

*"Aku berpikir, maka aku ada; dan aku ada, maka Allah ada"* # # # **Judul Ebook: Menelaah Dzat Allah Ta’ala (Jilid Pertama)** **Deskripsi Singkat:** Apakah Anda pernah merenungkan hakikat keberadaan Sang Pencipta di tengah hiruk-pikuk dunia yang penuh dengan keraguan? Ebook ini hadir sebagai panduan...

Melihat Allah???“Allah Ta’ala dapat dilihat karena wujud-Nya dan Dzat-Nya sendiri. Sebab, melihat Allah Ta’ala bukanlah ...
20/04/2026

Melihat Allah???

“Allah Ta’ala dapat dilihat karena wujud-Nya dan Dzat-Nya sendiri. Sebab, melihat Allah Ta’ala bukanlah disebabkan oleh perbuatan-Nya atau salah satu sifat-Nya; karena setiap yang wujud pasti memiliki dzat, dan mustahil suatu dzat yang wujud tidak dapat dilihat—sebagaimana mustahil ia tidak dapat diketahui. Artinya, Allah Ta’ala, dari segi Dzat dan wujud-Nya, memiliki kesiapan (isti‘dād) untuk menjadi objek pandangan. Dengan kata lain, melihat-Nya adalah wājib bi al-quwwah (wajib secara potensial), bukan wājib bi al-fi‘l (wajib secara aktual). Oleh karena itu, secara akal, ru’yatullāh (melihat Allah) adalah perkara yang mungkin dan boleh terjadi.

Jika kemudian ru’yah tersebut tidak terjadi, maka penghalangnya bukan berasal dari Dzat Allah Ta’ala sendiri, melainkan dari keterbatasan manusia dalam melihat-Nya, sebagaimana firman-Nya:
﴿لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ﴾
(“Pandangan-pandangan (mata) tidak dapat menangkap-Nya, sedangkan Dia menangkap semua pandangan.”) (QS. Al-An‘ām [6]: 103)

Gimana pendapat kalian???

Address

Jrangoan Omben
Sampang
69291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aars Channel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Aars Channel:

Share